Bukan Benih Yang Seharusnya

Bukan Benih Yang Seharusnya
Bab 19. Menyadari Kesalahan


__ADS_3

"Mila... Mila..."


"Bagas... Mila..."


Ruli merasa tidak tenang karena melihat putranya yang terus-terusan mengigau di malam hari. Nama Sharmila dan anaknya selalu terucap dalam mimpinya, membuatnya merasa bersalah dan merasa bertanggung jawab atas sakit putranya.


Rian tidak kunjung sembuh dari sakitnya, meskipun telah menjalani pengobatan dan mengonsumsi obat-obatan. Kondisi kesehatannya semakin memburuk, terutama ketika malam tiba. Rian mengigau dan merasa kesakitan, membuat ibunya Rian semakin cemas dan merasa bersalah.


Seperti malam ini, Ruli tidak bisa tidur. Dia duduk di samping tempat tidur Rian, memandangi putranya yang terlelap. Ia merasa sangat bersalah karena telah memperlakukan Sharmila dan keluarganya dengan kasar.


Ruli mengambil nafas dalam-dalam dan mencoba untuk memperbaiki segala kesalahan yang telah dilakukannya. Dia menyadari bahwa keadaan putranya yang sakit adalah karena rasa bersalah dan beban yang ia bawa selama ini.


Setelah melalui berbagai macam peristiwa yang membuat hatinya tergoncang, Ruli akhirnya menyadari betapa besar pengaruh yang dimilikinya dalam kehidupan putranya. Ia merasa bersalah karena selama ini ia memaksa kehendaknya dan mengabaikan perasaan putranya yang menginginkan Sharmila untuk tetap menjadi istrinya.


Mendengar Rian yang terus mengigau dan selalu memanggil nama Sharmila saat sakit, membuat Ruli merasa terpukul. Ia merasa bahwa ia harus bertanggung jawab atas kesedihan putranya dan memperbaiki kesalahan yang telah dilakukannya.


"Mama minta maaf, Rian. Mama sudah terlalu egois dan memaksa kehendak."


"Mama tidak akan lagi mencampuri hidupmu dan memaksakan kehendak Mama. Mama hanya ingin kamu bahagia dan sehat seperti dulu. Hiks hiks hiks..."


"Mama juga akan berusaha untuk memahami perasaanmu dan tidak memaksa kamu melakukan apa yang tidak kamu inginkan," ucap Ruli dengan tekadnya.


Mendengar ucapan tersebut membuat Rian merasa lega dan bersyukur. Ia merasa bahwa mamanya telah berubah dan menerima pernikahannya dengan Sharmila. Ia berharap bahwa kebahagiaan dan keharmonisan keluarga bisa terus terjaga.


"Ma, terima kasih ma."

__ADS_1


Keesokan harinya, Ruli menghubungi keluarga Sharmila dan meminta maaf atas segala perlakuan yang telah dilakukannya. Ia juga meminta mereka untuk mengunjungi Rian dan memohon agar Sharmila dan anaknya dapat memaafkannya.


"Tolong datang dan jenguk Rian di rumah sakit. Dia di rawat di rumah sakit sejak kemarin-kemarin, dan tolong bawa juga Sharmila dengan anaknya."


Keluarga Sharmila awalnya tidak mau mengunjungi Rian karena masih merasa tersinggung dan kesal dengan perlakuan Ruli.


Namun, setelah berbicara dengan Sharmila, mereka akhirnya setuju untuk mengunjungi Rian di rumah sakit.


Ternyata, Sharmila pulang ke rumah orang tuanya setelah berpikir masak-masak dan ia tidak mungkin membiarkan anaknya menderita.


Ketika mereka sampai di rumah sakit, Ruli menyambut mereka dengan penuh hormat dan meminta maaf kembali.


"Maafkan aku dengan semua keegoisan siang aku miliki." Ruli meminta maaf pada besannya, dan juga pada Sharmila.


Setelah mereka duduk di ruangan Rian, Ruli menjelaskan segala kesalahannya dan meminta maaf pada keluarga Sharmila. Ia merasa sangat menyesal atas semua yang telah terjadi dan berjanji akan berubah menjadi lebih baik.


"Mama merasa sangat bersalah, anakku. Ini semua salahku. Mama terlalu keras kepala dan egois, dan sekarang anakku sedang menderita karena kesalahanku. Aku tidak bisa berhenti memikirkan kesalahan-kesalahan yang aku lakukan pada anakku dan Sharmila. Aku berharap aku bisa merubah semuanya, tapi aku tahu aku tidak bisa. Aku sangat menyesal."


Itulah yang diucapkan oleh Ruli saat dia menyadari kesalahannya dan merasa bersalah atas sakitnya Rian. Dia merasa bahwa semua ini terjadi karena kesalahannya yang keras kepala dan egois. Dia merasa bahwa dia telah membuat Rian menderita karena perbuatannya, dan bahwa dia harus bertanggung jawab atas kesalahan-kesalahan tersebut.


Keluarga Sharmila akhirnya memaafkan ibunya Rian dan menyatakan bahwa mereka juga tidak ingin memperburuk keadaan Rian yang sedang sakit. Mereka berjanji untuk saling memaafkan dan memulai kembali dengan keadaan yang baru.


Rian sendiri juga merasa lega setelah mendengar semua percakapan tersebut. Ia merasa terharu dengan sikap keluarga Sharmila yang memaafkan ibunya Rian. Ia mengucapkan terima kasih kepada keluarga Sharmila dan mamanya yang telah memperbaiki kesalahannya.


Setelah menyadari kesalahannya, Ruli mulai mencoba untuk berubah. Dia mencoba untuk mendekati Rian dengan cara yang lebih baik dan mencoba untuk memperbaiki hubungannya dengan Sharmila dan anaknya.

__ADS_1


Selama Rian masih sakit, mamanya terus menemani bersama dengan Sharmila dengan penuh kasih sayang. Dia memastikan bahwa Rian mendapatkan perawatan yang terbaik dan berusaha untuk membuatnya merasa nyaman selama masa pemulihan.


Ruli juga berusaha untuk menjalin hubungan baik dengan keluarga Sharmila dan membuat mereka merasa diterima dan dihargai.


"Mama akan mencoba untuk memperbaiki kesalahan yang sudah mama lakukan dan akan memperkenalkan Sharmila dan anaknya pada keluarga kita. Mama juga berharap kamu bisa menerima mereka dengan tulus dan memberikan tempat yang baik bagi mereka di hatimu," ucap Ruli dengan tersenyum.


Rian merasa senang dan lega mendengar ucapan tersebut. Ia merasa bahwa ibunya telah membuka hatinya dan menerima keberadaan Sharmila dan anaknya. Ia berharap bahwa kebahagiaan keluarga bisa terus terjaga dan mereka bisa hidup rukun dan damai seperti sebelumnya.


***


Seminggu kemudian, Ruli mengadakan pertemuan keluarga di rumahnya. Semua keluarga Rian hadir termasuk Sharmila dan anaknya. Pertemuan berlangsung dengan penuh kehangatan dan keakraban.


Ruli memperkenalkan Sharmila dan anaknya dengan tulus dan terbuka pada semua saudaranya.


"Untuk semuanya, ini adalah Sharmila dan anaknya. Mereka adalah bagian dari keluarga kita dan pernikahan mereka adalah sebuah kebahagiaan bagi kita semua. Saya berharap kalian bisa menerima mereka dengan tulus dan memberikan tempat yang baik bagi mereka di hati kita," ucap Ruli dengan penuh kehangatan.


Mendengar ucapan tersebut membuat semua orang merasa senang dan lega. Semua keluarga Rian menerima kehadiran Sharmila dan anaknya dengan tulus dan terbuka.


Saat Rian mulai sembuh, Ruli masih terus membantu dalam proses pemulihan dan memastikan bahwa Rian mendapatkan perawatan yang terbaik. Dia terus mencoba untuk memperbaiki hubungannya dengan Sharmila dan anaknya, dan berusaha untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah dia lakukan sebelumnya. Dia merasa sangat bersyukur bahwa anaknya semakin sehat, dan berharap bisa memperbaiki hubungannya dengan Sharmila dan anaknya di masa depan.


Ruli mengakui kesalahannya dan mencoba untuk memperbaiki hubungan dengan orang-orang yang telah dia sakiti. Dia merasa bersalah atas kesalahannya dan berusaha untuk bertanggung jawab atas perbuatannya.


"Aku berharap semuanya baik-baik saja, dan tidak ada masalah lagi ke depannya nanti."


Meskipun proses ini membutuhkan waktu dan usaha, Ruli yakin jika akhirnya dia akan berhasil memperbaiki hubungannya dengan semua orang yang dekat dengannya, termasuk Sharmila dan juga anaknya, Bagas.

__ADS_1


__ADS_2