
"Maafkan a-ku, mas Rian. A-ku harus jujur. Ayah biologis dari anak ini adalah Alex." Sharmila berkata dengan suara gemetar dan menangis.
Rian menatap Sharmila, merasakan sakit hati yang amat dalam. Namun, dia masih mencoba untuk mempertahankan ketenangan dan tidak menunjukkan amarahnya pada Sharmila.
"Aku akan memaafkan mu, Sharmila. Tapi ada syaratnya. Kamu tidak boleh menghubungi Alex lagi, apapun yang terjadi pada keluarga kita kedepannya nanti."
Sharmila mengangguk, "a-ku mengerti, mas Rian. M-ila tidak akan pernah berurusan atau menghubungi Alex lagi."
"Bagaimanapun juga, kita akan melanjutkan hidup kita setelah ini." Rian berkata dengan tegas, berharap supaya Sharmila mengerti.
Sharmila menatap Rian dengan sedih, "A-ku tahu ini sangat sulit. A-ku, aku siap menerima konsekuensinya. Apapun itu, mas Rian. Ta-pi, tapi tolong jangan libatkan orang tuaku. A-ku akan mencoba meminta maaf dan meraih restu mereka lagi."
Rian merenung sejenak. Dia tahu bahwa ibunya pasti tidak akan menerima Sharmila lagi setelah mengetahui kebenaran ini. Tapi dia tidak ingin menambah beban Sharmila.
"Baiklah, aku akan membantumu. Tapi, kamu harus siap dengan konsekuensinya."
Sharmila tersenyum tipis, merasa lega karena Rian masih bersedia membantunya. Mereka lalu berbicara lebih lanjut tentang bagaimana cara meminta maaf pada ibu Rian dan bagaimana cara menghadapi situasi ini ke depannya.
Meskipun masih banyak masalah yang harus dihadapi, Sharmila merasa sedikit lega karena Rian masih bersama dengannya dan mereka berusaha untuk memperbaiki keadaan.
Setelah Rian dan Sharmila berbicara tentang masalah mereka, mereka berdua mencoba mencari solusi untuk membantu Sharmila mendapatkan kembali restu dari ibu Rian. Rian memutuskan untuk membantu Sharmila agar dapat meminta maaf pada ibunya dan meraih kembali restunya.
"Besok kita ke rumah mama. Kamu mau, kan?" tanya Rian.
__ADS_1
"I-ya, mas Rian. M-ila, mula siap untuk bertemu dengan mama dan menanggung segala sesuatu yang akan dilakukan oleh mama." Sharmila mengikuti keinginan Rian.
Dalam hati Sharmila, ia berjanji untuk menjadi istri yang baik bagi Rian dan anak mereka. Namun, ia masih merasa sangat bersalah atas kesalahannya. Ia merasa sangat beruntung memiliki Rian yang begitu baik hati dan memaafkannya atas kesalahan besar yang telah ia lakukan.
'Bagaimana aku bisa memaafkan diriku sendiri setelah melakukan kesalahan besar ini? Bagaimana aku bisa mempertanggungjawabkan segala sesuatunya pada mas Rian dan anak kita?' pikir Sharmila dalam hatinya.
Namun, ia juga merasa terharu dengan sikap Rian yang memilih untuk memaafkannya dan membantunya meminta maaf kepada ibunya. Ia berjanji akan memperbaiki diri dan menjaga kepercayaan Rian agar tetap bersama-sama dan bahagia.
'Mas Rian, aku tidak akan mengecewakanmu lagi. Aku akan melakukan segala yang aku bisa untuk menjadi istri yang baik dan membuatmu bahagia. Aku berjanji akan terus memperbaiki diriku dan membuktikan bahwa aku memang pantas untuk bersama-sama denganmu,' pikir Sharmila dalam hatinya lagi.
Sharmila merasa sangat bersalah atas kesalahannya yang telah menyebabkan banyak masalah dalam keluarga Rian. Dia merasa sangat beruntung karena Rian masih memberikan kesempatan padanya untuk memperbaiki hubungan mereka dan membantu Sharmila meminta maaf pada ibunya.
Setelah memikirkan semuanya, Sharmila merasa sangat bersyukur atas keberadaan Rian dan anak mereka. Dia tahu bahwa Rian adalah pria yang baik dan mencintainya dengan tulus. Dia tidak ingin kehilangan Rian dan keluarganya karena kesalahannya sendiri.
Sekarang, Sharmila merasa terharu dan sedih melihat putranya yang masih bayi. Dia mengambilnya dari ayunan dan memeluknya erat-erat. Dia berbicara dengan lembut pada anaknya, seolah-olah dia bisa mengerti kata-katanya.
"Maafkan mama, nak," ucap Sharmila perlahan. "Maafkan mamamu ini, karena sudah membuat kesalahan yang besar. Mama sangat menyesal atas semua yang terjadi, tapi Mama berjanji akan memperbaikinya. Mama akan menjadi ibu yang baik untukmu, dan Papa Rian juga akan selalu ada untuk kita berdua."
Sharmila mencium kening putranya dan memeluknya lagi dengan erat. Dia berharap anaknya bisa merasakan kehangatan cinta dari orangtuanya, meski situasinya sedang tidak mudah.
***
Esok harinya, Rian mengajak Sharmila untuk datang ke rumahnya dan memberitahu mamanya secara langsung tentang kebenaran kehamilan Sharmila dan anaknya yang telah lahir. Rian berharap dengan begitu, mamanya akan memahami situasi dan bersedia memberikan kesempatan kedua pada Sharmila untuk memperbaiki kesalahannya, sama seperti yang dia lakukan.
__ADS_1
Ketika mereka tiba di rumah mamanya, Rian memperkenalkan Sharmila dan anak mereka dengan hormat.
Ruli, mamanya Rian, tampak terkejut dan sedih melihat cucu barunya. Namun, dia tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap Sharmila dan keluarganya. Dia merasa bahwa keluarga Sharmila telah menipu Rian dan keluarganya selama ini.
Situasi semakin menegangkan ketika Sharmila mencoba untuk meminta maaf pada mamanya Rian.
"Ma. Mama, M-ila minta maaf."
Tapi, mamanya Rian tidak ada sedikit pun perasaan untuk memaafkannya. Dia hanya bisa memaki-maki dan mencemooh Sharmila. Bahkan ketika Sharmila menundukkan kepalanya dan berusaha untuk memberikan penjelasan, mamanya Rian tetap tidak mau mendengarkan dan melanjutkan ejekannya.
"Kamu itu penipu besar, menyusahkan hidup anakku!" teriak Ruli, mamanya Rian dengan marah dan tatapan mata yang tajam.
Mamanya Rian terlihat sangat marah dan kecewa. Dia menolak untuk berbicara dengan Sharmila dan merasa bahwa Sharmila telah menghancurkan keluarganya. Sedangkan Rian berusaha menjelaskan situasi yang terjadi dan memohon agar mamanya memberikan kesempatan pada Sharmila untuk memperbaiki kesalahannya.
Sharmila mencoba untuk meminta maaf lagi dan memberikan penjelasan, tapi mamanya Rian tidak ada niat sedikit pun untuk mendengarkan. Dia hanya melanjutkan dengan ejekan dan cacian yang membuat Sharmila semakin merasa malu dan tidak berdaya.
"Sudahlah, tidak ada maaf untukmu! Cucuku bukan darah daging ku, dan aku tidak mau melihat wajahmu lagi!" kata mamanya Rian dengan tegas.
Sharmila merasa putus asa. Dia tidak tahu harus berbuat apa lagi. Dia telah berusaha semampunya untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungannya dengan ibu Rian, tapi semuanya sia-sia. Dia merasa sangat sedih dan kecewa karena tidak bisa mendapatkan restu mamanya Rian.
Rian juga menjelaskan bahwa ia telah memaafkan Sharmila dan berjanji untuk mendampinginya dalam setiap langkah untuk memperbaiki kesalahannya.
Ruli, terlihat tidak terlalu percaya dan masih sulit menerima situasi yang terjadi.
__ADS_1
Sharmila memohon maaf dan mengakui kesalahannya. Dia berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan itu lagi dan ingin memperbaiki hubungan dengan keluarga Rian. Sharmila mengakui bahwa dia sangat menyesal dan tidak bermaksud membuat masalah dalam keluarga Rian.