BURUNG DALAM SANGKAR

BURUNG DALAM SANGKAR
#Episode 21+


__ADS_3

..."Apakah Aku bisa Bahagia?"...


Mentari menembus jendela dengan irama burung gereja. Lambaian daun kelor menyapa harapan di pagi buta. Sambil merenggangkan tulang-tulang yang berbunyi kretek seakan berkarat dimana-mana.


"Segarnya" ucapku sembari menghirup udara segar pedesaan


Tiba-tiba tangan memeluk dari belakang lantas berbisik


"Selamat pagi sayang"


Dia suamiku, harapan untuk kebahagiaan setelah itu, nyatanya semua bisa bisu, aku masih tak tahu akan bagaimana cerita hidupku.


"I love you" jawabku memberikan morning kiss


"Love you to" jawabnya membuat ku lupa akan masalah itu


Kami hanya diam membisu sembari memeluk waktu yang di temani hiruk pikuk masa lalu dan kekuatiran terhadap masa depan yang belum di lakukan.


"Aku ingin bahagia tuhan" Teriak ku walau hanya dalam hati


Lantas pria gagah dengan handuk berwarna merah yang menutupi badan bagian bawahnya mendekat lalu memelukku lagi dari belakang dan berbisik...


"Apa yang kau kuatir kan sayang?"


Bisik nya dalam telingaku lantas ku jawab dengan senyum sembari menggeleng

__ADS_1


"Tidak apa-apa hanya sedang berfikir apa aku bisa bahagia?" ucapku sambil membelai bahunya


"Aku akan membuatmu bahagia sayang dan sekarang kau di rumahku ini adalah istanamu" ucapnya sekali lagi mencium keningku


Seakan harapan kembali tumbuh walau hanya dalam angan, mimpi yang kembali bersemi membuat senyumku sedikit tersungging ria, berharap semua bisikan surga itu akan terjadi sesuai dengan yang di janjikan........


"Sayang kau sangat cantik pagi ini" senyumnya lantas membelai bibirku kemudian mencium nya


Malam itu hujan deras mengguyur bumi di temani bintang yang temaram berusaha terang di tengah ke gelapan.


"Ahhhhhhhhhh..."


Teriakan pelan terus menggema di sudut ruang sembari menyapa alam yang memberikan ke dingin menembus kulit setiap insan namun, karna itulah kenikmatan semakin nikmat terasa


Suara ******* dua insan semakin menggema, memecah kesunyian malam yang di temani bunyi jangkrik, dan hujan terus menangis dengan derasnya, sesekali, petir guntur bersautan memotret cinta yang baru terlukiskan menyaksikan kedua insan yang tak berhenti bercumbu ria


"Sayang kau cantik malam ini" ucap sang lelaki


Sang wanita merasa semua selesai tapi hanya permulaan, peluknya semakin kencang lantas di gulingkannya perlahan-perlahan demi perlahan menjilati setiap titik kenikmatan, yang semakin mengeras membuat sang induk bangun kembali lantas sedikit-demi sedikit si wanita terus mengaum keenakan.


Langit membelah membentuk zik-zak dengan suara awungan kenikmatan serasa meniru adegan kedua insan yang bercumbu memberi isarat agar menyamarkan suara dua insan yang terus berteriak penuh kenikmatan


Malam itu si wanita merasa hidup kembali menemukan harapan yang dulu pernah hilang. Semua terasa kembali pada satu tujuan seakan penderitaan akan musnah di gantikan kebahagiaan


Tak sampai di situ semua selesai, setelah berbaring tampa satu helai kain pun si pria memeluk lagi dari belakang

__ADS_1


"Sayang, kita akan akan membuat keluarga yang indah bersama anak-anak kita"


"Apakah kita akan bahagia?"


"Tentu kau ingin putra/ putri?" tanyanya


"Aku ingin putra dan putri" jawabku


"Berapa maunya?" Tanya nya lagi


"Kalau mas gimana?"


"Aku sih mau banyak kalau bisa 12" liriknya mengangkat satu matanya


"Waduh bisa mati aku" jawabku


"Wkwkwkwk tak apa kan, banyak anak banyak rezeki"


"Wkwkwk rezekinya banyak aku bobrok"


Bisa dibilang, malam itu adalah malam pertama mereka berdua, karena rasanya hanya malam itu lah pertama kali lukisan cinta pernikahan yang jelas pernikahan meraka, bukan pernikahan orang lain.


Lantas apakah ini adalah ke kebahagiaan?


Atau awal dari penderitaan?

__ADS_1


__ADS_2