
Setelah sulaeman di jemput sendiri sama ibuku,aku kembali pada rutinitasku setiap hari dengan fokus pada kerjaan dan juga demi susu dan diapers untuk sulaeman. Sebisa mungkin aku akan utamakan anakku diatas segala-galanya,pakaian-pakaian import untuknya. Aku tak perna mengurangi gajiku untuk keperluan lain,karena memang kami sudah sepakat,khusus gajiku akan aku habiskan untuk sulaeman semata.
Hari ini andi tidak masuk kerja karena sakit,dan aku pun selepas jam kasir minta ijin tuk mengantar andi ke rumah sakit untuk berobat. Setelah dokter memeriksa andi,dokter menyarankan untuk opname. Karena harus ambil dahak pagi untuk di cek. Sebelum aku menyetujui apa kata dokter,segera aku mengambil gawaiku dan memencet nomor Nur.
"Halo Nur,mama ada?"
"Ada,ni bicara aja,mama ada di dekatku!" Begitula sikap mereka setiap kali aku menelpon dan ingin bicara pada ibu mertuaku.
"Halo Ma,,,, Mama bisa ke kota gak? nanti aku yang bayarin rentalnya!" pintaku penuh harap.
__ADS_1
"Ada apa? kalian baik baik saja kan?!" tanya ibu mertuaku penuh selidik.
"Iya ma,,, Andi tadi pagi sakit dan harus diopname,mama bisa bantu gak jagain dia di rumah sakit,supaya aku gak bolos kerjanya,soalnya kalau aku bolos takutnya susu sama diapers sulaeman gak cukup ma!?"
"Tapi,mama masih ada undangan pesta dan pengajian,mama gak enak kalau harus ditinggal"
Ke esokan harinya,iparku menghubungiku lagi,aku sangat senanh,karena aku pikir ibu mertuaku berubah pikiran,dan ternyata aku salah. Mereka menghubungiku karena ingin menyuruhku pergi mengambil sesuatu yang mereka beli secara online. Sungguh adik ipar yang baik,di saat kakaknya sedang dirawat,bukannya memberikan semangat buat sembuh malah bersikap acuh tak acuh.
Sebenarnya keluarga Andi masih menganggap anak sulung atau kakak sulungnya masih ada apa tidak sih? "itulah yang ada dalam benakku,karena sudah dua kali aku meminta bantuan ibu mertuaku selalu saja menolak dengan alibi yang sama. Apa sepenting itukah menghandiri sebuah undangan pesta perkawinan daripada harus menunggui seirang anak? Aku tak habis pikir.
__ADS_1
Terdengar salam dari pintu rawat inap,aku menengok dan melihat sepupuku datang dan menawarkan bantuan. Dia adalah dani seorang mahasiswa tarbiah di IAIN, dia sengaja datang karena di telpon adikku,karena adik-adikku akan datang untuk melihat kondisi Andi besok pagi di hari minggu. Maklumlah,kami berasal dari keluarga miskin,maka setiap harinya harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadi tidak heran kalau adik-adikku hanya punya waktu di hari minggu.
"Kakak kalau mau masuk kerja,masuk aja sebentar,nanti aku yang nungguin kak andi. Lagian juga mata kuliahku kosong kak,2 hari nanti. Kakak pulang aja ke kos terus masuk kerja". Yah,namanya kerja du swalayan memang gak ada hari liburnya.
"Baiklah,makasih dek!
" Iya kak!"
Karena di Rumah sakit sudah ada dani yang nungguin Andi,aku pun bergegas Pulang ke kos membeesihkan diri lalu siap -siap masuk kerja. Tak lupa aku menelpon ibuku bertanya keadaan sulaiman. Sengaja aku minta adik-adikku untuk tidak memberi tahu ke ibu kalau Andi sedang di rawat,takunya mama khawatir dan memaksakan diri datang untuk melihat menantunya. Yah,ibuku adalah seorang ibu yang luar biasa. Tak perna marah jika ada yang fitnah dia,khawatir yang berlebihan juga adalah sifatnya. Beliau pasti akan datang kalau tahu Andi di rawat.
__ADS_1