
Ruli nyatanya tetap tidak merubah pendiriannya tentang Sharmila. Baginya, Sharmila adalah seorang wanita yang telah menipu anaknya dan tidak pantas menjadi istrinya Rian. Dia bahkan telah mencari calon wanita lain yang dianggapnya lebih pantas untuk menjadi istri Rian.
"Sudahlah ma, jangan terus memaksakan kehendak mama. Aku mencintai Sharmila, dan aku akan selalu mencintainya," kata Rian.
"Iya, sudahlah, Rian. Mama tahu kamu mencintainya, tapi mama tidak bisa memberikan restu pada pernikahan kalian. Kamu harus menikahi wanita yang lebih baik dari Sharmila," jawab Ruli dengan nada tegas.
"Jangan bilang begitu, ma. Sharmila adalah orang yang baik dan pantas menjadi istriku. Aku tidak akan meninggalkannya," ujar Rian dengan tetap pada pendiriannya.
Sharmila yang mendengarkan percakapan mereka dari belakang, merasa sedih dan kecewa. Dia sudah berusaha sebaik mungkin untuk meminta maaf dan merubah dirinya menjadi lebih baik, namun mama mertunya tetap tidak mau memberikan restu pada pernikahan mereka.
"Maafkan aku, mas Rian. Aku tahu aku telah membuatmu kesulitan dengan mama, hiks hiks hiks..." kata Sharmila sambil menangis.
Rian memeluk Sharmila dan menenangkan hatinya. "Jangan menangis, Sharmila. Aku mencintaimu, dan aku akan selalu mencintaimu. Kita akan menemukan cara untuk membuat mama merestui pernikahan kita," ujarnya sambil mengelus kepala Sharmila.
Sharmila merasakan kehangatan dan cinta dari Rian, namun dia juga merasa sedih karena mama mertuanya tidak mau menerimanya. Dia merasa kehilangan harapan untuk bisa bersatu dengan Rian.
Beberapa hari kemudian, Ruli datang ke rumah dengan membawa calon istri untuk Rian. Sharmila tentu saja merasa sedih dan sakit hati melihat mama mertunya melakukan hal tersebut.
"Ma, kenapa mama terus memaksa? M-ila mencintai mas Rian, dan mas Rian mencintai M-ila. Kenapa mama tidak bisa menerima kenyataan itu?" tanya Sharmila dengan nada sedih.
"Ck! Mama ingin yang terbaik untuk Rian. Kamu tahu sendiri bahwa kamu tidak pantas menjadi istri Rian," jawab ibu Rian dengan nada ketus.
__ADS_1
"Ta-pi ma, Mila sudah berusaha menjadi lebih baik. M-ila tahu jika Mila salah, dan Mila meminta maaf. Ta-pi kenapa mama tetap tidak bisa memberikan restu pada pernikahan kami?" kata Sharmila dengan suara terbata-bata.
"Mama tidak bisa memberikan restu pada pernikahan kalian. Kamu harus menerima kenyataan itu, Sharmila," jawab ibu Rian dengan nada sinis.
Sharmila merasa kecewa dan sedih. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya lagi. Dia mencintai Rian, namun mamanya Rian tetap tidak mau menerima kehadirannya. Sharmila merasa terjebak dalam situasi yang sulit.
Sebenarnya, Ruli merasa semakin frustrasi dan putus asa melihat hubungan Rian dan Sharmila yang tidak mendapatkan restu dari dirinya. Dia merasa bahwa Sharmila telah membohongi keluarga mereka dan membawa malapetaka pada keluarga mereka.
Ruli merasa bahwa Rian harus menemukan seorang wanita yang lebih baik dan layak untuk dijadikan pasangan hidup.
Itulah sebabnya, Ruli mulai mencari gadis-gadis yang cocok untuk Rian. Dia mengunjungi teman-temannya dan meminta bantuan mereka untuk mencari calon istri untuk Rian. Dia juga mengikuti acara-acara kencan buta dan mencoba mencari calon istri untuk Rian melalui agensi perjodohan.
Hal ini membuat Ruli semakin kesal dan merasa bahwa Rian terlalu keras kepala untuk mempertahankan hubungannya dengan Sharmila.
Di sisi lain, Rian sangat sedih melihat mamanya terus berusaha mencari jodoh untuknya. Ia merasa sudah cukup bahagia dengan Sharmila dan anaknya, tetapi mamanya tetap tidak bisa menerimanya. Rian merasa sedih dan bingung dengan situasi ini.
Suatu hari, Rian memutuskan untuk bicara dengan mamanya. Ia ingin menjelaskan perasaannya dan meminta mamanya untuk menerima keadaan ini.
"Ma, aku tahu mama tidak menyukai Sharmila dan anakku. Tetapi aku mencintainya, dan aku merasa bahagia bersama mereka. Aku tahu mama ingin yang terbaik untukku, tapi aku berharap mama bisa menerima keadaan ini," ujar Rian.
Ruli terdiam sejenak. Dia merasa sedih melihat anaknya sedih seperti ini, tetapi dia juga tidak bisa menerima keadaan ini.
__ADS_1
"Anakku, aku ingin yang terbaik untukmu. Aku tahu kamu mencintainya, tetapi aku juga tidak bisa menerima keadaan ini. Bagaimana kalau kamu mencari gadis lain yang lebih baik?" tanya Ruli.
Rian merasa sedih dan kecewa dengan jawaban mamanya. "Ma, aku mencintai Sharmila. Aku tidak mau mencari gadis lain. Aku ingin membangun keluarga bersamanya. Tolong, terimalah keadaan ini," kata Rian dengan suara bergetar.
Ruli kembali terdiam sejenak. Dia merasa dilema, di satu sisi dia ingin yang terbaik untuk anaknya, tetapi di sisi lain dia tidak bisa menerima keadaan ini.
Beberapa saat kemudian, Ruli memberanikan diri untuk bicara dengan Sharmila. Ia ingin mendengar langsung dari Sharmila tentang perasaannya dan alasannya ingin memperbaiki hubungan dengan anaknya.
"Sharmila, aku tahu kamu sudah meminta maaf beberapa kali. Aku juga tahu kamu berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan Rian. Tapi aku masih belum bisa menerimamu dan anakmu. Tolong, jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang kamu rasakan," ujar Ruli.
"Mila mencintai mas Rian, ma."
"Ck, itu karena kamu sudah tidak ada jalan lain, bukan! Jadi lebih baik kamu pergi dari kehidupan Rian."
Keadaan semakin sulit ketika Ruli mulai meminta Sharmila untuk meninggalkan Rian dan meminta Rian untuk mencari wanita lain yang lebih baik. Sharmila merasa sedih dan kecewa karena dia benar-benar mencintai Rian dan tidak ingin kehilangannya. Namun, dia juga memahami bahwa mama mertunya memiliki alasan untuk merasa marah dan kecewa padanya.
Sharmila sudah berusaha untuk menjaga hubungannya dengan Rian dan anak mereka. Dia terus berdoa agar mamanya akhirnya memberikan restu pada pernikahan mereka. Sementara itu, Rian juga berusaha untuk mempertahankan hubungannya dengan Sharmila. Dia merasa bahwa Sharmila adalah wanita yang dicintainya dan dia tidak mau kehilangannya.
Namun, situasi semakin rumit ketika Ruli mulai merencanakan perjodohan Rian dengan seorang wanita kaya dan terkenal. Ruli meminta Rian untuk bertemu dengan wanita tersebut dan mencoba untuk melupakan Sharmila. Namun, Rian merasa bahwa dia tidak akan pernah bisa melupakan Sharmila dan mencari alasan untuk tidak bertemu dengan wanita tersebut.
Semua ini membuat Sharmila semakin putus asa. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki hubungannya dengan mamanya Rian. Dia merasa bahwa dia telah melakukan semua yang dia bisa, tetapi tetap tidak berhasil. Sharmila berdoa agar ada cara untuk memperbaiki hubungannya dengan mamanya Rian, tetapi semua tampak tidak mungkin.
__ADS_1