Bukan Benih Yang Seharusnya

Bukan Benih Yang Seharusnya
Bab 18. Cekcok Dengan Besan


__ADS_3

Rian merasa sangat lelah dengan semua tekanan dan keinginan dari mamanya. Dia merasa bahwa mamanya tidak mengerti bahwa ia ingin membuat keputusan sendiri dalam hal ini.


Rian juga merasa bersalah karena telah membiarkan Sharmila pergi. Dia berharap bisa menemukan cara untuk memperbaiki hubungannya dengan Sharmila dan mengembalikan kepercayaan yang telah hilang.


Namun, di sisi lain, Ruli semakin kesal dan kecewa ketika Rian tidak menunjukkan minat pada calon-calon istri yang diajukan. Ia merasa bahwa Rian tidak memperhatikan kebahagiaannya dan tidak menghargai usahanya.


Hal ini membuat Rian semakin terjepit dalam situasi yang sulit dan dia merasa tidak tahu harus berbuat apa.


Dalam situasi ini, Rian dan ibunya berada di titik terendah dalam hubungan mereka. Rian merasa kesal dan terjepit, sementara ibunya merasa tidak dihargai dan kecewa.


Sementara itu, Sharmila berjuang sendirian dalam situasinya yang sulit. Semua orang dalam situasi ini merasa sedih dan penuh rasa bersalah yang menguasai hati dan pikiran mereka semua.


Ketika orang tua Sharmila datang menjenguk Rian, suasana di rumah Rian terasa sangat tegang.


Ruli masih merasa sangat kesal dan kecewa terhadap Sharmila, dan ia tidak berusaha untuk menyembunyikan perasaannya itu di hadapan orang tua Sharmila. Ia menjuluki Sharmila sebagai orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak memperhatikan perasaannya, sebagai mama mertunya.


Ketika kedua orang tua Sharmila tiba di rumah Rian, mereka langsung dijemput oleh ibunya Rian. Namun, ketika ibu Sharmila menyapa dengan ramah, ibu Rian hanya menjawab dengan senyuman kecil dan segera mempersilakan mereka masuk ke dalam rumah.


"Sudah lama sekali ya sejak terakhir kali kita bertemu. Saya heran, bagaimana Sharmila bisa meninggalkan suaminya dan pergi bersama anaknya seperti itu?" ucap Ruli dengan nada sinis.


Kedua orang tua Sharmila hanya diam dan terlihat kesal dengan sindiran yang dilontarkan oleh ibu Rian. Namun, ibunya Sharmila tetap mencoba untuk menjaga sopan santun dengan menjawab, "Maaf, ibu. Kami datang ke sini hanya untuk berkunjung dan melihat Rian. Kami tidak ingin mengganggu."


Sesampainya di dalam, ibu Rian langsung mengajak kedua orang tua Sharmila duduk di sofa. Namun, alih-alih menyapa dengan ramah atau bertanya kabar, ibu Rian justru mulai mengeluarkan sindiran pedas.

__ADS_1


"Sudah berapa lama kalian tidak datang ke sini? Oh, tunggu, apakah kamu masih merasa nyaman datang ke sini setelah perbuatan putri anda sendiri?"


Ruli langsung menyerang besannya dengan kata-kata yang pedas. Dia tidak tahan untuk tidak bicara tentang hubungan mereka yang memburuk.


"Sudahkah kamu menasihati putrimu untuk tidak mencuri suami orang lain lagi? atau masih belum berani menghadapinya?" tanya Ruli dengan nada sinis.


"Oh, kamu masih berusaha menjadi keluarga yang baik dan beradab? Saya rasa itu terlalu terlambat, bukan?"


"Tolong jangan menyalahkan kami karena membenci putri anda setelah semua yang telah dia lakukan pada Rian."


Namun, Ruli tidak berhenti di situ saja. Dia terus menerus mengeluarkan sindiran yang membuat suasana semakin tidak nyaman.


"Bahkan saya sudah mencoba untuk mencarikan Rian wanita lain yang lebih baik dari Sharmila. Tapi dia tidak mau, dia memang terlanjur mencintai Sharmila," ujarnya lagi.


"Kami berharap Sharmila memang mendapatkan pengajaran yang berharga dari semua ini, dan tidak ada lagi yang seperti ini terjadi lagi pada masa depan."


Kedua orang tua Sharmila semakin merasa tidak nyaman dengan situasi ini. Mereka merasa tidak dihargai dan disalahkan atas keputusan yang diambil oleh anak perempuannya. Namun, mereka tetap mencoba untuk menjaga kesopanan dengan tidak membalas sindiran ibu Rian.


"Mungkin ini bisa menjadi pelajaran bagi keluarga kamu, bahwa mencuri kepercayaan orang lain tidak akan pernah menjadi tindakan yang benar."


"Saya tidak bisa memaafkan Sharmila karena apa yang dia lakukan pada Rian, dan saya yakin anda sebagai orang tua juga merasa begitu."


Perkataan seperti ini tentu akan membuat suasana semakin tegang dan membuat orang tua Sharmila merasa tidak nyaman ketika berkunjung ke rumah Rian.

__ADS_1


Ketika Rian akhirnya turun dari kamar, ia langsung terkejut melihat kedua orang tuanya di sana. Ia berusaha untuk meminta maaf atas perlakuan ibunya kepada mereka. Namun, untuk kejutan mereka, bukan Rian yang meminta maaf, melainkan ibu Sharmila yang mengucapkan permintaan maaf atas apa yang telah terjadi.


"Maafkan kami, Rian. Kami tidak tahu bahwa bu Ruli tidak menyukai kehadiran kami di sini. Kami hanya ingin melihatmu dan tahu bahwa kamu baik-baik saja," ucap ibu Sharmila dengan lembut.


Orang tua Sharmila mencoba untuk bersikap sabar dan membiarkan semua ucapan besannya, namun saat Sharmila dikatakan sebagai wanita yang tidak baik, ayah Sharmila tidak bisa lagi menahan diri dan mulai membelanya. Dia memberikan dukungan dan kepercayaan kepada putrinya bahwa dia adalah seorang yang baik dan tidak pantas dihakimi.


Rian merasa sangat malu dengan sikap ibunya yang seperti itu dan meminta maaf kepada orang tua Sharmila atas sikap buruk ibunya. Namun, orang tua Sharmila justru mengambil inisiatif untuk meminta maaf pada Rian atas apa yang terjadi pada Sharmila.


Mereka mengatakan bahwa mereka tidak tahu bahwa Sharmila telah melakukan kesalahan seperti itu dan tidak bermaksud untuk menyakitkan hati siapapun.


"Kami tahu, anak kami bersalah. Kami juga tidak pernah menyangka jika semua kejadiannya akan seperti ini."


"Kami, sebagai orang tua tentu saja mendukung anak kami. Dan kami juga tidak tahu dimana dia sekarang berada."


Mereka juga menambahkan bahwa meskipun Sharmila telah melakukan kesalahan, mereka tetap mencintainya dan mendukung keputusannya untuk memperbaiki diri. Mereka berharap Rian dapat memaafkan Sharmila dan memberinya kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka.


"Tolong, Nak Rian. Maafkan putri kami, Sharmila. Berikan dia kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahannya."


Rian merasa terharu dengan sikap orang tua Sharmila yang memaafkan dirinya dan meminta agar Sharmila dapat diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dan membina hubungan mereka kembali. Ia menyadari bahwa ia juga harus memaafkan Sharmila dan tidak terus memandangnya sebagai orang yang salah.


"Yah, Bu. Maafkan, mama. Maafkan mamanya Rian, ya."


Rian merasa bersalah melihat perlakuan ibunya yang tidak sopan terhadap kedua orang tua Sharmila. Ia merasa malu dan tidak tahu harus berkata apa. Namun, ia merasa terharu dengan sikap kedua orang tua Sharmila yang tetap menghargai dan memaafkan ibunya.

__ADS_1


"Apa minta maaf? Mama tidak bersalah, Rian! Mereka berdua yang sudah menipu bersama dengan anaknya!"


Ruli tidak terima atas permintaan maaf Rian pada kedua orang tuanya Sharmila. Dia merasa tidak bersalah sehingga tidak perlu meminta maaf.


__ADS_2