
#6
setelah seminggu menikah,aku dan andi memutuskan untuk mencari suasana baru,kami berencana pinsah kos,sepulang kerja andi menjemputku dengan sepeda motor milikku yang ku cicil sejak belum mengenal andi sama sekali. setelah berkeliling cukup lama,akhirnya kami menemukan kos yang dekat dengan tempat kerja andi. lumayan luas,terdiri dari 2 kamar tidur,1 kamar mandi,ruang makan dan ruang tamu.sewanya pun sangat murah,hanya 500rb per bulan,sudah termaksud air dan listrik. tentu saja aku senang dengan hal itu,itu berarti kami akan memiliki lebih banyak sisa gaji. tiga hari waktuq membersihkan kos yang baru dan memindahkan barang-barang yang ada di kos kami sebelumnya,tidak lupa aku juga menambah alat dapurku karena masih kurang lengkap.
hari sudah malam,sebentar lagi andi pulang. aku tidak mau andi mendapatiku berpakaian lusuh dan belum mandi.segera saja ku sambar handuk lalu segera mandi. Benar saja,sekitar 15 menit setelah mandi,andi datang menenteng sebuah kresek yang isinya pasti pesananku tadu sebelum berangkat kerja. setelah andi membersihkan diri,kami makan malam bersama,setelah makan,andi berkata"dek! di tempatku ada lowongan kasir,cocok buatmu. kalau kamu tertarik,buatlah lamaranmu,nanti aku yang serahkan ke temanku". setelah berpikir,benar juga ya,kenapa tidak ku terima saja tawaran suamiku,kan bisa lebih hemat lagi".pikirku.
Andi berangkat kerja pukul 8 pagi dengan membawa berkas lamaranku. aku antar suamiku,setelah sampai depan tempat kerjanya,aku salim tangannya,kemudian berlalu untuk memberikan surat pengunduran diriku di resto. keputusan untuk resigne dari resto itu cukup berat bagiku,karena dari situlah awal ku bekerja setelah lulus SMA.
hari ketiga aku jadi pengannguran membuatku gelisa berada dalam kos berlama-lama. mungkin karena sudah terbiasa kerja.
kring!!
dengan segera ku geser tombol hijau dilayar
__ADS_1
"halo,dengan sintyia?" tanya orang yang ada di seberang sana.
"iya,dengan saya sendiri,maaf dengan siapa ya"
"besok bisa masuk untuk training kasir di swalayan s*******t,ditunggu jam 7:30,cari atas nama mbak sri ya,kalau sudah sampai"
"Baik,terima kasih" alhamdulillah,aku tak perlu berlama-lama berdiam diri dalam kos.
sementara di rumah mertuaku sedang meributkan masalah aku berhenti kerja. Pada dasarnya mereka tidak menyukai aku kalau tidak membantu mencari nafkah,bagi mereka uang di atas segala-galanya.
"iya,sudah bagus sama-sama kerja,bisa hasilkan uang banyak" timbal kakak dari si bungsu,latifah.
"ya sudah,telpon saja sintyia suruh cari kerja lagi,atau masuk aja lagi di tempat kerja yang lama,bilangin jangan cuma mau enaknya saja terima gaji suaminya!!!" kata adik ipar yang bernama Mega.
__ADS_1
entah sejak kapan mereka mulai melihat semua dengan uang,padahal waktu bertemu pertama kali mereka semua bersahaja,atau jangan-jangan sebenarnya hanya kepalsuan belaka?.
Waktu sudah menunjukan pukul 20:00,berarti sebentar lagi pulang. Kupersiapkan semua makanan di atas talam/baki (kebiasaan kami di kampung) agar begitu andi selesai bersih-bersih bisa langsung makan malam. Akupun tak lupa membersihkan diri agar suami makin betah.
suara ketukan di pintu mengangetkanku,karena lagi asyik menikmati tayangan Tv komedi. segera ku berlari membukakan pintu,terlihat senyum yang begitu aku rindukan seharian ini,ku salim tangannya,diapun mencium keningku. setelah makan malam,kami lanjutkan menonton Tv. andi duduk di atas springbed dan aku lebih memilih menyandarkan kepalaku di pinggir kasur springbed,sambil tangan andi mengelus elus kepalaku. Entah mengapa,aku sangat senang jika kepalaku dielus-elus.
"dek,besok hari pertamamu kerja di tempatku,semoga kamu bisa lepas training dan jadi karyawan tetap ya dek".
"aamiin,bantu doanya ya kak...! eh,di sana banyak cewe gak?"tanyaku seketika...
"gak,,, yang cewe cuma kasir 4 orang dan admin 2 orang"
"pasti cantik-cantik ya kak,,,?! aku jadi minder kalau mereka cantik-cantik,apalagi dengan diriku yang tidak suka dandan.."
__ADS_1
"gak usah di pikirkan tang begituan,cukup kerja dengan baik,yang lain pasti lewat" kata suamiku andi sambil memainkan matanya.
"gombal,,, pasti ada maunya nih..." ku cubit pinggangnya... dan kamipun melewati malam ini dengan banyak menguras tenaga.