
Saat pertemuan Sharmila dengan Rian.
Setelah memutuskan untuk merubah rencana, Ruli mencari keberadaan Sharmila dengan anaknya. Awalnya, dia mencoba untuk menghubungi orang tua Sharmila untuk mengetahui keberadaan mereka. Namun, orang tua Sharmila tidak memberikan informasi yang jelas dan hanya mengatakan bahwa mereka berada di tempat yang aman.
Ruli merasa semakin khawatir dan tidak bisa tenang karena tidak tahu keadaan Sharmila dan anaknya. Dia memutuskan untuk melakukan pencarian sendiri dengan bantuan seorang detektif swasta. Detektif tersebut berhasil menemukan alamat tempat tinggal Sharmila dan anaknya, yang ternyata tidak jauh dari rumah orang tuanya.
Jadi, sebenarnya kedua orang tua Sharmila tahu cuma mereka melindungi anaknya karena takut Ruli akan memperlakukan Sharmila dengan buruk.
Ketika Ruli tiba di rumah Sharmila, dia langsung diterima dengan hangat oleh keluarga Sharmila. Namun, Sharmila merasa ragu dan cemas karena tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ibunya Rian datang.
Ibunya Rian mencoba untuk meminta maaf kepada Sharmila dan keluarganya atas perlakuannya yang buruk sebelumnya. Dia mengaku bahwa dia telah salah dan ingin memperbaiki hubungan dengan Sharmila dan keluarganya.
"Maafkan mama, Sharmila. Mama telah salah dalam memperlakukanmu dan keluargamu. Mama merasa sangat bersalah atas apa yang telah Mama lakukan dan ingin memperbaiki semuanya," ucap Ruli dengan tulus.
Sharmila merasa terkejut dengan sikap yang ditunjukkan oleh mama mertuanya, namun dia juga merasa senang dan lega bahwa akhirnya mamanya Rian bisa mengerti dan merubah sikapnya.
Setelah meminta maaf, ibu Rian juga meminta agar Sharmila dan anaknya kembali ke rumah mereka dan meminta agar Rian bisa bertemu dengan anaknya. Dia berjanji akan memperbaiki hubungan dengan Sharmila dan keluarganya serta memberikan restu pada pernikahan mereka.
"Kembalilah ke rumah bersama anakmu, Sharmila. Mama berjanji akan memperbaiki hubungan kita dan memberikan restu pada pernikahan kalian. Mama ingin Rian bisa bertemu dengan anakmu dan memperbaiki semuanya," ucap Ruli dengan memohon.
Mendengar permintaan dan janji dari mama mertuanya, Sharmila merasa terharu dan bersedia untuk kembali ke rumah Rian. Mereka juga berharap bahwa hubungan baik antara keluarga mereka bisa terjalin kembali setelah kejadian yang terjadi sebelumnya.
Sharmila menapaki koridor rumah sakit yang sunyi. Tangan kecil anaknya digenggamnya erat-erat, seakan ingin memberikan kekuatan dan kenyamanan pada dirinya. Hatinya masih berdebar kencang dan pikirannya menerawang tentang apa yang akan terjadi di rumah sakit ini. Dia merasa sedih dan cemas tentang pertemuan ini.
Sebelumnya, Sharmila dan Rian telah mengalami banyak konflik dalam hubungan mereka. Namun, kini Rian sedang sakit parah dan dia hanya bisa memohon pada Tuhan untuk menyelamatkan Rian dari penyakitnya.
Sesampainya di kamar rawat inap Rian, Ruli duduk di samping tempat tidur Rian. Dia memandang Sharmila dengan lembut, tapi itu tetap membuat Sharmila merasa tidak nyaman. Sharmila merasakan detak jantungnya semakin cepat, semakin keras. Dia takut terjadi apa-apa pada anaknya. Namun, ketika Sharmila mendekati Rian, dia merasa sedikit lega karena Rian tersenyum padanya dan terlihat tenang.
__ADS_1
"Sharmila," sapa Rian pelan.
"Terima kasih sudah datang."
"Mas Rian," balas Sharmila, merasa gemetar.
"Maafkan aku."
"Aku tidak marah padamu, Sharmila," jawab Rian dengan lembut. "Aku hanya ingin bertemu dengan anak kita."
Sharmila mengangguk perlahan dan membuka gendongan anaknya. Anak mereka yang lucu meraih tangan Rian, menatap wajahnya dengan polos. Rian menatap balik anaknya, dan tangannya perlahan menyentuh rambut anaknya, lalu tangannya beralih ke tangan Sharmila dan membawanya ke tangannya.
"Kau tahu, Sharmila, aku selalu memikirkan mu," katanya. "Aku tidak bisa hidup tanpamu. Aku ingin kau kembali padaku."
"Aku juga tidak bisa hidup tanpamu, mas Rian," balas Sharmila dengan lesu.
"Tapi mama, dia..."
"Dia terlalu khawatir padaku, dia tidak bermaksud membuatmu merasa tidak nyaman."
Sharmila mengangguk, meski dia merasa jika Ruli sering kali membuatnya merasa tidak diinginkan.
"Sharmila," panggil Ruli dengan nada rendah.
"Mama ingin minta maaf atas perlakuan mama selama ini."
Sharmila menatap mama mertunya dengan tatapan tidak percaya. Dia tidak pernah berpikir akan mendengar permintaan maaf dari mama mertuanya itu.
__ADS_1
"Mama sudah terlalu memaksamu untuk keluar dari kehidupan Rian," ucap Ruli dengan suara lembut.
"Mama salah. Mama minta maaf."
Sharmila tidak tahu harus merespon apa. Dia hanya bisa mengangguk, terdiam tapi di dalam hatinya merasa haru. Dia merasa lega bahwa mama mertunya akhirnya bisa mengatakan itu.
Ketika Sharmila dan anaknya datang menjenguk Rian di rumah sakit, Rian merasakan campuran perasaan antara senang dan sedih. Di satu sisi, dia sangat senang melihat wajah Sharmila dan anaknya lagi setelah sekian lama tidak bertemu. Namun, di sisi lain, dia juga merasa sedih karena dia merasa bertanggung jawab atas kesulitan yang dialami Sharmila dan anaknya selama ini.
Rian merasa sangat terharu saat melihat anaknya, yang saat itu baru berusia enam bulan. Dia merasa sedih karena dia tidak bisa menghabiskan waktu bersama dengan anaknya selama ini, dan dia juga merasa bersalah karena anaknya tidak memiliki ayah yang bisa memberikan perhatian dan kasih sayang seperti seharusnya.
Di sisi lain, Rian juga merasa sedih karena dia merasa sudah menyakiti perasaan Sharmila. Dia merasa bersalah karena telah menolak pernikahan mereka dan menyebabkan Sharmila dan anaknya harus hidup dengan kesulitan dan tekanan dari keluarga mereka. Namun, meski merasa sedih dan bersalah, Rian tetap merasa senang bisa bertemu dengan Sharmila dan anaknya lagi.
"Maafkan aku, Mila. Dan terima kasih karena kamu masih mau menjengukku."
Sharmila yang tadinya merasa kesulitan untuk menatap Rian dengan tatap muka akhirnya bisa memandangnya dengan jelas. Dia melihat Rian yang lemah di tempat tidur rumah sakit dan merasa iba padanya. Namun, dia juga merasa lega karena akhirnya bisa bertemu dengan Rian dan memperbaiki hubungan mereka.
Sharmila memutuskan untuk memaafkan Rian dan memberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungan mereka. Dia mengungkapkan perasaannya kepada Rian dan memberitahukan bahwa dia masih mencintai Rian. Namun, dia juga mengungkapkan rasa sakit hatinya karena Rian telah menolak pernikahan mereka dan membuat hidupnya sulit selama ini.
"M-ila, Mila juga minta maaf, mas Rian."
Dia meminta maaf pada Sharmila karena telah menyakiti perasaannya, dan mengungkapkan rasa terima kasihnya karena Sharmila mau datang menjenguknya di rumah sakit. Dia kemudian memperkenalkan Sharmila dan anaknya pada dokter dan perawat yang merawatnya di rumah sakit.
"Terima kasih, dok, sus. Sudah merawat mas Rian."
Setelah itu, mereka duduk bersama dan mulai berbincang-bincang. Rian bertanya tentang kabar Sharmila dan anaknya, dan dia mengucapkan terima kasih atas semua yang Sharmila telah lakukan untuknya selama ini. Dia juga mengungkapkan keinginannya untuk memperbaiki hubungannya dengan Sharmila dan memperbaiki situasi untuk kepentingan anak mereka.
"Kita akan memperbaiki semuanya dan kembali bersatu, merawat Bagas bersama-sama."
__ADS_1
***
Benarkah semuanya telah membaik???