BINGKAI RETAK

BINGKAI RETAK
ketahuan


__ADS_3

#15


Setelah sekian menit,aku kembali penasaran dengan pesan yang masuk beberapa menit yang lalu,ku beranikan diri membuka pesan tersebut,pesan dari nomor yang tidak di kenal "iya kak,tadi aku di antar sama si haikal pulangnya,soalnya nunggu kakak lama dan juga takut merepotkan" .


Degh!!! siapa dia? kok nomornya gak ke save sih? kenapa mau diantar pulang segala? Aku tidak ingin gegabah,aku harus mencari tahu siapa dia tanpa harus ketahuan Andi,aku harus lebih pintar kali ini agar mudah mengetahui. Dan jika benar firasat yang tidak enak ini terbukti,akan aku tendang kau dalam hidupku. Aku pastikan kau akan menyesalinya andi.


Tepat jam 7 malam,waktunya andi pulang. Segera aku hapus pesan tadi agar dia gak tahu kalau aku sudah membukanya. Biarkan besok mereka saling tanya. Andi segera mengajakku pulang,tidak lupa dia mampir membeli sesuatu untuk kami makan malam ini. Aku tetap bersikap biasa saja,seolah tak ada yang terjadi. Cuma kali ini aku minta andi untuk tidak membungkusnya,aku ajak dia makan di tempat. Aku sengaja mengulur waktu pulang ke kos,agar setelah sampai nanti dia akan cepat tidur. Aku akan lebih leluasa mengecek gawainya.


"Tumben dek,makan di sini?"


"Mangnya aneh ya kak,kalau kakak makan berdua ma aku?, gak kan? gak ada yang marah juga kan?"


"Kok kamu nanya kayak gitu dek,siapa yang marah memangnya?"


"Kali aja ada yang marah atau cemburu,kan hampir sebulan nih,aku gak masuk kerja,siapa tahu aja ada sales yabg kecantol". (aku pura-pura tertawa,agar di kira lagi ngerayu dia)


"Gak lah kan dek,kakak yang seperti ink siapa yang mau? cuma adek lo yang mau sama kakak" dia tersenyum seperti sedang mengejekku. Ohh... baiklah king,,, queenmu akan ikut alur kali ini. Selamat bermain petak umpet sayang,aku pastikan besok lusa masalah ini akan kelar.


.....

__ADS_1


Aku tak sengaja menangkap sesuatu hari ini,gerak gerikmu terlalu mudah untuk aku ketahui tikus kecil. Aku kunci layar komputerku agar tak ada yang bisa menggantikanku saat aku berada di belakang. Selain menghindari adanya kesalahan transaksi dan juga minus tentunya,karena hampir setiap ada yang menggantiku sebentar saja,pasti ada yang salah,yang ujung-ujungnya aku juga yang bakal ditanyai pengeluaran apa sampai minus,kan gak ada enaknya ya,nantinya kita dikira yang pakai uangnya.


Aku mendatangi satu etalase khusus susu formula dan kosmetik, "permisi dek,namamu siapa?" tanyaku penuh selidik.


"Aku nita kak" jawabnya singkat


"Sudah nikah dek?"


"Iya kak"


"Sudah punya anak?"


"Sudah kak,dua orang,semuanya ikut papanya"


"Dek,aku tahu beberapa hari ini kamu diantar pulang oleh suamiku,aku gak marah padamu,cuma,,,, sangat aku sayangkan,kenapa kamu mau aja di bonceng sama suamiku,iya! kalau kosmu sama kosku searah,lah ini kan berlawanan arah". Aku tak memberinya kesempatan untuk bicara,ku lanjutkan lagi berkata " kalau boleh aku minta sesama perempuan,apalagi kamu adalah seorang janda,tidaklah baik kita sudah mengetahui seseorang telah terikat pernikahan lalu kita mengganggunya,jadi dengan segala hormatku,aku minta padamu,jangan perna tanggapi apapun yang di lakukan suamiku,termaksud jika mengirimimu pesan. Bisa kan?"


"Iya kakak"


Aku beri dia senyuman yang sangat manis walau penuh rasa marah. Aku kembali ke meja kasirku,pasti sedari tadi pimpinan sudah memperhatikanku lewat CCTV. Setelah di meja kasir agak sepi,aku berlalu ke godala yang merupakan tanggung jawabku,aku berdiri di sana sejenak memperhatikan sang SPG menata barangnya. "Mba,minta tolong aturnya jangan seperti itu ya,karena kebijakan swalayan kami tidak membolehkan seperti ini jika tidak ada perjanjian sewa". Kataku menjelaskan.

__ADS_1


"Oh iya kak,maaf ya! tapi boleh gak kalau aku rapikan saja,sekalian aku cek EXPnya kak!"


" Boleh tapi jangan di ubah ya,harus sesuai panjangan awal ya mba..."


"Iya kakak" (spg tersebut tersenyum,lalu kemudian memanggilku kembali) "Kak!!!"


"Tadi,aku lihat kakak bicara sama nita kak,dan tidak sengaja mendengar sedikit" jelasnya padaku. Padahal aku sudah pelankan suaraku tadi,tapi masih saja terdengar. Biarlah hari ini aku kerja tak seprofesional biasanya,ku kulik lagi informasi mengenai nita dari spg itu. Akhinya apa yang ingin ku ketahui pun aku dapatkan.


Kemudian aku kembali lagi ke posisiku di meja kasir,aku duduk sambil memikirkan apa yang harus aku lakukan. Rasa sakit hatiku mulai tumbuh.


Di kos,aku mendiamkan andi. Andi juga menegurku seadanya saja. Tapi tak mengapa,karena aku tak ingin berdebat dengannya saat ini. Setelah kami makan malam,aku memilih masuk lebih dulu ke kamar,setelah selesai aktivitas malamku dan berganti pakaian,aku langsung tidur. Tapi,entahlah dengan andi,akupun tak ingin tahu dulu tentangnya. Biarlah dia dengan dunianya dulu. Besok,baru aku pikirkan apa yang harus aku lakukan. Malam ini aku hanya ingin istrahat lebih awal.


Andi masuk ke kamar lalu mengunci pintu,aku masih bisa merasakan ciuman di keningku. Aku lanjutkan lagi seolah-olah aku sudah tidur pulas.


"Dek,kakak minta maaf,kakak khilaf dan kakak juga menyesalinya"


Aku langsung bangun dan duduk menghadap andi " maaf,khilaf dan menyesal?, kak!!!! apa kakak tahu rasa sakitku? luka bekas sesarku belum kering kak! aku masih merasakan sakit karena melahirkan darah dagingmu! aku bahkan hampir dinyatakan mati!,lalu dengan gampangnya kau minta maaf??? Kau biLang,kau menyesal,lalu kenapa kau terus tanyakan kabarnya,lalu kenapa kau selalu ingin mengantarnya pulang????" aku benar-benar marah pada andi,bahkan setelah itu aku menangis sekencang-kencangnya. Kemudian,aku melangkAh mengambil gawaiku lalu memanggil dan langsung terdengar jawaban dari sana.


"Halo,kenapa kak?" dia adalah adik ipar laki-lakiku satu-satunya. Aku juga tidak perna ada masalah dengannya.

__ADS_1


"Mama mana dek?,aku mau bicara" sambil menangis tersedu -sedu aku ceritakan pada mertua perempuanku itu.


"Mana dia sintyia? berikan hp itu padanya,aku berikan gawai itu padanya,lalu aku menarik selimutku sampai menutupi wajahku. Aku tak lagi mendengar pembicaraan mereka,cukuplah orang tuanya mengetahui kebobrokan yang anak sulungnya lakukan,dan aku juga tidak ada niat memberi tahu bahkan mengadu pada orang tuaku. Biarlah orang tuaku menganggapnya menantu idaman. Sampai kapan pun,kalau andi berbuat salah,aku hanya mengadukannya pada orang tua yang telah mendidik dan membesarkannya.


__ADS_2