
#7
Hari pertama kerja di tempat yang sama dengan suami sangatlah menyenangkan,pergi bareng pulangpun bareng. di perjalanan pulang kami memutuskan membeli makanan jadi,karena hari ini hari yang sangat melelahkan. Sebenarnya jam pulang kami berbeda,aku pulangnya jam 5 sore,tapi ku bela-belain menunggunya agar tidak menambah biaya transportasi.
sesampainya di kos,setelah bersih-bersih dan berganti pakaian,kami makan makan malam lalu istrahat. banyak hal yang kami bicarakan tentang hari ini,hari pertama sebagai rekan kerja jika sedang berada dalam lingkungan kerja,dan status suami istri kami sematkan kembali jika jam kerja sudah selesai. Itulah yang selalu diingatkan oleh pimpinan Swalayan kami.
"Dek!, kok kamu bisa sesantai itu di tempat kerja,seperti kamu tidak mengenal kakak sama sekali,kakak seperti asing bagimu".
__ADS_1
"Kak,sebisa mungkin aku harus profesional jika berada dalam Swalayan,aku cuma tidak ingin KO dan Ci melihatku keganjenan jika terus-terus mepet atau selalu mengajak kamu ngobrol". Bukan cuma sekarang sikapku seperti itu,bahkan! selama aku bekerja di resto,sedikitpun aku tak perna menyinggung pribadiku apalagi orang lain,dan itu semata-mata karena aku tak ingin berada dalam privasi orang lain dan akupun tak ingin privasiku diganggu. Bagiku,tempat kerja adalah caraku berolahraga dengan segala aktivitas tanpa ada yang terlewatkan,dan setelah berada di luar aku akan menggunakan waktuku untuk istrahat termaksud tidak memikirkan pekerjaan. Ternyata,suamiku belum tahu istrinya adalah seorang pekerja keras dan bertanggung jawab.
Sebulan telah berlalu,akhirnya hari gajian pun tiba.aku sengaja mengikuti tanggal gajian pegawai lama,agar aku tak perlu melapor sendiri jika tiba tanggal gajian. gaji awalku cukup memuaskan karena langsung mengikuti UMR,begitupun suamiku. Yang membedakan hanyalah bonus yang kami terima.Ternyata,di sini setiap karyawan yang rajin masuk dan di nilai dari cara kerjanya masing-masing akan mendapatkan bonus yang berbeda-beda tentunya. Aku sangat mengapresiasi Swalayan ini tentunya. Sepulang kerja, Semua karyawan senior membicarakan cafe mana yang akan mereka tuju nanti malam,aku pun tak luput dari ajakan mereka, tentulah aku menerima tawaran mereka.
"Tyia,,, kamu ikutkan?,nanti kumpul di sana jam 8 malam,jadi Andi juga bisa ikut"kata admin kami yang nama Dee.
tepat jam 7 : 30 andi pun pulang, "dek,,, kita jadi ikutan mereka ke cafe?"
__ADS_1
"iya kak,tadi mereka ngajak kita,tapi kita singgah di kos dulu ganti baju ya!" pintaku pada suamiku. Dan suamikupun mengangguk tanda setuju,karena memang cafe yang kami tuju melewati kos yang kami tempati saat ini.
sesampainya di cafe,setelah memesan makanan masing-masing kami bercanda dan dari situlah aku bisa membaca karakter masing-masing rekan kerjaku,mulai dari admin,kepala gudang dan sesama kasir. Tidak sulit bagiku untuk berbaur lebih akrab lagi karena mereka semua sangat baik dan toleransi,meskipun ada diantara mereka yang punya sifat sedikit keras dan muda tersinggung,tapi untungnya mereka bisa menempatkan diri di saat bercanda seperti ini. bahkan setelah selesai makan kamipun berpamitan satu sama lain,karena besok adalah hari minggu,mereka memutuskan tuk lari pagi bersama besok di anjungan kota. kamipun setuju.
ke esokan harinya selesai sholat subuh,aku dan suamiku berangkat dengan pakaian olahraga lengkap menuju anjungan kota. Disana yang lain sudah berkumpul. Setibanya di sana kami mulai lari 6 putaran tentunya setelah kami melakukan pemanasan terlebih dahulu. setelah di rasa cukup kami pun istrahat sejenak sambil menikmati beberapa jajanan di sana sebelum kami pulang. Karena waktu tinggal 1 setengah jam lagi untuk masuk kerja,maka kamipun pulang lalu melanjutkan ke tempat kerja. Ternyata di tempat kerja mereka sudah heboh melihat hasil jepretan yang hasilnya sangat bagus,"tyia,,, kayaknya selain kamu handal jadi kasir,ternyata kamu lebih handal mengambil gambar" kata whanda,salah satu admin kami. aku hanya bisa tersenyum dan melirik ke arah andi yang sudah sejak tadi duduk di sampingku.
"masuk yuk,,, kurang lima menit lagi lo",ajak mba sri dan dijawab oleh kami dengan agukan kepala.
__ADS_1
"pagi Ko,pagi Ko" sapa kami bergantian pada sang pemilik swalayan yang menjawab sapaan kami dengan senyum seperti lee min ho. Memang tak bisa dielakkan keganntengan pimpinan kami. bahkan bila di sandingkan dengan semua Ko yang ada di kota kecil ini,maka bisa di pastikan pimpinan kami berada di angkah satu sebagai pemenang.