
Alex akhirnya mengaku kalah. Dia meminta maaf pada Rian dan Sharmila untuk semua kesalahannya. Dia mengatakan bahwa, sekarang dia telah menyesal karena melepaskan Sharmila saat hamil dulu. Dia ingin mendapatkan anaknya, karena istrinya yang sekarang dinyatakan mandul sehingga dia ingin merebut anaknya Sharmila yang dia ketahui bahwa anak tersebut adalah anaknya yang secara biologis.
Mungkin ini adalah karma yang diterima Alex karena kelakuannya di masa lalu.
"Alex, kami terkejut dengan pengakuan mu. Namun, kami berdua ingin menjaga privasi dan kestabilan keluarga kami sendiri. Kami tidak ingin ikut campur dalam urusan pribadimu atau membawa masalah ini ke dalam hidup kami."
Rian cukup dewasa menanggapi permasalahan Alex, yang baru saja dia dengar dari pengakuan Alex sendiri.
Sharmila mengganggukan kepalanya. 'Benar, Alex. Kami telah melalui banyak hal bersama dan telah menemukan kebahagiaan kami sendiri. Kami tidak ingin diganggu oleh urusan masa lalu yang sudah tidak ingin kami ingat lagi dengan kehidupan kami saat ini."
Alex menghembuskan nafas panjang. "Hahhh... Maaf. Aku benar-benar menyesal atas kesalahan-kesalahanku dan aku ingin sekali bertanggung jawab sebagai ayah bagi anak biologis ku. Aku tahu ini mungkin sulit untuk kalian terima, tapi aku harap kalian bisa memahami posisiku saat ini."
Alex akhirnya mengakui kekalahan dan meminta maaf kepada Rian dan Sharmila atas segala kesalahannya di masa lalu. Dia merasa menyesal karena telah meninggalkan Sharmila saat dia hamil dulu.
Alex merasa menyesal dan berusaha memperbaiki kesalahannya dengan meminta maaf dan ingin mengambil peran sebagai ayah bagi anak biologisnya dengan Sharmila. Tapi tentu saja hal itu tidak bisa dilakukannya lagi, sebab Rian tidak akan mengijinkannya.
Rian dan Sharmila tentu saja kaget mendengar pengakuan Alex. Tapi mereka berdua tidak mau ikut campur urusan keluarga Alex. Mereka juga tidak mau diganggu oleh urusan Alex dalam urusan anak mereka.
"Kami menghargai keputusanmu untuk menerima kekalahan dan kesalahanmu, Alex. Kami berharap ini adalah langkah pertama menuju perdamaian dan kebahagiaan yang lebih baik bagi semua pihak untuk kedepannya," ujar Rian bijak.
"Memang penting bagi kita semua untuk melanjutkan kehidupan dan keluarga kita dengan kedamaian kedepannya. Kami berharap kamu bisa menjaga janjimu untuk tidak mengganggu keluarga kami lagi, Lex."
Sharmila memperingatkan Alex, supaya tidak menyinggung hal ini lagi di masa yang akan datang. Dia tidak mau jika mental anaknya akan terganggu, jika tahu masa lalu kedua orang tuanya.
__ADS_1
Alex mengangguk pasrah. "Aku benar-benar menyadari betapa pentingnya menjaga kebahagiaan dan kestabilan keluarga kalian. Aku tidak akan lagi mencampuri urusan kalian dan aku juga akan mencari solusi sendiri untuk mendapatkan anak."
"Kami memahami bahwa kamu menyesal dan ingin memperbaiki kesalahanmu, Alex. Namun, kami telah membangun kehidupan dan keluarga kami sendiri tanpa kehadiranmu selama ini. Anak kami sudah memiliki ayah yang peduli dan kami akan melindungi kebahagiaan dan kestabilan keluarga kami. Semua demi masa depan anak kami."
Rian sudah menganggap anaknya Sharmila sebagai anaknya sendiri dan menyayanginya dengan sepenuh hati.
"Kami harap kamu bisa menghargai keputusan kami untuk menjaga jarak dari urusan pribadimu. Anak kami bukanlah barang yang bisa direbut atau diperebutkan. Kami akan selalu mengutamakan kepentingan dan kesejahteraannya." Sharmila kembali memperingatkan Alex.
Rian dan Sharmila menegaskan bahwa mereka tidak ingin terlibat dalam urusan keluarga Alex dan menekankan bahwa anak mereka bukan objek yang bisa diperebutkan. Mereka memprioritaskan kestabilan dan kebahagiaan keluarga mereka sendiri, dan mengajak Alex untuk menghargai keputusan mereka. Komunikasi ini mereka lakukan dengan terbuka, tetapi juga tegas, demi kepentingan untuk menjaga keadaan damai dan melindungi kepentingan anak mereka.
"Kami menghargai keputusanmu untuk tidak lagi mengganggu keluarga kami. Kami harap kamu bisa menemukan jalan yang tepat untuk memenuhi keinginanmu menjadi ayah bagi anak-anakmu yang akan datang."
Sharmila mengangguki peryataan suaminya. "Kami berharap kamu bisa bertanggung jawab dan mempertimbangkan kepentingan anak serta kesejahteraannya dalam proses ini. Kami juga berharap kamu menemukan kebahagiaanmu sendiri."
***
Tapi untuk mamanya Rian, yaitu Ruli, masih tetap tidak percaya dengan perkataan Alex. Dia menyalahkan Sharmila dalam keadaan seperti ini. Karena anaknya Sharmila yang sekarang dirawat bersama dengan Rian memang anak biologis Alex.
"Mam tidak bisa percaya dengan semua yang sudah dikatakan, Alex. Bagaimana mungkin Sharmila adalah korban di sini? Anaknya itu adalah bukti bahwa dia bermain-main dengan hubungan kalian!"
Ruli, masih tidak percaya dengan perkataan Alex dan menyalahkan Sharmila atas keadaan yang terjadi. Ruli merasa bahwa Sharmila adalah penyebab utama dari situasi ini karena anak Sharmila yang saat ini dirawat bersama Rian, nyatanya adalah anak biologisnya Alex.
"Ma. Mama seharus memahami bahwa ini bukan kesalahan Sharmila sepenuhnya. Dia juga mengalami penderitaan dan penderitaan selama masa-masa sulit itu. Kami mencoba memperbaiki kehidupan kami sendiri dan mencintai anak tersebut tanpa mempermasalahkan siapa ayah biologisnya."
__ADS_1
Rian berusaha untuk membela istrinya, supaya mamanya tidak terus menyalahkan Sharmila atas situasi ini.
Sharmila menundukkan wajahnya sedih, saat mendengar perkataan mama mertuanya.
"Ma. Mila mengerti bahwa mama merasa marah. Tapi Mila akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi ibu yang baik bagi anak ini, tanpa melihat siapa ayah biologisnya. Kami mencoba membangun keluarga yang utuh dan bahagia, ma. Tolong restui dan doakan kami, ma."
"Hemmm... Rian memahami perasaan, mama. Dan Rian menyesal atas kesalahan yang pernah kami lakukan. Tapi kami semua berusaha menemukan jalan yang terbaik untuk anak kami. Rian ingin bertanggung jawab sebagai ayahnya."
Ruli membuang muka, kemudian berkata dengan tidak yakin. "Aku masih tidak yakin, tentang Alex, Rian. Aku tidak bisa langsung mengubah pandanganku tentang ini. Tetapi jika kamu benar-benar serius dan kamu bersedia memperjuangkan kebaikan anaknya Sharmila, aku berharap kamu bisa membuktikan niat baikmu dengan tindakan, bukan hanya kata-kata."
Ruli mengekspresikan ketidakpercayaannya terhadap Alex dan menyalahkan Sharmila atas keadaan ini.
Rian dan Sharmila berusaha menjelaskan bahwa mereka berdua telah berjuang untuk menciptakan kehidupan yang baik dan mencintai anak tersebut tanpa mempermasalahkan siapa ayah biologisnya.
"Maaf, Nyonya. Saya akan pergi menjauh dari keluarga Rian dan Sharmila. Mungkin ini adalah karma dari Tuhan untukku. Saya minta maaf atas kejadian ini."
Alex sendiri juga menyadari ketidakpercayaan Ruli dan berjanji untuk membuktikan niat baiknya melalui tindakan. Dia akan pergi jauh dan tidak mengganggu keutuhan keluarga Rian dan Sharmila.
***
Hallo semuanya. TK mau promosi novel punya teman TK nih, yaitu author Ramanda.
Intip yuk, seru lho!!!
__ADS_1