
Setelah melalui banyak waktu berfikir,aku memutuskan untuk berdamai dengan hatiku. Ku maafkan segala salah dan khilaf suamiku,meski tak harus ku utarakan padanya bahwa aku telah memaafkannya. Anggap saja aku memberinya sedikit pelajaran agar tak lagi mengulang kesalahan yang sama. Biarlah,namanya juga manusia yang tak luput dari dosa dan khilaf.
.....
Sementara semua keadaan mulai berangsur membaik,aku dan Andi sepakat tidak akan menyinggung masalah demi masalah yang sudah lewat. Kami jalani hari-hari seperti biasanya.
Sebulan sudah lamanya setelah melahirkan,Aku dan juga Andi sepakat untuk pindah kos. Dan kami pun sudah sepakat memilih kos yang berada di tepi jalan besar,agar lebih dekat dengan tempat kerja,warung dan juga mini market jika suatu waktu tengah malam kami harus membeli sesuatu. Karena hari ini aku ijin off dan andi juga ijin masuk shift malam,maka kami pun memindahkan barang-barang kami ke kos yang baru. meski kecil setidaknya di sini aku gak takut karena dekat dengan keramaian. Sebelum siang,semuanya sudah selesai,rapi dan bersih.
Andi beranjak ke kamar mandi untuk memembersihkan dirinya,sementara aku mengambil kunci motor lalu keluar sebentar membeli makanan untuk makan siang kami.
Andi mendapat telepon dari saudaranya menanyakan kabar tentang suaminya. Tentu saja Andi merasa heran,apa yang terjadi pada saudara dan juga suaminya,sampai-sampai dia tidak tahu suaminya pergi kemana. Setelah menutup panggilan telepon,aku mendekati andi, "kak, jangan perna ikut campur rumah tangga adik-adikmu,masalah yang terjadi dalam rumah tangga mereka adalah privasi mereka,kecuali mereka yang meminta".
"Iya dek,kakak tahu,terima kasih sudah mengingatkan!"
"Aku hanya tidak ingin jika terjadi sesuatu pada mereka lalu menyalahkanmu kak,tahu sendirilah adik-adikmu" ucapku penuh penekanan."Kakak tahu sendiri mereka seperti apa,kakak bermasalah sama satu orang,yang musuhin 10 orang. Jadi,sebisa mungkin hindari".
"Iya dek,,,!" sambil memegang pucuk kepalaku lalu menciumnya.
Kami pun melewati hari demi hari,bulan berganti bulan tanpa ada masalah sedkitpun. Semakin kesini semakin bahagia.
Hingga suatu waktu tanteku,ipar dari mamaku menelpon memberitahu bahwa mamaku di bawa ke puskesmas karena tidak sengaja tersiram air panas. Saking terkejutnya,aku sampai tak bisa lagi berkata-kata karena mengingat kalau mama mengidap penyakit gula.
Setelah meminta ijin pada pimpinan melalui aplikasi hijau,aku segera menelpon angkot langgananku yang juga merupakan tetanggaku. Namanya juga naik angkot,lamanya di jalan lumayan. Hingga,aku sampai di rumah pukul 18 : 30 wita. Hendak rasanya langsung menemui mama yang sedang di rawat. Tapi,kembali tanteku melarang karena sudah larut. Kasian anakku kalau harus di tinggal. Ku urungkan niatku menjenguk mama,ku ambil gawaiku lalu memencet salah satu nomor yang ada di sana.
"Assalamu alaikum kak"
"Wa alaikumussalaam dek"
__ADS_1
"Iya kak,kenapa?"
"Dek,boleh minta tolong tanyakan mama bisa ke kota apa tidak?"
"Memang kenapa kak?"
"Kemarin,mamaku tersiram air panas,sekarang sedang di rawat di Puskesmas,aku mau minta tolong mama untuk jaga sulaiman di kos selama aku kerja sambil tunggu mamaku pulih dari lukanya".
"Oiya kak,nanti aku sampaikan,insyaa Allah besok aku telpon kakak,sulaiman dimana sekarang?"
"Sekarang masih di kampung,besok insyaa Allah,aku bawa ke kota".
....
Pagi-pagi sekali istri dari adik iparku ke rumah ibu mertuaku untuk menyampaikan pesanku.
Begitulah cara kami jika menyampaikan pesan atau berita yang kurang baik pada ibu mertuaku,karena orangnya gak bisa dengar kabar tidak baik pasti langsung teriak.
"Memangnya ada apa nak,kok mama di suruh jagain sulaiman di kos?,kan sulaiman ada sama mamanya sintia" jelas ibu mertuaku.
"Kemarin,mamanya kesiram air panas,dan sekarang sedang di rawat di puskesmas,karena yang terkena siraman air panas dari paha sampai kaki ma,,,"
"Astagfirullahal adziim,kok bisa nak?"
"Itu ma,,, mamanya sintia masak air panas kan pake tunggu kayu,pas airnya mendidih,mamanya sintia mau angkat buat air mandinya sekalian air mandi buat sulaiman,pancinya lepas dari tangannya ma,,,"
"Kalau gitu,kamu telpon sintia,kalau sulaimannya di bawa ke sini dulu gimana? soalnya mama banyak pengajian minggu ini,trus undangan juga tuh banyak mau di hadiri".
__ADS_1
"Iya ma,,, nanti aku telpon!"
Setelah menelponku,adik ipar kemudian menyampaikan kembali kepada ibu mertua. Ibu mertua kemudian menyuruh adik iparku untuk segera ke kota menjemput sulaiman.
Aku segera menghubungi Andi agar segera menyiapkan keperluan Sulaiman seperti susu dan diapers selama sebulan di rumah neneknya.
Aku pun bersiap-siap berangkat pulang ke kota. Tidak lupa,Aku mampir liat keadaan mama di puskesmas dan bertemu dokter yang menangani mama,alhamdulillah lukanya sudah agak kering. Dan di ijinkan pulang 1 atau 2 hari lagi. Aku minta maaf sama mama,karena sudah banyak merepotkan mama dan bahkan gak bisa jaga mama saat sakit kayak gini.
Setelah bicara dengan mama,aku pamit. Mama cuma pesan jangan sampai sulaiman tinggal lama di rumah neneknya.
Aku iyakan permintaan mama,agar mama juga gak terlalu kepikiran sulaiman terus.
Dengan berat hati aku meninggalkan mama yang sedang di rawat. Bukan tidak peduli dengan mama,tapi mama dan ayah selalu menekankan pada anak-anaknya terutama aku yang nota bene anak perempuan satu-satunya. Kalau sebagai anak perwmpuan yang sudah menikah harus lebih mengutamakan suami dan anak-anaknya dari apapun tidak terkecuali orang tua.
Itulah orang tuaku yang sangat menghormati yang namanya laki-laki terlebih berpredikat suami.
Pukul 13:00 kami sampai di kota, di sana sudah ada adik iparku yang menjemput sulaiman. Sambil menunggu jemputan mobil rental,aku segera ke toko roti untuk membeli beberapa potong roti buat ole-ole.
Sebelum pulang,adik iparku sempat bercerita tentang hubungannya dengan sang suami. Aku hanya sebagai pendengar yang baik untuknya,aku tidak ingin nantinya memberikannya sebuah solusi tapi bukannya memperbaiki malah memperkeruh.
"Aku gak tahu harus bilang apa,karena kamu juga tahu sendiri bagaimana hubunganku dengan kakakmu kemarin,aku cuma bisa bilang untuk saat ini,kamu cukup bersabar saja,siapa tahu dengan sabar yang kau jalani,kau akan temukan jalan keluar masalahmu".
"Iya,makasih sudah mau dengarkan masalahku,setidaknya ada beban yang keluar meski sedikit,karena aku juga tidak tahu mau bicara dengan siapa lagi".
"Aku juga minta maaf,karena harus merwpotkanmu datang jauh-jauh menjemput sulaiman!"
"Gak papa... Aku juga senang,paling tidak sulaiman akan memberiku hiburan di kala masalahku yang pelik".
__ADS_1
Setelah menunggu,tibalah waktunya mereka berangkat. Setelah mobil yang di tumpangi berlalu meninggalkan halaman kos,aku beranjak masuk dan membersihkan kos,berharap rasa bersalah pada mama,anak dan juga adik iparku tadi sedikit berkurang.