Bukan Benih Yang Seharusnya

Bukan Benih Yang Seharusnya
Bab 13. Masih Berusaha


__ADS_3

"Kenapa nasib Rian seperti ini?"


"Kenapa Rian harus menikah dengan perempuan tidak benar seperti Sharmila?"


Pertanyaan demi pertanyaan diajukan oleh mamanya Rian. Dia merasa kecewa dan juga sangat sedih atas keadaan ini. Ia sangat mencintai anaknya dan ingin memiliki cucu yang merupakan darah dagingnya. Namun sekarang semua harapannya hancur karena kebohongan yang dilakukan oleh Sharmila dan keluarganya. Dia merasa sedih karena harus kehilangan sesuatu yang sangat berarti bagi dirinya.


Dalam keadaan seperti ini, tentu saja Ruli sulit untuk mengendalikan emosinya. Ia sering meledak-ledak dan marah tanpa alasan yang jelas. Namun di balik itu semua, ia tetap mencintai anaknya dan ingin yang terbaik untuk Rian. Ia hanya merasa bahwa kepercayaannya telah dilanggar dan perasaannya sangat terluka karena sebuah kebohongan yang fatal.


Saat ini langit terlihat kelabu dan mendung, angin bertiup kencang dan seolah-olah memberikan atmosfer yang lebih berat di sekitar rumah Sharmila. Dedap-dedup daun pohon bergemuruh dan memenuhi udara dengan suara-suara yang menyedihkan. Cahaya matahari tidak mampu menembus lapisan awan kelabu yang menutupi langit, membuat hari terasa semakin gelap.


Di dalam rumah, suasana juga terasa hening. Ibunya Sharmila merasa cemas dan tegang, karena takut akan marahnya besannya. Ia tidak tahu bagaimana cara menenangkan hati besannya yang sedang sangat kecewa, sedih dan marah.


Sharmila yang sudah memutuskan untuk meminta maaf, juga merasa sedih dan cemas akan reaksi yang akan diberikan oleh mama mertuanya.


Di kejauhan terdengar suara gemuruh guntur yang semakin dekat. Derasnya hujan pun mulai turun, memberikan efek dramatis dan menambah kesedihan pada suasana hati yang sudah sedih. Suara derasnya hujan mengisi kesunyian di dalam rumah Sharmila, membuat keadaan semakin tegang dan hening.


Dalam keadaan alam yang sedemikian gelap dan suram, semakin menambah keputusasaan yang sedang dirasakan oleh Ruli saat ini. Segala sesuatu terasa suram dan terlihat tidak berharap.


Hal ini seakan-akan mewakili perasaan hati Ruli yang tengah dilanda kekecewaan dan kesedihan yang mendalam.


Sementara itu, di dalam rumah, ibunya Sharmila mencoba mencari cara untuk menenangkan hati besannya. Namun, upayanya tidak berhasil, karena Ruli terus saja berbicara dengan nada yang meninggi dan merasa dirugikan oleh kebohongan yang dilakukan oleh Sharmila dan keluarganya.


Keadaan alam yang mendukung keadaan hati Ruli, seakan-akan menambah efek dramatis pada situasi yang sedang terjadi. Namun, pada saat yang sama, keadaan tersebut juga memberikan kesadaran bahwa segala sesuatu memang memiliki waktu dan tempat yang tepat.


Hujan yang turun pada saat itu, juga memberikan tanda bahwa keadaan perlu dibersihkan dan dimulai kembali dari awal, agar bisa menjadi lebih baik di masa depan.

__ADS_1


Hujan yang turun dengan derasnya, bisa jadi adalah sebuah tanda bahwa air mata yang tertumpah karena kekecewaan dan kesedihan, harus digunakan sebagai alat pembersih hati, sehingga dapat memulihkan kepercayaan dan perdamaian di antara keluarga mereka.


Kesunyian yang terjadi di dalam rumah Sharmila, semakin menegaskan bahwa saat itu adalah saat yang sangat penting bagi Ruli dan Sharmila, untuk saling mendengar satu sama lain, memahami, dan mencari solusi terbaik untuk semua masalah yang ada.


Sebuah kesempatan untuk memulai kembali, memberikan yang terbaik satu sama lain, dan berharap agar semuanya baik-baik saja sama seperti sebelum kejadian dan ketahuan.


Saat ini, Sharmila masih berusaha untuk bisa mendapatkan restu dari mamanya Rian, yaitu Ruli, dengan beberapa cara supaya mama mertuanya itu luluh. Dia juga merubah penampilannya menjadi lebih baik karena dia sendiri memang merasa bersalah dan menyesal atas kejadian yang dia lakukan secara sadar.


Sharmila sendiri sebenarnya tidak pernah menyangka dan merasa sangat terpukul dengan keadaan yang sedang ia hadapi saat ini. Ia merasa sangat menyesal dan bersalah atas apa yang telah dilakukannya terhadap di masa lalu, sehingga menyakiti Rian dan keluarganya. Oleh karena itu, ia terus berusaha untuk memperbaiki kesalahannya dengan cara mengubah perilakunya dan meminta maaf kepada Rian dan keluarganya.


"Hiks hiks hiks... Apa yang harus aku lakukan? Kenapa aku tidak jujur dari awal? Sekarang aku merusak segalanya.


"Bagaimana caranya aku bisa memperbaiki semuanya ini? Aku harus melakukan apa saja untuk meminta maaf dan memperbaiki kesalahanku."


"Bagaimana bisa aku melakukan hal yang seperti ini? Aku merusak segalanya dan membuat orang-orang yang aku cintai kecewa. Huhuhu..."


"Hiks hiks hiks... Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana aku bisa meminta maaf dan memperbaiki segalanya?


"Aku merasa sangat bersalah dan menyesal atas keputusan-keputusan buruk yang aku ambil, dulu. Aku harus berani menghadapi konsekuensi dari perbuatanku dan berusaha memperbaiki semuanya."


"Huhuhu...Aku harus menemukan cara untuk membuat semuanya baik-baik saja. Aku tidak bisa membiarkan keadaan seperti ini terus berlanjut. Aku harus melakukan apa yang terbaik untuk semua orang yang aku cintai."


"Hiks... Aku harus bisa memperbaiki kesalahan yang telah aku lakukan dan membuktikan bahwa aku bisa menjadi istri yang baik dan bisa dipercaya."


Penyesalan yang mendalam dirasakan oleh Sharmila, setelah semuanya terjadi.

__ADS_1


Salah satu cara yang dilakukan oleh Sharmila untuk memperbaiki kesalahannya adalah dengan berusaha mendapatkan restu dari mamanya Rian. Namun, mama mertunya itu tetap sulit untuk bisa memaafkan Sharmila karena merasa telah dibohongi selama ini.


Mamanya Rian juga merasa sangat kecewa dengan kelakuan Sharmila yang sudah mengkhianati Rian sejak sebelum pernikahan mereka terjadi.


"Mas. A-ku, aku minta maaf dan minta tolong. Tolong berikan aku kesempatan dan bantu aku untuk mendapatkan restu dari mama."


"M-ila, Mila tidak tahu harus bagaimana lagi, mas. Mila tidak bisa meluluhkan hati mama."


Meski demikian, Sharmila tidak patah semangat dan tetap berusaha untuk bisa memperbaiki kesalahannya. Salah satu usaha yang dilakukan oleh Sharmila adalah dengan meminta bantuan pada suaminya sendiri, yaitu Rian.


Dalam beberapa pertemuan, Sharmila terus mencoba membicarakan masalah ini dengan mama mertuanya. Ia mengungkapkan kekhawatirannya tentang nasib pernikahannya yang mungkin akan berakhir jika mamanya Rian tetap tidak mau memaafkannya.


"Ma, maafkan Mila, ma."


"Mila janji, Mila janji memperbaiki semuanya."


Sharmila juga meminta mama mertuanya untuk membantunya untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukannya.


Tapi bagaimanapun juga, Ruli sudah merasakan kekecewaan yang mendalam. Ruli tidak hanya merasa dibohongi, ditipu, tapi juga dikhianati.


Semua rasa percaya dan sayangnya pada sang menantu, berbuah sebuah kecewa yang belum bisa diobati oleh apapun. Bahkan dengan seribu kata maaf sekali pun.


Ruli benar-benar merasa kecewa, dan tentunya ini adalah sebuah hal yang dirasakan oleh semua mama, jika mendapatkan seorang menantu seperti Sharmila ini.


***

__ADS_1


Bagaimana menurut readers? Apakah Ruli keterlaluan atau ini adalah hal yang wajar terjadi?


__ADS_2