
Setelah kepergian bu Nisa,Aira merasa kesepian.Meskipun di ruangannya ada dua orang yang hanya disekat oleh tirai.Namun Aira tidak ada yang menemani.Bahkan hari sudah semakin siang Aira hanya sendiri di brankarnya.Nenek dan pamannya yang katanya hendak menemani pun tak kunjung datang.
Hingga tibalah waktu makan siang dan Aira mendapat jatah makan siangnya dari rumah sakit.Namun Aira tak selera untuk memekannya.Karena tak ada yang mengajaknya mengobrol pun Aira tertidur.Ia belum memakan jatah makan siangny yang di simpan diatas nakas kecil disamping brankarnya.
Waktu pun berlalu hingga tibalah waktu pulang sekolah.Arsyad dan teman teman Aira keluar gerbang sekolah.Mereka bertemu Erik yang sedang menunggu Aira.Erik yang melihat teman teman Aira pun berniat menanyakan keberadaan Aira.
"Maaf boleh aku tanya sesuatu sama kalian?"dengan hati hati nada bicara Erik untuk bertanya pada teman Aira.
"Iya ada apa dan kamu siapa ya?"jawab Meri dengan nada malas.
"Aku Erik.aku teman Aira waktu olimpiade sains.Aku sering jemput Aira buat diskusi soal materi sains.Boleh tau apa Aira sudah pulang?Tadi aku telpon tidak dijawab soalnya."
"Oh gitu...Aira td pulang duluan karena dia sakit.Dan dia sebenarnya nggak pulang tapi dia dirawat di rumah sakit.Tadi pihak sekolah yang mengantarkan Aira karena Aira pingsan dikelas."Lina menjawab dengan di angguki oleh Meri dan Sinta.Sementara Arsyad hanya mendengarkan karena penasaran dengan Erik.
Melihat Erik dengan ekor matanya Arsyad merasa cemburu pada Erik.Mengingat kejadian yang kemarin Aira di boncengi Erik sampai rumahnya.
Mengapa kamu tidak bisa melihat ketulusan ku Aira.Aku tulus mencintaimu.Aku ingin melindungi mu setiap waktu.Mengapa begitu cepatnya kamu memilihnya Aira.Arsyad mengatakan dalam hatinya.Ia merasa sedih Aira lebih memilih Erik yang baru dikenalnya.
Erik yang melihat Arsyad pun merasa penasaran dengan Arsyad.Sebenarnya ia ingin bertanya pada Arsyad tentang perasaannya pada Aira.Namun ini bukan waktu yang tepat.Akhirnya Erik pun berlalu menaiki motornya tidak lupa mengucapkan terima kasih pada mereka.
__ADS_1
Dengan kecepatan agak cepat Erik mengendarai motornya hingga sampailah di rumah sakit di mana Aira dirawat.Dengan berjalan agak cepat menanyakan pada resepsionis.Setelah tahu ruangannya Erik berjalan cepat menuju ruangan dimana Aira dirawat.
Didepan ruangan Aira, Erik memperlambat jalannya.Ia memasuki ruangan dengan tanpa suara.Dan saat melihat Aira tertidur di brangkarnya.Ada rasa sedih melihat kekasihnya sakit.
Erik melangkah menghampiri brangkar Aira dan duduk disamping brankarnya.Aira yang tertidur menyamping pun menghadap Erik seketika itu Erik dapat melihat wajah Aira yang pucat.
Merasa ada seseorang disampingnya, akhirnya Aira terbangun dan melihat Erik di depannya.Aira yang terbangun langsung hendak duduk.Namun sebelum berhasil duduk tangan Aira ditahan Erik agar untuk tetap tidur saja.
"Humaira,apa yang kamu rasakan saat ini?"dengan lembut Erik bertanya pada Aira
"Aku gak apa-apa kak.Tadi cuma pusing aja."dengan lemas Aira menjawabny.Mata Aira yang sayu mengatakan jika ia sedang sakit.Meskipun tak ada pernyataan yang keluar dari mulut Aira namun Erik sudah dapat melihat jika Aira menahan rasa sakitnya.
"Humaira,lantas apa kata dokter yang memeriksamu?"
"Kenapa bisa kamu anemia,,,?apa kamu kurang tidur atau sering tidak bisa tidur?"
"Gak kak,bukan gitu...aku cuma kecapekan kan sekarang sekarang ini sering pulang sore."
"Apa kamu tertekan Humaira selama ini?"
__ADS_1
"Gak kak aku gak apa-apa.gak usah khawatir.
Aku hanya ingin melihatmu bahagia Humaira.Aku ingin melihatmu terus tertawa.Cepatlah sembuh Humaira. kata kata itu pun hanya terucap dalam hati Erik saja.
"Kamu belum makan siang ya Humaira?"
"Iya belum kak.Nanti sajalah kak aku masih kenyang."
"Sini aku suapi ya...?atau kamu mau makanan yang lainnya?"
"Gak apa kak itu saja.tapi nanti makannya karena aku masih kenyang kak."
"Gak bisa Humaira kamu harus makan sekarang biar aku yang suapi ya"dengan menyendokkan nasi dan lauk kornet yang di goreng beserta sayur sop memaksa Aira untuk makan siang.
"Terima kasih kak.kamu selalu ada disaat aku butuh teman."dengan menahan air mata Aira mengatakannya.
"Kamu bisa cerita sama aku Humaira..ceritakan semua apa yang kamu rasa.aku akan selalu berusaha menjadi pendengar yang setia."
"Gombal kamu kak....ya terima kasih ya kak.Aku lagi sedih aja.temanku semua menghindariku.Mama papa ku juga begitu percaya pada paman.Sekarang aku sendirian disini.Tadi aku sempat meminta untuk rawat jalan aja.tapi kata dokter aku harus dirawat dulu lebih intensif karena sudah dua kali ini aku pingsan disekolah.Mereka takut ada yang berbahaya di sakit aku yang sekarang."
__ADS_1
"Gak apa dirawat dulu aja ya sampai sembuh.Gak usah takut berlebihan.Kamu sehat kok cuma kecapekan seperti apa yang kamu katakan barusan.semangat ya?"
"Iya kak terima kasih kak...."dengan memakan nasi yang disuapi Erik,Aira makan dengan lahap.Merasa senang sudah ada yang menemaninya.