BINGKAI RETAK

BINGKAI RETAK
lagi,lagi dan lagi


__ADS_3

#10


Hidupku seperti berubah drastis setelah menikah dengan andi,aku dan andi memutuskan tidak memberi tahu keluarganya bahwa aku kini telah bekerja kembali. Biarlah mereka mengira aku seperti yang mereka pikirkan selama ini,biarlah aku jadi manusia jahat karena mereka yang buat aku jadi jahat,sekarang hidupku hanya untuk suami dan keluargaku.


"Kak,apa aku salah kalau aku merasa saudaramu terlalu matre?"


"Tidak!,karena seperti itulah mereka dek,jadi jangan kaget ya,jika suatu hari nanti kamu akan merasakan sakit karena perlakuan mereka kepadamu,yang penting aku ada di pihakmu,mereka tidak berhak atas dirimu dengan melampiaskan segala kekecewaan mereka padamu,Hiduplah sesederhana mungkin,ketika punya anak nanti pasti kita akan punya pengeluaran yang banyak buat anak kita,kelak jadikan anak kita anak yang bahagia tanpa kekurangan kasih sayang".

__ADS_1


Aku menatap kedua bola matanya yang mulai berkaca-kaca, "iya kak,tapi jangan perna membentakku jika aku sedang berhadapan dengan mereka,sesalah apapun aku jangan perna lakukan itu,marahi aku jika tinggal kita berdua saja" pintaku pada suamiku yang ku pikir sedang rapuh.


Sebuah pesan masuk di telpon genggam suamiku "Jangan karena kami tidak menyukai istrimu lalu kamu tidak perna memberi kabar pada kami,mama menanyakanmu!" pesan dari adik bungsunya akhirnya berhasil membuat air mata suamiku jatuh. Aku tak bisa berbuat apa-apa kecuali memeluknya sebagai tanda menguatkannya.


Setelah ku rasa suamiku sudah lebih baik,ku angkat wajahku menatap kedua matanya lalu berkata"maafkan aku yang hadir dalam hidupmu hanya jadi pengacau dan biang kerok dalam keluargamu". aku sungguh menyesalinya,bukan karena telah memilihnya tapi karena lambat mengenali mereka.


"Kak,kok balik ke aku sih? balik kanan dulu toh kak,,,!" pintaku penuh manja,karena malu ditatap seperti itu.

__ADS_1


"Gak,bentar aja,,,kan kakak juga belum mau tidur,masih pengen liatin kamu yang manis".


"Yang manis,,, yang manis,,, tapi bukan gula,,," aku bernyanyi agar menghilangkan kekekian yang aku rasa.


"Itu kamu"


Aku makin tersipu malu dibuatnya. Aku beranjak ke kamar mandi berdalih hendak buang air kecil,tapi tangannya lebih cepat dari langkahku,andi menarik tanganku hingga aku terjatuh ke dalam pelukannya,andi langsung mendaratkan ciuman ke bibirku tanpa memberi aku kesempatan untuk menolak,itu karena aku orang yang tidak suka bibirku dicium. Entah mengapa kali ini aku merasa tidak boleh menolak apapun yang dilakukan suami terhadapku istrinya. Aku bahkan menikmati setiap gerakan lidah andi.

__ADS_1


Lagi dan lagi,andi memberiku kepuasaan dan kenikmatan. Aku pun tidak tahu jam berapa aku dan andi tertidur,karena setelah melalukan aktivitas seperti biasanya,aku tidak lagi melihat ke arah jam,aku dan andi langsung tertidur pulas hingga azan subuh membangunkan kami,aku dan andi segera mandi lalu sholat subuh berjamaah. ku lirik jam,aku masih punya kesempatan buat membaca surah al waqiah sebelum pagi. Setelah selesai dengan kewajiban kami,aku dan andi bersiap-siap untuk aktivitas selanjutnya yaitu kerja. Hanya rasa syukur yang bisa aku panjatkan sekarang pada sang punya hidup. sebelum berangkat aku memeluk erat tubuh andi dan tidak ingin melepasnya. "Dek,kalau gini caranya,kita bakal telat nih,bisa jadi bulan-bulanan anak-anak kita dek" katanya sambil tersenyum. Segera ku tarik tanganku lalu melangkah keluar kemudian mengunci pintu.


__ADS_2