BINGKAI RETAK

BINGKAI RETAK
aku atau dia yang akan bertahan


__ADS_3

#17


Aku seolah bermimpi buruk,tapi kemudian aku sadar,mungkin kesalahan tidak sepenuhnya ada pada andi dan nita,tapi juga ada padaku. Mungkin saja aku sebagai istri belum sempurna di matanya andi,atau mungkin aku tidak bisa memuaskannya di ranjang. Seolah duniaku berputar-putar,serasa aku sudah tak sanggup harus memikul beban ini terlalu lama. Sepulang kerja,aku bergegas untuk kembali secepatnya ke kos,aku berencana akan menelpon orang tua andi yang tidak lain adalah mertuaku.


"Halo ma,,,,!"


"Iya,halo nak! Bagaimana keadaan kalian?" tanya ibu mertuaku.


"Anak mama alhamdulillah baik dan sehat ma,aku ingin bilang sesuatu sama mama. Tapi,aku juga minta maaf kalau nantinya mama akan kecewa sama sintyia!"


"Kamu mau ngomong apa nak?,begitulah hidup nak,kadang kita bahagia kadang juga kita sedih,tinggal pintar-pintarnya kita saja nak"


ucap ibu mertuaku menasehati.


Ku biarkan dia dengan segala ucapannya. Namun setelah itu,aku memotong ucapannya "ma,maaf ! tolong minta anak mama untuk mengucapkan talak padaku lalu urus sj perceraiannya".

__ADS_1


Seketika ibu mertuaku tak bersuara tapi panggilan juga tidak di matikan.


"ma!!! maafkan kalau aku tidak bisa kuat menjalani ujian ini!"


Kumatikan panggilan lalu meletakkan gawaiku di atas kasur. Aku berbaring hingga tertidur. Entah sudah berapa lama andi berada di sisiku,aku terbangun karena merasa ada yang menyentuhku. Ku lihat tangan andi melingkar di perutku,perlahan kuturunkan agar dia tidak sampai bangun dan mulai mengajakku bicara. Diri ini hanya lelah selama 3 hari berpikir keras. Kalau bisa memilih,biarlah aku kerja sendiri untuk mencari cuan agar susu dan diapers anakku terpenuhi. Karena memang alasan awal aku tetap ingin bekerja adalah agar anakku tidak perna kekurangan. Setiap tanggal gajian,list belanjaan anakku sudah aku buat,memang gajiku,aku khususkan untuk keperluan anakku. Gaji andi untuk keperluan lain,tapi dengan adanya masalah ini,aku rasa aku harus bicarakan dengan andi terlebih dahulu.


...


pagi-pagi aku berangkat bersama andi,aku malas berdebat,jadi ku terima saja tawarannya untuk berangkat bareng. Sesampainya di swalayan,aku di kejutkan dengan kabar kalau si Nita sudah di keluarkan oleh ibu pimpinan yang bertanggung jawab pada karyawan perempuan. Entahlah,alasannya apa,namun aku sedikit lega. Walau nantinya aku pun tak luput dari ocehan pimpinan,syukur-syukur kalau tidak di pecat juga.


Hingga jam pulang pun tak ada panggilan yang ku dapat,aku tak henti-hentinya bertanya dalam hati,apa yang terjadi? "Apakah kemarin sewaktu aku menegur Nita di luar jam kerja ada yang mendengar dan melaporkannya? " pikirku penuh tanya.


Sebelum melangkah pulang,aku dikejutkan oleh andi yang tiba-tiba datang lalu mengajakku pulang bersama lalu ke anjungan pantai. Tentu saja aku tidak akan menerima begitu saja tawarannya. Di hati ini masih sisa luka yang terlalu sakit tapi tidak berdarah. Sesampainya di kos,aku tak lantas berganti pakaian,aku bertanya pada andi. "Apa maumu sekarang?"


"Mau aku adalah tetap bersamamu,memperbaiki semuanya!,aku juga minta maafmu atas kesalahanku kemarin".

__ADS_1


"Dengar baik-baik,hati ini terlalu sakit,kau pikir dengan kata maaf akan sembuh? tidak andi,kepercayaanku padamu sudah runtuh!"


Ku lihat andi diam tak bisa berkutik, "tapi sebagai manusia,aku bisa saja memaafkanmu,tapi tidak untuk melupakan prilakumu.


"Lalu apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkanku dek?"


"Kembalikan kepercayaanku padamu,bagaimana pun caranya!"


"Bantu aku dek,bantu kakak supaya bisa cepat mengembalikan kepercayaanmu!"


sambil menangis dia berucap. Entah mengapa,setelah berbicara pada andi,bebanku seperti hilang,tinggallah kerinduan pada anakku. Andai waktu bisa ku tarik ulur,aku pastikan aku memilih merawat anakku sekarang.


Setelah mandi,andi bergegas memakai pakaian rapi tidak lupa memintaku juga bersiap-siap. Alasannya,dia sudah terlanjur janji pada mbak sri akan makan bareng di anjungan pantai,walau hanya sepiring stik pisang dan segelas cappucino panas.


Kami hanya berempat,waktu kami habiskan dengan mengambil gambar dan bergurau,hingga waktu menunjukan pukul 11 malam.

__ADS_1


__ADS_2