
pagi jam 04.00 aku mandi dan langsung sholat serta menyiapkan makanan untuk ibu tiriku dan juga kakakku
"anindhiya nanti kamu harus berpakaian sedikit bagus karena pacar anak saya ingin datang melamarnya" kata ibu
"tetapi aku tidak mempunyai baju yang terlalu bagus Bu" kataku sambil agak takut
"kamu pakai baju yang menurut kamu bagus"kata ibuku
setelah makan aku pun langsung berdandan,
aku memakai baju kaos lengan panjang berwarna putih dan berpadu rok selutut berwarna putih dan baju atasnya di masukin,dan dengan rambut yang terurai.
"kamu harus pura pura tidak terjadi apa apa kalau di depan calon mertua anak saya"kata ibuku
"baik Bu,aku akan bersikap baik baik saja" kataku
aku dan kakakku pun keluar aku menuntun kakakku menuju ruang tamu dan disana sudah terdapat pak Hendra Wijaya, pak Hendra Wijaya adalah teman lama ayahku
"eh om Hendra sudah lama tidak ketemu om" kataku
" eh anindhiya apa kabar kamu nak" kata om Hendra
" aku baik baik saja om" kata om Hendra
__ADS_1
" kedatangan saya kesini untuk membatalkan pernikahan antara Raihan Wijaya dan sinta Rahmawati" kata om Hendra
" ayah kenapa membatalkan pernikahnku dengan Sinta " sedikit membentak
" benar om kenapa om membatalkan pernikahan ini" kata kak sinta
" saya hanya mau menikahkan kamu dengan anak temen saya yaitu Anindhiya dirgantara" kata om Hendra
" apa om tapi saya tidak ingin menikah dengan pacar kakak saya" kataku
" kamu harus mau anindhiya karena saya dan papa kamu sudah menjodohkan kalian dari kecil" kata om Hendra
" ayah aku tidak mau menikah dengan gadis ini aku hanya mau sama Sinta" kata Raihan
om Hendra pun pulang, dirumah ini ada rasa kemarahan yang dibendung oleh kakakku
" heh kamu kenapa harus menikah kepada Raihan" sambil membentak
" aku tidak tahu kak " kataku kebingungan
" sebagai hukumannya ibu akan mencambuk kamu 100 kali" kata ibu marah
ibu pun mencambuk anindhiya 100 kali sekuat tenaga, hingga anindhiya berdarah
__ADS_1
"*hiks...sakit Bu cukup sakit Bu...hiks....hiks...hiks...sakit Bu" kataku lemas
" heh bangun kamu ******" kata kakakku
" sekarang cepat ke kamarmu dan jangan keluar saat ini" kata ibuku membentak*
aku berjalan pontang panting demi ke kamarku dengan langkah kaki yang lemas serta harus menaiki tangga hingga lantai tiga yaitu loteng, sesampainya di kamar aku menangis tersedu.
" hiks...mengapa hidupku seperti ini ya Allah....hiks...mengapa aku harus menikah dengan Raihan yang jelas itu pacar kakakku..hiks...hiks...hiks...ayah apa ayah menyesal telah menambah penderitaan yang aku alami ayah...hiks....hiks....hiks"batinku
aku terus menangis meratapi nasibku,hingga gaun yang kupakai bewarna merah pun aku tak peduli.
" ayah kamu menikah dengan ibu Elsa saat aku umur 16 tahun dan saat itu juga Awal penderitaan ku ....hiks.....hiks....ibu meninggal saat aku umur 14 tahun dan waktu 16 tahun itu aku bahagia tetapi semenjak ayah menikah dengan ibu Elsa hidupku berubah....hiks....hiks....hiks.....selama 4 tahun aku mengalami penderitaan"batinku
aku berjalan menuju luar loteng saat aku membuka pintu hari sudah malam.aku berjalan maju dan berhenti di tengah loteng
"dikeheningan malam ini di bawah sinar remang remang bulan purnama aku atas nama anindhiya dirgantara bersumpah akan membalas dendam kepada kalian......AKU.....BERSUMPAH" kataku sambil berteriak sekuat tenagaku
setelah itu petir menyambar dengan cepat dan hujan deras pun turun aku langsung masuk dan mandi setelah itu aku ganti baju dan langsung tidur.
oke gaes sampai sini dulu ya ceritanya
jangan lupa like komen vote rate and tambah ke favorit juga ya
__ADS_1
babay