
kesehatanki sudah berangsur membaik,mungkin saja karena pengaruh hamil anak pertama,semangatku menggebu-gebu. Dan hari ini ku putuskan masuk kerja lagi dan beraktivitas seperti biasanya. Hari demi hari ku lewati meski sesekali merasakan mual,tapi iru saMa sekali tidak membuatku lelah. Kandungan yang menginjak tri semester sangat membuatku seperti sudah menjadi wanita sesungguhnya meski waktunya masih lama. Karena perutku juga belum kelihatan seperti orang hamil,setiap kali muntah,rekan-rekanku malah nyuruh minum obat maag,dan sebagian lagi melarangku meminum kopi favoriteku,karena katanya maag sangat berpantangan dengan kafein.
Begitulah setiap harinya,aku dan dan andi setiap pulang kerja selalu mampir untuk membeli makanan jadi,sepotong ayam goreng dan nasi. maklum selama hamil rasa malas kian melanda,bawaannya kalau di kos pengen tidur aja,ngantuknya gak ketulungan. Hingga pada suatu ketika aku tidak tahu apa salahku,aku di panggil menghadap ke ruangan Bos,di sana aku tidak dipersilahkan duduk,aku hanya berdiri di samping pintu masuk. Bosku sangat marah,bahkan sempat dikatakannya "Kamu kerja di sini,niat kamu apa? kamu mau sukses bersama kami atau mau membuat kami bangkrut?" aku putuskan untuk terus mendengar ocehannya,tak perna ku balas makiannya padaku.Hingga jam pulang pun dia masih saja memarahiku,walau pada akhirnya aku tetap tidak berkata apa-apa setelah beliau mengijinkanku pulang bersama karyawan lainnya. Mereka yang melihatku di marahi,karena memang kantor dan ruang admin bersebelahan cuma ada kaca yang transparan yang di jadikan dinding,bertanya padaku ada apa. "Apa yang harus ku jawab pada kalian,aku masuk ke kantor bos sudah marah,bahkan sekedar mau bertanya saja tidak diberi celah,makanya aku diam".
"Dia memang seperti itu,selalu melampiaskan masalah pada orang lain" Dee admin senior angkat bicara.
"Besok kan tanggal gajian kita,besok jika giliranku masuk kantor,akan ku tanyakan apa sebabnya aku di marahi,tapi akan aku cari tahu sam bos perempuan,itu yang akan aku lakukan".
"memangnya kamu gak takut kalau bos perempuan ikutan marah?"
__ADS_1
"Gak,yang penting di mana salahku,aku tahu,agar tidak mengganggu pikiranku saat kerja". Aku pamit pulang lebih awal dari mereka,rasanya berdiri lama di dalam kantor tadi,lumayan membuat kakiku pegel.
Sesampainya di kos,aku langsung membaringkan tubuh di atas kasur sambil menatap langit-langit, tiba-tiba pesan masuk di gawaiku, "eh perempuan,kakakku itu sudah kerja siang malam,gajinya kamu ambil semua,kamu pakai berfoya-foya,jadi perempuan ya nabung toh!" Rasanya ingin sekali aku balas memakinya,tapi aku memilih menghapus pesannya ketimbang mengsejajarkan diri sama dia. Aku memilih menyimpan sendiri kata-kata yang menyinggung hati ini,biarlah andi tidak mengetahuinya. kasian dia kalau harus memikirkan hal kecil seperti itu. Tapi,bari saja aku memghapus pesannya,pesan lain muncul dengan nomor yang berbeda,tapi mengenal pemilik nomor itu,karena namanya sudah aku save sewaktu aku berkunjung ke sana," kalau kau cuma mau menikmati uang kakakku,mending kau cari yang kaya! biar kamu gak tanggung-tanggung belanjanya!"
kembali aku menghapus pesan itu,sekalipun aku tidak berniat membalasnya,karena jika aku sampai membalasnya maka,kata-kata yang akan aku balaskan adalah kata yang paling jahat,lalu aku sama mereka jadi seimbang,gak ada bedanya.
"iya kak,kok kakak pulang gak bangunin aku?"
"Gak tega,tidurmu pulas banget dek. Ayo makan,perutku lapar,dari tadi gak makan".
__ADS_1
"Kenapa gak makan aja dulu kak,aku bisa kan belakangan,bagus aku bangun sekarang,kalau aku bangunnya besok pagi gimana?"
"Usah,gak usah ngomel,,, ayo makann..."
Kami melahap sari laut sampai habis tak tersisa,setelah makan kami berdua nonton serial TV favoriteku "RAJA SULAEMAN" sambil sesekali andi melirik gawainya.
Ku coba pejamkan mata,tapi justru aku mengingat kembali kalimat-kalimat yang Bosku ucapkan tadi siang juga pesan yang tak putus-putus dari adik-adik iparku. Hari ini aku seperti kena sial. Untung saja,tidak menunggu waktu lama aku tertidur lagi.
....
__ADS_1