BINGKAI RETAK

BINGKAI RETAK
Bersimpuh


__ADS_3

#16


Sebenarnya apa yang terjadi pada andi sampai dia tega berbuat begitu? Aku yang merasa tak perna menolak jika di ajak ibadah suami istri,aku juga tak perna bermain dengan laki-laki lain dan aku pun tak perna berkata kasar padanya. Aku bingung setengah mati dengan sikapnya sekarang. Ternyata,aku belum mengenal suamiku seutuhnya.


Dalam kebingunganku,aku terdiam! aku menarik selimut menutupi wajahku,rasa kecewa dan sakit yang kurasa tak bisa lagi ku bendung. Dan di tengah-tengah aku memikirkan nasib rumah tanggaku yang entah mau ku bawa kemana,tiba-tiba andi mendekatiku lagi dan memintahku duduk dan mendengarkan penjelasannya,namun tak ku indahkan.


Entah apa yang dikatakan ibunya pada anaknya itu,sehingga membuatnya mencari segala cara memintah maaf padaku,namun aku tak bergeming bahkan untuk membuka selimut yang menutupi wajahku saja aku malas. Dan pada akhirnya karena merasa haus,aku berdiri lalu hendak menuju dapur mengambil air,tapi dengan cepat andi memegang kakiku lalu dia bersimpuh,meminta maafku. Dengan sekuat tenaga aku menarik kakiku lalu ku katakan padanya " aku bukan ibumu yang harus kau cium kakinya!"


"Tapi kakak tidak tahu lagi dengan cara apa agar supaya adek mau memaafkan kakak".


Ku usap air mataku yang dari tadi membanjiri pipiku "mulai sekarang,jangan perna sentuh aku,anggap saja kita berteman dan tidak ada ikatan antara kita,kakak bebas melakukan apapun tanpa tekanan dari aku,begitupun sebaliknya,hanya dengan cara itu kita akan tahu,apakah kita masih saling menyayangi atau memang kita berdua sudah bosan satu sama lain. Dan aku mohon,saat aku tidur jangan ganggu aku,karena mungkin aku hanya bisa tertidur beberapa jam saja".


"Lalu harus dengan cara apa agar kakak bisa kau maafkan dek!? kakak benar-benar menyesalinya!!!"


"Aku sudah memaafkan tapi tidak untuk melupakan,karena aku rasa yang kakak lakukan ini sudah di luar batas,dan jika kakak ingin hubungan kita seperti dulu lagi,kembalikan kepercayaanku padamu,karena jujur saja,sekarang aku bahkan tak percaya kau menyesalinya".


"Tapi,kakak mohon bantu kakak dek!"


"Tidak!!! karena waktu kakak berani minta nomor janda itu,kakak tidak ada bantuan dari siapapun. Jadi lakukan saja sendiri,sampai kai bosan lalu kau pergi jauh dariku!" aku benar-benar muak..


"Baiklah,kakak akan kembalikan kepercayaamu padaku dek!" Andi pun berdiri dan memelukku,tapi aku mundur beberapa langkah sehingga dia mengerti bahwa aku tak ingin di sentuh.


Aku berlalu kembali ke atas kasur dan berusaha tidur.

__ADS_1


.


.


.


 


Keesokan harinya,aku terbangun pukul 04.00,aku sengaja gak tidur lagi,agar gak kesiangan. Aku mulai memasak untuk bekal dan sarapan,walau merasa sakut atas perlakuan andi,tetap saja sebagai istri harus melayaninya kecuali yang satu itu.


Setelah selesai,aku kemudian mandi dan sarapan lebih awal. Karena mulai rencananya hari ini aku akan jalan kaki ke tempat kerjaku,lagian juga dekat cuma sekitar 15 menit aja kalau jalan kaki.


Sebelum berangkat,ku sempatkan atur alarm agar andi terbangun,jangan sampai dia terlambat. Karena jika andi yang terlambat atau sebaliknya,maka aku juga yang jadi sasaran kemarahan bos. Apalagi mereka sepertinya sudah tahu masalahku dengan andi dan anak baru itu.


Setelah masuk,aku langsung menghitung uang kas yang disiapkan lalu menyalakan komputer.


Tak terasa waktu pergantian kasir,aku segera mencatat segala pengeluaran dan sisa uang koin dalam laci,setelah itu ku berikan pada kasir penggati. Begitulah setiap harinya,cuma kayaknya hari ini beda aja,karena aku melakukannya agak lambat.


Setelah menyetorkan uang ke kantor,aku ijin istrahat. Sengaja aku istrahatnya di luar agar tidak bertemu andi saat makan. Tapi sayangnya,andi juga mengikutiku.


Usai makan,buru-buru aku masuk kembali dan menyelesaikan sisa kerjaanku,tidak lupa menyetor laporan barang keluar dari gudang.


Sayangnya,saat ingin menyetorkan laporan,mbak dee gak ada,terpaksa aku titip pada kepala gudang yaitu andi.

__ADS_1


"Kak! minta tolong berikan sama mbak dee,,,! Aku berlalu setelah andi menerima kertas yang aku sodorkan,tanpa menunggu andi bicara.


Waktu pulang pun tiba,aku pamit paling awal.


Aku duduk sambil memainkan gawaiku di pintu keluar. Aku sengaja berdiri di sana menunggu janda itu keluar. Benar saja,dia melewatiku,segera ku tarik tangannya dengan kasar,sehingga dia terkejut.


"Hei,aku bingung mau bicara dengan cara apalagi denganmu,aku bicara sopan dan lemah lembut kemarin,ternyata kamu masih nekat menghubungi suamiku. Apa maumu,apa perlu aku menyakitimu dulu baru kau mengerti. Besok,saya pastikan kau akan aku laporkan pada pimpinan,kita lihat besok,kau atau aku yang keluar!" kataku penuh tekanan dan amarah.


Ku biarkan dia pergi,ku tatap punggungnya. Memang dia cantik,tapi bodynya bagusan bodyku sih. Ah,dasar laki-laki,katanya terima istri itu apa adanya,pas lihat yang bening sedikit saja,biar kata janda di embat juga.


Biarlah ku bawa sakit ini dengan bekerja. Karena terlepas dari rasa sakit ada anakku yang butuh susu dan diapers juga pakaian yang bagus.


Setelah menegur janda itu,aku sedikit lebih lega,karena amarahku juga sudah berkurang banyak. Jadi,aku bisa sedikit bersikap santai dengan masalah yang tengah aku hadapi. Biarlah waktu yang akan menjawab rasa sakit ini akan jadi apa nantinya.


Aku pulang ke kos pun tak menunggu andi,aku langsung mengambil langkah seribu agar sampai di kos lebih cepat. Aku tak ingin menegur atau ditegur oleh andi,aku harus mandi dan sholat kemudian tidur cepat,walau sebenarnya mataku tak bisa tertutup.


Apa yang harus aku lakukan jika nanti andi bertanya padahal aku sendiri tak ingin menjawab. Terdengar pintu terbuka.


"Dek,kenapa gak nungguin kakak sih,kamu masih marah sama kakak?"


"Sengaja,biar bebas antar jemput janda!!!" kataku lalu menutup kuping dan mataku. Biarlah andi mengira aku masih sangat marah,biar dia tahu diri sudah punya anak dan istri. Dia harus berpikir jernih,kalau sikap dan kelakuannya tak punya adab. Dia hampir saja terjerumus,bodohnya lagi,aku malah ngasih kepercayaan penuh pada dia. Padahal,dia sendiri tidak percaya sama dirinya sendiri.


pukul 04.00 pagi aku kembali terbangin,segera aku berwudhu lalu sholat tahajjud,aku berdoa "jika memang umur rumah tanggaku sudah tidak berjodoh lagi dengan andi,maka hamba mohon tunjukanlah yang terbaik ya Robb" pintaku penuh khusyuk.

__ADS_1


__ADS_2