Bukan Benih Yang Seharusnya

Bukan Benih Yang Seharusnya
Bab 7. Tidak Menerima


__ADS_3

Tapi mamanya Rian yang paling tidak terima atas kecurangan Sharmila selama ini. Dia pun meminta kepada Rianoir untuk menceraikan Sharmila saja.


Ruli benar-benar merasa sangat kecewa dan marah atas apa yang telah terjadi. Dia merasa bahwa Sharmila telah mengkhianati Rian dan keluarga mereka dengan berselingkuh dan membiarkan dirinya hamil dengan orang lain, bahkan sebelum menikah dengan Rian.


Kecurigaannya itu semakin kuat setelah melihat wajah bayi yang tidak mirip dengan keluarga mereka sama sekali.


Rian dan Sharmila melakukan tes DNA untuk memastikan bahwa anak tersebut adalah anak Rian.


Setelah hasil tes keluar, mereka semua menyadari bahwa anak tersebut memang bukan anak kandung Rian. Namun, Rian tetap memutuskan untuk tetap bersama Sharmila dan anak mereka. Rian mencoba menjelaskan keadaan ini pada Ruli, mamanya. Namun Ruli tetap tidak mengerti dan meminta Rian untuk menceraikan Sharmila.


Ibu Rian duduk di ruang tamu, menangis dan memegang foto Rian saat masih kecil. Rian memasuki ruangan dan melihat ibunya seperti itu, dia langsung merasa sedih dan berjalan mendekati ibunya.


"Ma, kenapa mama menangis?" tanya Rian yang merasa bersalah.


"Rian, apa yang terjadi pada kamu? Apakah kamu tidak tahu bahwa anak yang dilahirkan Sharmila bukanlah anakmu? Bagaimana ini bisa terjadi, Rian?" tanya Ruli sesak.


"Saya tahu, ma. Saya tahu semuanya dan saya sudah berbicara dengan Sharmila tentang ini. Saya masih mencintainya dan anaknya juga. Apa yang terjadi sudah terjadi dan kita harus mencari cara untuk mengatasinya."


Ruli mengelengkan kepalanya beberapa kali mendengar jawaban yang diberikan oleh anaknya itu.

__ADS_1


"Tapi bagaimana kamu bisa melihat anak itu setiap hari, Rian? Bagaimana kamu bisa mencintai anak orang lain seperti itu? Apa yang akan kamu katakan pada orang-orang saat mereka mengetahui tentang ini?" tanyanya tidak percaya.


"Rian tidak peduli apa yang akan orang lain katakan, ma. Saya masih mencintai Sharmila dan juga anaknya. Anak ini memang bukan darah daging Rian, tapi Rian ikut merawatnya sejak dia masih ada di dalam kandungan hingga dilahirkan. Rian tidak bisa memisahkan diri dari mereka, ma."


Ruli tersenyum dengan rasa kecewanya. "Tapi kamu harus memikirkan masa depanmu, Rian. Apa yang akan terjadi jika kamu memutuskan tetap bersama dengan Sharmila? Bagaimana kamu akan merawat anak itu sepanjang waktu?"


"Maaf, ma. Rian tidak akan memutuskan hubungan dengan Sharmila. Rian akan tetap merawat anak ini sebagai anak Rian sendiri. Rian tahu ini sulit untuk dimengerti, tapi ini adalah keputusan Rian dan Rian merasa tidak bisa meninggalkan mereka."


Ruli memejamkan matanya mendengar perkataan anaknya. "Oh, Rian. Kamu selalu menjadi anak yang berbudi dan mempunyai hati yang besar. Saya tahu kamu mencintai Sharmila, tapi kamu juga harus memikirkan masa depanmu. Mama hanya ingin yang terbaik untukmu."


Rian tersenyum senang mendengar perkataan mamanya. "Terima kasih, ma. Rian menghargai kekhawatiran mama, tapi Rian yakin jika Rian sudah memilih yang terbaik untuk Rian dan untuk keluarga Rian juga."


Sayangnya, setiap kali Rian mencoba membela Sharmila, ibunya semakin marah. "Kamu tidak bisa mempercayainya! Dia telah menipu kamu dan keluarga kita! Bagaimana kamu bisa menerima anaknya yang bukan dari darahmu sendiri?" ujarnya dengan nada yang penuh kemarahan.


Rian mencoba menjelaskan bahwa dia masih mencintai Sharmila dan anak mereka, dan bahwa dia tidak akan meninggalkan mereka. Namun, ibunya tidak bisa menerima kenyataan bahwa anaknya telah dikhianati. "Aku tidak bisa tinggal di rumah yang sama dengan perempuan yang merusak keluarga kita!" katanya tegas.


Saat itulah Rian merasa sangat terpukul. Dia mencintai mamanya dan tidak ingin kehilangan hubungan baik yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun. Tapi dia juga mencintai Sharmila dan anak mereka. Dia tidak tahu harus berbuat apa lagi.


Sementara itu, Ruli terus mencari tahu lebih banyak tentang Sharmila dan keluarganya. Dia bertemu dengan tetangga mereka, teman-teman Sharmila, bahkan mantan pacarnya. Semua orang memberitahunya tentang kisah cinta Sharmila dan Alex, tentang bagaimana mereka saling mencintai dan bagaimana Sharmila telah sangat terpukul ketika Alex tiba-tiba menghilang.

__ADS_1


Namun, mamanya Rian tidak mau mendengar semua itu. Baginya, Sharmila adalah seorang penipu yang merusak keluarganya. Dia semakin yakin bahwa Rian harus menceraikan Sharmila dan menolak anak mereka yang bukan dari darahnya.


Rian merasa sangat terjepit. Di satu sisi, dia mencintai Sharmila dan anak mereka dan tidak ingin kehilangan mereka. Di sisi lain, dia mencintai mamanya dan tidak ingin kehilangan hubungan baik yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun.


Dia mencoba untuk menghindari perdebatan dengan mamanya dan mencoba membicarakan masalah ini dengan Sharmila. Namun, Sharmila masih sangat terpukul dan merasa sangat bersalah atas semua yang telah terjadi. Dia mengatakan bahwa dia akan meninggalkan Rian jika itu yang diinginkan oleh keluarganya.


Rian merasa semakin tertekan dan tidak tahu harus berbuat apa lagi. Dia mencoba mencari bantuan dari teman-temannya dan bahkan mencari konseling, tetapi semuanya tidak membantu. Dia merasa terjebak dalam situasi yang sulit dan tidak tahu harus berbuat apa lagi.


Akhirnya, Rian memutuskan untuk mempertahankan hubungannya dengan Sharmila dan anak mereka. Dia tahu bahwa itu akan menjadi tantangan yang besar, tetapi dia yakin bahwa dia tetap mencintai mereka dan akan berusaha untuk membuat semuanya lebih baik dari sebelumnya.


Mamanya Rian berusaha untuk tidak memberitahu keluarganya Sharmila tentang kecurigaannya, karena dia tidak ingin membuat situasi semakin buruk. Dia mulai menelusuri sosial media Sharmila dan mencari tahu siapa saja yang berinteraksi dengannya. Mamanya Rian juga bertanya-tanya kepada tetangga dan teman-teman Sharmila untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang latar belakang keluarganya.


Setelah mencari tahu lebih banyak, Mamanya Rian akhirnya menemukan bahwa Sharmila memang pernah memiliki hubungan dengan Alex, sebelum dia bertemu dengan Rian. Mamanya Rian merasa semakin yakin bahwa cucunya bukan darah dagingnya sendiri, dan bahwa selama ini keluarga Sharmila telah menipunya.


"Ternyata seperti ini."


Ruli akhirnya memutuskan untuk menghadapi Sharmila dengan kecurigaannya. Dia datang ke rumah Sharmila dan meminta untuk berbicara dengan kedua orang tuanya Sharmila dan keluarganya. Mamanya Rian juga menunjukkan bukti-bukti yang dia kumpulkan tentang hubungan Sharmila dengan Alex, dan menuduh Sharmila telah menipu Rian dan keluarganya.


"Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan. Kalian telah menipuku!"

__ADS_1


__ADS_2