Bukan Benih Yang Seharusnya

Bukan Benih Yang Seharusnya
Bab 12. Belum Sepenuhnya


__ADS_3

Mereka duduk bersama di sudut kafe, dengan tangannya saling terkait dan mata mereka terus saling memandang. Mereka sedang mabuk cinta, terlempar dalam dunia mereka sendiri yang penuh dengan kebahagiaan dan kehangatan. Mereka tidak peduli dengan orang di sekitar mereka yang sedang berbicara dan tertawa, karena mereka merasa seperti satu-satunya orang di ruangan itu.


Tidak ada yang bisa menghentikan perasaan mereka satu sama lain. Setiap kali mereka berbicara, terdengar seperti musik indah yang menyatukan mereka. Tidak ada kekhawatiran, tidak ada rasa takut atau cemas. Hanya ada kebahagiaan yang tulus, dan rasa cinta yang mendalam.


Saat mereka mabuk cinta, mereka saling memberi perhatian satu sama lain, mencium bibir dan mencoba memegang erat tangan satu sama lain. Mereka saling meyakinkan bahwa mereka saling mencintai dan tidak akan pernah meninggalkan satu sama lain. Segalanya terasa sempurna, seolah-olah dunia hanya mereka berdua.


Sharmila terkejut dengan lamunannya sendiri, tentang situasi saat dia bersama dengan Alex waktu itu. Sesuatu yang kini telah menjadi penyesalan terbesarnya.


'Andai saja aku tidak nekat melakukan apa-apa untuk mencari sebuah kepuasan dari rasa penasaran...'


Tapi semua penyesalan itu tidak ada gunanya.Kini Sharmila menghadapi permasalahan yang lebih rumit karena mamanya Rian, yaitu Ruli, belum bisa memaafkan dirinya dan memberikan restu untuk mempertahankan hubungannya dengan Rian.


***


Rian dan Sharmila berdua, kembali mengunjungi rumah mamanya Rian untuk meminta maaf. Mereka datang dengan hati yang tulus dan membawa hadiah sebagai bentuk permintaan maaf mereka.


Ruli, awalnya enggan menerima mereka, tetapi Rian berusaha untuk membujuknya dan meminta maaf atas kesalahan yang telah terjadi.


"Ma. Berikan kami kesempatan untuk memperbaiki semuanya."


Namun, Ruli masih terlihat sulit untuk menerima Sharmila. Rian dan Sharmila terus berusaha membujuk ibu Rian dan menjelaskan bahwa mereka semua dapat memperbaiki hubungan dan hidup bahagia bersama.

__ADS_1


"Maafkan Sharmila, ma. Rian sudah memaafkan dirinya, memberinya kesempatan untuk berubah."


Rian meminta maaf pada ibunya karena telah membuatnya kecewa dan berjanji untuk memperbaiki hubungan keluarga mereka. Ia juga meminta ibunya untuk mempertimbangkan untuk memberikan kesempatan pada Sharmila.


Keluarga Rian hanya diam dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Rian merasa cemas dan khawatir bahwa usahanya akan sia-sia.


"Ta-pi sa-ya berjanji, sa-ya akan berusaha untuk menjadi istri yang baik bagi mas Rian dan keluarga. Sa-ya sangat menyesal."


Sharmila mengungkapkan rasa penyesalannya dengan terbata-bata.


Dalam situasi seperti ini, Rian merasa terjebak antara cinta pada Sharmila dan kasih sayang pada mamanya. Hati Rian penuh dengan kebimbangan dan dilema, dia merasa sangat sulit untuk memilih di antara keduanya.


Di satu sisi, Rian sangat mencintai Sharmila dan sudah memiliki ikatan emosional yang kuat dengan wanita itu, bahkan sebelum Sharmila hamil dan mereka menikah. Namun di sisi lain, Rian juga merasa sangat dekat dengan mamanya dan tidak ingin membuat mamanya kecewa.


Dia merasa dirinya telah dibohongi oleh Sharmila dan merasa tidak bisa percaya pada wanita itu lagi. Namun di saat yang sama, Rian juga merasa bahwa dia tidak bisa menghukum Sharmila dengan cara menceraikannya. Ia tahu bahwa ini akan sangat menyakitkan bagi Sharmila, dan juga akan berdampak buruk pada anak mereka.


Saat ini, Rian merasa sedih, bimbang, dan stres. Ia tahu bahwa ia harus membuat keputusan, tetapi hal itu sangat sulit dilakukan. Dia merasa terjebak dalam situasi yang tidak adil dan tidak adil, dan tidak tahu bagaimana harus menyelesaikan semua ini dengan cara yang baik.


Apalagi mamanya juga datang ke rumah ibunya Sharmila, dengan marah besar karena kekecewaan yang dia miliki pada Sharmila. Ruli memarahi besannya karena tidak mau jujur dan merasa telah dijebak oleh mereka berdua dengan keadaan Sharmila yang sudah hamil dan mereka telah mengetahuinya sebelum menikah dengan Rian.


Saat itu, mamanya Rian datang dengan langkah cepat ke rumah ibu Sharmila dengan rasa marah dan kecewa yang tidak tertahankan. Begitu sampai di depan pintu, dia mengetuk dengan kuat dan tanpa menunggu lama, ibu Sharmila membukakan pintu. Mamanya Rian dengan lantang langsung memaki-maki ibu Sharmila.

__ADS_1


"Bagaimana kalian bisa berbuat seperti ini? Menipu saya dan anak saya dengan cara yang sangat licik! Saya sangat kecewa dengan keluarga kalian!" Ruli berkata dengan nada tinggi.


Ibu Sharmila hanya bisa menundukkan kepala dan meminta maaf dengan tulus, "Maafkan kami, bu. Kami tidak bermaksud menipu siapapun. Kami sangat menyesal atas apa yang telah terjadi."


"Tidak! Tidak ada maaf untuk kalian! Kalian telah membohongi kami dan mempermainkan perasaan kami! Apakah kalian tahu betapa sakitnya hati anak saya saat mengetahui bahwa anak yang dilahirkan bukanlah darah dagingnya sendiri?" bentak Ruli semakin keras.


Ibunya Sharmila, yaitu Puji terdiam, dia tidak tahu harus berkata apa lagi. Namun, Ruli tidak menghentikan amarahnya.


"Dan kamu, nenek si bayi! Kenapa kamu tidak jujur kepada kami tentang kehamilan Sharmila? Kalian seharusnya mengatakan kebenaran sejak awal, bukannya membiarkan kami terjebak dalam kebohongan ini!" tukas Ruli kepada ibu Sharmila.


Ibu Sharmila mencoba untuk membela diri, "Maafkan saya, bu. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi, saya sangat sayang pada Sharmila dan cucu saya yang baru dikandungnya. Saya tidak ingin kehilangan keduanya."


"Kalian semua membohongi saya dan anak saya! Kalian tidak bisa berbuat apa-apa selain berbohong dan menyakiti orang lain!" katar Ruli semakin kesal atas pembelaan Puji.


Mendengar ucapan Ibu Rian yang semakin keras, Sharmila yang berdiri di belakang ibunya mulai merasa tidak nyaman. Dia tahu bahwa mamanya Rian sedang sangat marah padanya dan keluarganya. Dia merasa sangat bersalah atas semua yang terjadi dan memohon untuk diampuni.


"Ma, Mila sangat menyesal atas apa yang telah terjadi. M-ila meminta maaf atas segala kesalahan yang telah Mila perbuat. Mila sangat mencintai mas Rian dan tidak ingin kehilangannya. Tolong beri Mila kesempatan untuk memperbaiki semuanya, Ma." pinta Sharmila dengan suara yang rendah.


Ruli merespon dengan dingin, "Sudah terlambat untuk minta maaf, Sharmila. Kami tidak ingin kalian bersama-sama lagi. Rian akan menceraikan mu dan kamu harus menerima konsekuensi dari tindakanmu sendiri."


Sharmila terduduk lemas di lantai, air matanya mengalir deras. Dia tahu bahwa ini adalah akhir dari hubungannya dengan Rian, dan dia merasa sangat sedih dan kecewa. Tapi di sisi lain, dia juga merasa bersalah atas semua yang sudah dia lakukan.

__ADS_1


Ruli yang dalam keadaan seperti ini merasa sangat kecewa dan marah. Dia merasa sudah dijebak oleh Sharmila dan keluarganya karena tidak diberitahu bahwa Sharmila hamil dengan orang lain sebelum menikah dengan Rian. Rasa kecewa dan marah ini semakin memuncak ketika dia mengetahui bahwa cucu yang dilahirkan oleh Sharmila bukanlah darah dagingnya, melainkan anak dari orang lain yang telah melakukan apa-apa dengan Sharmila.


Ruli merasa dikecewakan oleh Sharmila dan keluarganya yang tidak jujur dengan keadaan sebenarnya. Dia merasa dirinya telah dijadikan korban dari kebohongan mereka. Hal ini membuatnya sangat marah dan ia merasa sulit untuk memaafkan Sharmila.


__ADS_2