BINGKAI RETAK

BINGKAI RETAK
Hadiah dari Tuhan


__ADS_3

Hari ini masuk delapan belas bulan usia pernikahan aku dan andi. Dan hari ini aku ijin gak masuk kerja karena kurang enak badan. Entah mengapa sudah seminggu aku gak bisa kena matahari,bahkan aku merasa mual jika angin terlalu mengenai hidungku. Andi mengajakku tuk periksakan keadaanku ke klinik. Tapi,aku bahkan membuka mata saja akan merasa pusing.


Ku ingatkan andi untuk segera mandi dan bersiap untuk berangkat kerja. Andi seperti enggan meninggalkanku sendiri dalam keadaan sakit. Tapi aku memaksanya dan memintanya untuk tidak usah mengkhawatirkanku. Aku menekankan bahwa aku baik-baik saja. Lalu andi pun berlalu dengan sepada motor. Setelah jam kerja sudah hampir selesai,ku coba mengirim pesan pada andi agar membelikanku jamu botol K*****i pegel linu dan datang bulan. Kebiasaanku sejak masih gadis,aku lebih memilih meminum jamu itu jika sakit badan ketimbang harus memanggil atau mendatangi tukang pijit.


"assalamu alaikum dek,,!"


"wa alaikumussalaam kak!


"makan dulu yuk,sudah jam segini kamu belum makan" ajak andi sambil menata makanan di atas piring. Kakak,makan aja dulu! aku belum lapar,malah aku pengen minum jamunya sekarang" .


"Makan aja dulu,ayo kakak suapin" sambil membantuku duduk.setelah makan,aku segera meraih sebotol jamu lalu meminumnya,berharap besok pagi badanku akan kembali seger. Tapi yang terjadi malah sebaliknya,aku bahkan seperti melayang-layang. Ku baringkan lagi tubuh ini di atas kasur dan berharap akan lebih baik. Kembali ku buka sebotol jamu lalu segera meminumnya,mungkin semalam efek jamunya kurang karena di minum setelah makan,fikirku sambil merebahkan lagi tubuh ini. Tiba-tiba aku mengingat bahwa bulan ini aku belum dapat tamu. Segera,ku bangunkan andi yang masih tertidur setelah sholat subuh tadi.


"Kakak,bangun dulu sebentar!"


Andi terbangun sambil mengucek matanya dan berkata "kenapa dek,kamu gak kenapa-kenapa kan dek,maaf kakak ngantuk banget tadi,jadinya ketiduran kayak tadi".


"Coba deh kak,kakak keluar cari apotik,minta tolong beliin tespek!" andi kemudian terbelalak menatapku.


"okay,,,! " lalu segera bangkit untuk mengganti sarung dengan celana.

__ADS_1


BEberapa menit kemudian Andi datang membawa sebuah tespek. Aku pun segera mengambil dan langsung membawa alat itu ke dalam kamar mandi. Setelah menunggu 5 menit,ku angkat dan ku lihat hasilnya "positif" entah aku harus bahagia atah tidak,aku melangkah keluar menemui andi yang harap-harap cemas. Bukan karena aku tak ingin punya anak,tapi kan semalam dan baru beberapa waktu lalu aku minum jamu.


"Yaa Allah,ampuni aku karena tidak mengetahuinya!" pintaku dalam hati. Aku juga melihat andi sudah menunggu hasilnya.


ku berikan alat tes kehamilan itu pada andi,tentu saja dia bingung.


"Kak,,, positif,aku hamil!"


"serius kamu dek!?"


"iya kak,dan saya tidak tahu kalau beberapa hari pusing yang ku rasa karena hamil"


andi menarikku dalam pelukannya," terima kasih ya dek,tidak lama lagi akan ada yang panggil kita mama dan papa" diciumnya kening ini berkali-kali.


"iya dek,kita rahasiakan sj dulu!"


"kak,,, kalau aku hitung dari masa haidku harusnya ini sudah jalan dua minggu,dan aku tuh tadi baru sadar kalau bulan ini belum dapat,makanya sontak aku bangunkan kakak tadi".


"iya gak papa dek,,, kakak malah senang lo dek,gak sabar liat wajah dia"

__ADS_1


"iya kak,aku juga" pelukannya belum juga dilepaskan,tiba-tiba ususnya minta di isi.


"dek,kamu mau makan apa,kakak ingin keluar nyari makanan dulu"


" aku pengen soto ayam lamongan kak!" dilepaskanya pelukan lalu dia menciumku beberapa kali kemudian andi mengganti pakaiannya.


"baiklah,tunggu sebentat yo,,,!"


setelah menunggu kurang dari tiga puluh menit andi pun datang,dia langsung menata makanan lalu kaki makan sebagai sarapan pagi ini.


Tiba-tiba pesan masuk di telpon selulernya "besok mama ke kota,kirim alamatmu!"


"berikan saja nomorku ini pada sopir rental yang ditumpangi mama!"


tak ada lagi jawaban dari sana.


"Gak papa,kan cuma mama kan yang kemari? atau saudaranya kakak juga ikut?"


"itu sudah pasti dek,mana mereka mau nengok kakak kalau mama gak ke sini juga!"

__ADS_1


"Biarlah kak,nanti kalau mama di sini jangan beraikap seperti ini ya,,,"


"hemmm,,, "


__ADS_2