
Novel dengan genre Fantasi Timur yang pertama kalinya dibuat TK. Semoga tidak mengecewakan 🙏🙏🙏
***
"Semua yang kulakukan adalah mutlak kehendakku! Tidak ada siapapun yang dapat menghentikanku!" gumamnya dengan senyuman yang menyeringai.
Setelah semua jiwa terhisap ke dalam tubuhnya, seseorang tiba-tiba saja muncul di hadapannya dengan tanpa dia sadari, sosok seorang pria tua misterius itu memusatkan sebuah tenaga dalam yang menjadikan energi spiritual berkumpul dan menjadi sebuah teknik ilahi.
"Beraninya Kau muncul di hadapanku? Pria tua!" ketus kultivator itu yang merasa bahwa pria tua yang muncul itu bukanlah sosok yang berbahaya.
Hanya saja, ketika bola energi spiritual yang telah sepenuhnya padat menjadi gumpalan energi sejati yang dapat disebut sebagai teknik ilahi, dia merasakan sebuah kehampaan yang sesungguhnya.
"Teknik Ilahi macam apa ini?" batin kultivator tersebut kebingungan.
"Kau terlalu sombong! Di atas langit masih ada langit! Jangan anggap kekuatanmu itu yang tak terkalahkan! Aku menghukummu dan setelah kematianmu, aku akan membimbingmu dengan baik! Jadilah bijaksana! Atau aku tidak akan memberimu kesempatan untuk yang kedua kalinya!" tegas pria tua itu dan langsung melempar bola spiritual itu dan menyedot kultivator sebelumnya masuk ke dalamnya.
Meskipun kultivator tersebut telah mencapai di puncak kekuatan, itu tidaklah cukup meskipun hanya untuk menghindar dari teknik ilahi pria tua tadi.
Teknik ilahi yang bahkan bisa melahap sebuah dunia, teknik lubang hitam. Tidak ada yang bisa menghindar dari teknik penghisap dimensi tersebut.
Waktu berlalu dengan begitu cepat, seorang pemuda kini terhempas jauh atas tendangan yang diberikan oleh pemuda lainnya.
Batuknya mengeluarkan darah, dia menyeka mulutnya dan berusaha bangkit dari jatuhnya.
"Haha! Benar-benar sampah! Bahkan Kau benar-benar tidak memiliki energi spiritual!" ucap seorang pemuda yang mulai meremehkan pemuda yang baru saja ditendang olehnya.
__ADS_1
Ketika pemuda itu kembali berdiri, pemuda yang sebelumnya menendang dirinya itu kembali dengan cepat menendang kepalanya, setelah itu dia membanting tubuh pemuda itu hingga dunia menjadi hampa rasanya.
"Apakah aku akan mati disini? Yorin! Maafkan Kakakmu ini!" batin pemuda malang itu dengan air mata yang mulai terjatuh saat melihat adiknya yang kini disandera oleh pemuda lainnya.
Saat matanya terpejam, di saat itu juga semua warna berubah menjadi hitam dan putih. Waktu terhenti, jiwa seorang pria terlihat mengambang di atas tubuh pemuda malang tersebut.
Sedangkan jiwa pemuda malang itu telah keluar dari tubuhnya, jiwa itu menatap kosong ke arah jiwa seorang pria yang memperhatikan dirinya.
"Ka–Kau siapa? Kau hantu?" tanyanya kebingungan.
"Aku adalah jiwa yang telah lama berdiam diri di dunia ini! Kamu telah mati, aku akan mengambil tubuhmu mulai sekarang!" jawabnya datar.
"Me–mengambil tubuhku? Tapi—"
"Kamu tidak dapat kembali ke tubuhmu! Kamu tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mempertahankan jiwamu! Apakah Kamu memiliki keinginan terakhir?" jelas jiwa pria itu dengan dingin.
Dengan setiap perkataannya, jiwa itu mulai pudar dan jiwa seorang pria yang sedang memperhatikan dirinya itu hanya diam tanpa ekspresi, dia pun masuk ke dalam tubuh pemuda malang itu dan warna yang sebelumnya terganti, kini sudah kembali menjadi normal. Waktu telah kembali berjalan.
Sebuah kilatan cahaya menyadarkan pemuda malang itu, "Barusan adalah ingatan darinya, ya? Jadi, begitu rupanya!" gumamnya.
Pemuda itu berdiri dengan tanpa rasa sakit yang membuat para pemuda yang berada disana kebingungan, "Apakah dia manusia? Hebat juga dia masih bisa berdiri setelah mendapatkan serangan yang begitu kuat dari Qin Mo!"
"Tidak ada habisnya! Lagi pula, jika Kamu mati! Tidak akan ada seorang pun yang akan mengancamku! Karena Kamu hanyalah seorang sampah! Yixuan!" ujarnya dengan percaya diri.
Benar sekali, nama dari pemilik tubuh pemuda itu ialah Yixuan, lebih tepatnya Ye Yixuan.
__ADS_1
Yixuan saat ini menepuk pakaiannya yang lusuh dan darahnya yang menggangu dirinya itu.
"Kapan terakhir kali aku bisa merasakan darah? Ehm, sepertinya itu sudah sangat lama?" gumam Yixuan dan tiba-tiba saja dirinya melesat ke hadapan pemuda sombong yang sebelumnya menendang dirinya.
Pemuda sombong itu belum menyadari hal itu, dia baru saja menyadarinya karena Yixuan saat ini telah mencekik lehernya dengan kuat.
"Tidak ada yang boleh bersikap sombong di depanku! Mengerti?" ucap Yixuan dengan nada dinginnya.
Mata merahnya bersinar terang, itu benar-benar membuat pemuda yang sebelumnya sombong itu ketakutan.
"Hei Kamu berani juga ya? Kamu tahu! Hidupmu tidak akan tenang jika Kamu berani menyinggungku!" teriak Qin Mo yang memaksa agar dirinya bisa bersuara meskipun saat ini hanya ada rasa sesak dalam tenggorokannya.
Tanpa basa-basi lagi, Yixuan langsung menekan kekuatan telapak tangannya dan membuat Qin Mo mati karena kehabisan nafas.
Yixuan melempar tubuh Qin Mo dengan kasar, dia berjalan ke hadapan pemuda lainnya dengan tenang. Sorot mata dinginnya membuat semua orang yang berada disana ketakutan, "Apa dia adalah Ye Yixuan yang kita kenal? Dia benar-benar menyeramkan! Ayo pergi!"
Semua pemuda itu pergi dan melepaskan Yorin, adik dari Ye Yixuan.
Yixuan mengulurkan lengannya, "Ayo kita pulang, Rin'er!" ucapnya.
Mereka pun akhirnya kembali bersama dan meninggalkan mayat dari seorang Qin Mo, mayat yang saat ini dikerumuni oleh beberapa orang yang bingung.
"Apa yang Kamu katakan? Sampah Yixuan yang melakukan ini? Yang benar saja! Anakku tidak mungkin bisa kalah dari seorang sampah!" ketus pria paruh baya marah.
"I–itu benar! Dia mencekik Qin Mo!"
__ADS_1
"Yang benar saja! Tidak mungkin anakku bisa kalah! Dia berada di ranah penempaan tubuh tingkat ketiga! Dan sampah itu sama sekali bukanlah seorang kultivator!"