
Sementara itu, Rian juga merasa kebingungan dan khawatir dengan keadaan Sharmila yang tiba-tiba pergi meninggalkan rumah. Dia mencoba menghubungi Sharmila dan keluarganya namun tidak mendapatkan jawaban. Akhirnya, Rian memutuskan untuk mencari Sharmila dengan bantuan teman-temannya.
Rian merasa sangat sedih ketika ibunya memperkenalkan gadis lain kepadanya. Selama beberapa hari ini, Rian merasakan sakit kepala dan demam tinggi, sehingga ia memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya untuk istirahat dan merawat dirinya sendiri. Namun, ketika mamanya justru datang dengan gadis lain, Rian merasa semakin tertekan dan kehilangan harapan untuk bersatu kembali dengan Sharmila dan anaknya.
Saat Ruli memperkenalkan gadis itu, Rian merasa tidak ada lagi harapan untuk memulihkan hubungannya dengan Sharmila.
"Rian, sebaiknya kamu jangan terlalu berharap dan mengejar Sharmila. Sudahlah, kamu sudah sakit begini, lebih baik istirahat saja. Dan apakah dia peduli dengan keadaanmu?" Ruli marah.
"Tapi ma, aku ingin tahu bagaimana keadaan Sharmila. Apa dia baik-baik saja? Apa dia sudah bertemu dengan keluarganya? Bagaimana dengan anaknya?" Rian terlihat sangat khawatir.
Rian tahu bahwa mamanya tidak akan pernah merestui hubungannya dengan Sharmila, dan ia merasa sangat terpuruk dan kehilangan semangat hidupnya. Selama beberapa hari terakhir, Rian telah kehilangan nafsu makan dan merasa sangat lelah secara emosional.
Namun, meskipun merasa sakit dan terpuruk, Rian tidak bisa menahan keinginannya untuk bertemu dengan Sharmila dan anaknya. Ia merindukan Sharmila dan putranya yang menjadi sumber kebahagiaannya.
Rian terus memikirkan tentang mereka sepanjang waktu dan tidak bisa berhenti memikirkan bagaimana ia bisa memperbaiki hubungannya dengan Sharmila.
Tapi Ruli justru datang dan memperkenalkan gadis lain pada saat Rian sakit. Rian tidak peduli dan hanya ingin bertemu dengan Sharmila bersama anaknya.
Saat bertemu dengan mamanya, Rian mengatakan bahwa ia hanya ingin bertemu dengan Sharmila dan anaknya. Namun, ibunya tidak mendengarkan dan justru semakin marah. Ruli berpikir bahwa Sharmila adalah penyebab kejadian yang membuat Rian sakit, dan merasa bahwa Sharmila harus dipisahkan dari Rian.
Ruli meminta pada orang lain untuk melakukan sesuatu terhadap Sharmila, karena ia merasa kesal dengan sikap Sharmila yang selalu mencoba untuk mempertahankan hubungannya dengan Rian. Namun, Rian tidak setuju dengan tindakan mamanya. Ia berpikir bahwa mamanya tidak dapat memaksakan kehendaknya pada orang lain, terutama dalam masalah seperti ini.
__ADS_1
Rian mencoba untuk menjelaskan kepada mamanya, bahwa Sharmila dan anaknya bukanlah penyebab dari sakitnya. Sebaliknya, mereka adalah satu-satunya hal yang membuatnya merasa bahagia dan memiliki semangat hidup. Rian merasa bahwa ia harus bertanggung jawab atas kesalahannya dan harus berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Sharmila.
Namun, Ruli tetap keras kepala dan tidak mau mendengarkan. Ia merasa bahwa Rian terlalu lemah untuk menghadapi situasi ini, dan ia harus melakukan sesuatu untuk memisahkan Sharmila dari Rian. Mamanya Rian merasa bahwa Sharmila adalah salah satu halangan utama dalam hidup Rian, dan bahwa ia harus dipisahkan dari Rian agar Rian bisa meraih kebahagiaannya.
"Ck! Tidak usah terlalu khawatir, anakku. Kau tahu kan, dia sendiri yang memilih untuk pergi meninggalkanmu dan keluarga kita. Dia sendiri yang membuat masalah ini menjadi semakin rumit." Ruli mencoba untuk mempengaruhi anaknya.
Namun, Rian tidak bisa membiarkan ibunya memisahkan dirinya dari Sharmila dan anaknya. Ia merasa bahwa ia harus berjuang untuk mempertahankan hubungannya dengan mereka, meskipun itu berarti ia harus menghadapi perlawanan dari mamanya. Rian tahu bahwa ia harus menjadi suami yang bertanggung jawab untuk istri dan anaknya.
"Tapi Ma, aku juga salah dalam masalah ini. Aku harus bertanggung jawab atas perbuatanku dan harus berusaha memperbaikinya. Aku juga harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi."
Ruli semakin kesal mendengar perkataan anaknya yang keras kepala.
Rian menghela nafas panjang saat mendengar perkataan mamanya sedang marah. " Ma, tapi aku tidak bisa melupakan Sharmila begitu saja. Aku mencintainya dan aku menyayangi anaknya. Aku ingin mencoba memperbaiki hubungan kami dan membuat keluarga kami menjadi utuh kembali."
"Kamu tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi, Rian. Sudahlah, kamu harus memikirkan masa depanmu dan keluarga kita. Kamu harus membuka hatimu pada gadis lain yang cocok untukmu." Ruli tetap tidak mau mengalah.
Rian mengelengkan kepalanya. "Maaf ma, tapi aku tidak bisa memaksakan diri untuk mencintai orang yang tidak aku cintai. Aku harap mama bisa memahami perasaanku."
"Ini bukan hanya tentang perasaanmu, Rian. Ini tentang masa depanmu dan keluarga kita. Kamu harus memikirkan masa depanmu dan keluarga kita." Ruli semakin kesal.
Ruli sangat kecewa ketika Rian menolak tawaran untuk dijodohkan dengan gadis-gadis pilihannya. Ia merasa bahwa Rian tidak menghargai usahanya untuk mencari calon istri yang cocok bagi Rian. Setiap kali Rian menolak tawaran tersebut, Ruli semakin merajuk dan memberikan tekanan pada Rian.
__ADS_1
Ketika Rian menolak tawaran terbaru yang diajukan oleh mamanya, dia merasa kesal dan frustrasi. Rian mencoba untuk menjelaskan bahwa ia ingin memilih sendiri pasangan hidupnya dan tidak ingin terburu-buru dalam memutuskan. Namun mamanya tetap bersikeras bahwa Rian harus menerima salah satu dari gadis-gadis yang ia perkenalkan.
Apa yang dikatakan oleh Rian membuat mamanya semakin marah dan meminta pada orang untuk melakukan sesuatu pada Sharmila.
"Kenapa kamu begitu keras kepala, Rian? Ini untuk kebaikanmu. Jika kamu menikahi gadis yang aku pilihkan, kamu pasti akan bahagia."
"Apa yang salah dengan gadis-gadis itu? Mereka cantik, pintar, dan berasal dari keluarga yang baik. Mereka jauh lebih cocok untukmu daripada Sharmila."
"Kamu tidak bisa terus-terusan mengejar seseorang yang tidak menghargai mu. Sharmila hanya memanfaatkan mu, Rian. Dia tidak peduli padamu."
"Aku sangat kecewa padamu, Rian. Aku berusaha mencarikan yang terbaik untukmu, tapi kamu malah menolak dan memilih Sharmila. Kamu tidak menghargai semua usaha mama untukmu."
"Aku tidak bisa lagi membiarkan kamu terus bersama Sharmila. Jika kamu tetap bersikeras, aku akan mengambil tindakan yang lebih keras untuk memisahkan kalian berdua."
***
Sementara itu, Sharmila yang telah pergi dari rumah Rian, masih merenungkan keputusannya untuk pergi. Dia merasa sedih karena meninggalkan Rian, tetapi pada saat yang sama, ia merasa bahwa ia tidak bisa tinggal lagi di situasi yang tidak menyenangkan. Sharmila merasa bahwa ia dan anaknya tidak dihargai dan tidak diterima oleh keluarga Rian.
"Maafkan aku, mas Rian."
Sementara Sharmila berjuang dengan perasaannya, Ruli semakin bertekad untuk menemukan pasangan yang cocok untuk anaknya. Ia terus mengirimkan foto dan biodata dari calon-calon istri ke Rian, bahkan ketika Rian sedang sibuk dengan pekerjaannya.
__ADS_1