
Setelah mengetahui fakta bahwa cucunya bukanlah darah dagingnya sendiri, mamanya Rian merasa sangat marah dan kecewa. Dia merasa seperti telah tertipu dan ingin tahu lebih banyak tentang orang yang sudah menanamkan benih pada menantunya, yaitu Sharmila.
Ruli memutuskan untuk mengadakan pertemuan dengan Sharmila dan kedua orang tuanya untuk mencari tahu lebih banyak.
Ketika pertemuan dimulai, mamanya Rian langsung menanyakan dengan suara tajam, "Siapa yang sudah menanamkan benih padamu, Sharmila? Bukankah kamu akan menikah dengan Rian, waktu itu?"
Sharmila, yang sudah tahu apa yang akan terjadi, dengan lesu menjawab, "Ya, Mila... Sharmila memang sudah hamil saat menikah dengan mas Rian."
"Oh, jadi anak ini bukan darah daging Rian, bukan?" Ibu Rian bertanya dengan nada tinggi. Wajahnya merah menahan amarah.
Sharmila mengangguk dengan lesu, "Ya, memang bukan anaknya mas Rian."
"Siapa yang menghamili dan benih siapa anakmu, Sharmila? Katakan padaku!" Ibu Rian meminta dengan suara meninggi.
Sharmila terdiam sejenak, mencoba menahan air matanya. Akhirnya, dia berkata, "Itu, itu dia... adalah hubungan yang tidak penting dan sudah berakhir, Bu."
"Siapa dia? Apa dia masih ada di kehidupanmu?" ibu Rian bertanya dengan nada lebih tajam lagi.
Sharmila dan keluarganya sangat terkejut dengan tuduhan ibu Rian, mereka mencoba untuk membela diri dan menjelaskan bahwa Sharmila dan Rian memang sudah menikah ketika Sharmila hamil. Namun, ibu Rian tidak percaya dan tetap menganggap mereka sebagai penipu.
Situasi semakin buruk ketika ibu Rian mulai meminta Rian untuk menceraikan Sharmila. Rian sangat kebingungan karena dia sudah sangat mencintai Sharmila dan tidak ingin meninggalkannya. Namun, ibunya Rian sangat keras kepala dan tidak mau berhenti sampai Sharmila ditinggalkan oleh Rian.
__ADS_1
Kedua orang tua Sharmila, Darto dan Puji, ayahnya terlihat cemas dan merasa tidak nyaman dengan situasi ini. Ayah Sharmila mencoba meminta mamanya Rian untuk tenang, "Ma-af, tapi apakah kita bisa berbicara dengan tenang?"
Tapi ibu Rian tidak terima dan mengabaikan permintaan tersebut, "Jawab pertanyaan ku, Sharmila! Siapa dia?" tanya Ruli marah.
Sharmila terdiam sejenak lagi, mencoba menahan air matanya. Dia tahu dia harus mengatakannya, meskipun dia takut akan akibatnya. Akhirnya, dengan suara lirih, dia menjawab, "Dia, dia adalah Alex."
"Apa? Alex?" mamanya Rian terkejut. "Lelaki itu yang pernah dekat denganmu itu?"
Sharmila mengangguk, mencoba menjelaskan, "Ma-afkan Mila, ma. Mila, mila tahu telah membuat kesalahan besar, tapi Mila tidak ingin menyakiti siapa pun. Mila tidak pernah bermaksud membuat mas Rian atau siapa pun terluka."
Tapi ibu Rian tidak terima, "Kamu membohongiku, Sharmila! Kamu dan keluargamu adalah penipu. Kamu merusak hidup anakku dan keluargaku. Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi."
Dada Ruli turun naik karena amarahnya telah memuncak. Dia tidak terima diperlakukan seperti ini oleh menantu dan kedua besannya.
Darto berusaha untuk melindungi keluarganya. Padahal yang sebenarnya dia sudah mengetahui sebelum hari pernikahan.
Tapi mamanya Rian tetap tidak puas, "Tidak ada yang bisa menyelesaikan ini dengan baik-baik. Kami sudah dibohongi oleh kalian. Aku tidak bisa membiarkan wanita seperti ini mengandung cucuku dan tumbuh dengan keluarga yang tidak jujur seperti kalian."
Semua orang dalam ruangan merasa sedih dan tegang. Situasi ini tidak terduga dan tidak ada yang tahu bagaimana caranya untuk menyelesaikan dengan baik-baik.
Sharmila akhirnya sadar atas kekeliruannya dan minta maaf pada Rian. Dia juga pasrah dengan nasibnya, seandainya Rian akan menceraikan dirinya. Tapi dia sendiri meminta pada Rian untuk tidak melibatkan kedua orang tuanya yang akan menanggung malu.
__ADS_1
Setelah dihadapkan dengan kebenaran bahwa anak yang dilahirkannya bukan dari Rian, Sharmila merasa sangat menyesal atas semua yang telah terjadi. Dia merasa bersalah telah mengecewakan Rian dan membawa malu pada keluarganya. Namun, Sharmila sudah sadar atas kesalahannya dan siap menerima segala konsekuensi yang mungkin terjadi.
Tidak hanya itu, mamanya Rian juga mulai mengajak anggota keluarganya lain untuk mendukung tuntutannya. Mereka menganggap Sharmila sebagai penghianat dan tidak bisa diterima di keluarga mereka.
Situasi semakin rumit dan penuh dengan drama, karena Rian tidak bisa membuat keputusan yang tepat tentang apa yang harus dilakukan.
Di tengah kebingungannya, Rian mencoba untuk menemukan solusi yang tepat agar tidak mengorbankan keluarganya atau Sharmila dan anaknya. Dia memutuskan untuk mencari saran dari ahli hukum dan psikolog agar bisa membuat keputusan yang tepat. Dia juga berbicara dengan Sharmila dan keluarganya untuk mencoba menyelesaikan masalah dengan baik-baik.
Meskipun sangat sulit, Rian akhirnya menemukan jalan keluar dari masalah ini. Dia memutuskan untuk meminta maaf pada mamanya, mencoba untuk membujuknya.
Rian, yang pada awalnya sangat kesal dan kecewa dengan Sharmila. Namun, setelah berbicara dengan ibunya dan merenungkan kembali, dia sadar bahwa dia sangat mencintai Sharmila dan tidak ingin kehilangan dia. Rian memutuskan untuk memberikan kesempatan kedua pada Sharmila dan memperbaiki hubungan mereka.
Namun, ibu Rian tidak bisa menerima keadaan ini dan terus memaksa Rian untuk menceraikan Sharmila. Ibunya merasa sangat malu jika terungkap bahwa cucu yang lahir bukan dari darah dagingnya sendiri. Dia terus menerus menanyakan berbagai pertanyaan tentang siapa ayah biologis anak tersebut dan mencari tahu tentang seluruh sejarah Sharmila.
"Ma, tolong berikan waktu pada Rian untuk memutuskan kehidupan Rian sendiri. Mama tidak perlu ikut campur."
Rian merasa sangat kesal dengan sikap ibunya dan meminta agar ibunya tidak ikut campur dalam urusannya dengan Sharmila. Namun, ibunya tetap ngotot dan meminta Rian untuk menceraikan Sharmila. Rian sangat stress karena situasi ini dan merasa terjebak di antara cinta untuk Sharmila dan tanggung jawab pada keluarganya.
"Kamu pikir, dengan kamu berpikir sendiri kamu bisa mengambil keputusan dengan baik? Tidak Rian! Otakmu sudah dicuci."
Sharmila, pada saat yang sama, merasa sangat takut akan nasibnya. Dia tahu bahwa kesalahan yang dia lakukan telah membuat hidupnya terbalik dan membuat Rian merasa sangat sakit hati. Namun, Sharmila tidak ingin menyerah begitu saja. Dia merasa bahwa dia dan Rian bisa melalui masalah ini bersama-sama dan memperbaiki hubungan mereka.
__ADS_1
Sharmila akhirnya memutuskan untuk bertemu dengan Rian dan meminta maaf secara langsung. Dia menunjukkan rasa penyesalannya dan berjanji akan mengubah dirinya menjadi lebih baik. Rian, meskipun merasa sedikit ragu, akhirnya memutuskan untuk memberikan kesempatan kedua pada Sharmila.
Namun, Rian memberikan syarat pada Sharmila, bahwa dia harus menyelesaikan masalah ini sendiri tanpa melibatkan keluarganya. Sharmila setuju dan berjanji untuk tidak mengganggu keluarga Rian lagi.