
Ketika ketukan pintu dibuka,betapa kagetnya ketika melihat yang membukanya adalah nenek Aira.Erik yang sempat terkaget segera mentralkan ekspresinya.
"Ada apa ya mas?"
"Ini mbah,saya disuruh pak kepala sekolah untuk memberikan hadiah pada Aira.Karena Aira memenangkan olimpiade sekabupaten mbah."
"Oh matur nuwun nggeh mas.."
"Nggeh mbah..saya pamit pulang dulu."Setelah berpamitan Erik langsung kembali mengendarai motornya dengan kecepatan rendah dan berbelok lagi mengintai rumah Aira dari agak jauh.
"Aira,ada apa sebenarnya sama kamu...?"
.
.
.
Setelah kepergian Erik,nenek Aira mengahampiri Aira yang sedang di kamarnya lalu memberikan hadiahnya.Dengan mengernyit Aira menerima hadiah itu.Ia merasa heran,karena saat di sekolah tidak ada yang memberikan hadiah.Mengapa baru sekarang saat sudah dirumah pikirnya.
"hmmm...apa benar ini dari pak kepsek ya? Coba buka aja ah..."Saat dibuka Aira sangat terkejut pasalnya hadiah itu berisikan sebuah arloji yang sangat cantik berwarna pink.Dan Aira berfikir tidak mungkin Pak kepala sekolah memberikan hadiah semacam itu.
"hhmmmm...dari siapa ya..gak mungkin juga pak kepsek ngasih beginian.."Hingga pada akhirnya Aira pun lelah memikirkan sgala apa yang telah terjadi di hidupnya hingga ia tertidur dengan memegang arloji hadiah itu.
Keesokan harinya Aira memakai arloji itu dan hendak bertanya pada temannya tentang hadiah itu.
__ADS_1
"eh Lin,aku mau tanya deh sama kamu..menurutmu percaya gak kalo pak kepsek ngasih hadiah ini ke aku."
"Masa pak kepsek ngasih hadiah itu ke kamu Ai?" karena merasa tidak mungkin pak kepsek memberikan hadiah pada muridnya semacam itu..Lina menatap heran pada Aira.
"Kok kamu liatin aku gitu amat sih Lin..bikin takut tau ga..."
"Ya gak mungkin banget Ai...Siapa yang nganter hadiahnya dan bungkusnya seperti apa?"
"Yang ngantar kata mbah cowok seumuran kita.Dia naik motor katanya."
"Fix ini pasti dari cowok penggemar rahasiamu."
"Sok misterius deh kamu Lin....Masa iya ada penggemar.Aku aja gak punya teman salin kalian..."
"Iya iya....tapi aku ga merasa aja.Biarin aku jadi culun aja pura pura gak tau. Biar aku ga nambah masalah lagi nantinya.."
"Ai kamu itu jangan terlalu jadi penakut dong.sekali kali itu lawan jangan diem aja.Yang ada entar kamu semakin ditindas loh."
"Iya Lin...aku maunya gitu.Tapi kalo semakin aku lawan,semakin mama ga percaya ama aku.Itu yang aku takutin.Dan kata Arsyad kita harus nurut dulu semntara ini.ketika nanti sudah lulus baru aku bisa merasakan kebebasan.karena aku putuskan aku lanjut sekolah di Jawa Barat lagi.."Dengan sangat Aira menjawab justru membuat Lina menjadi sedih.
"Ai,smoga kamu gak lupa ama kita ya...Nanti suatu saat kamu udah bisa kerja kamu harus bisa mengunjungi kita lagi ya.."
"Kamu itu Lin...kita aja masih sekolah SMP.Belum kepikiran aku smp kerja...tapi aku usahain nanti kalo emang kita udah dewasa.kita akan bertemu lagi..."Disambut kedatangan Meri dan Sinta yang selalu heboh mengagetkan Aira dan Lina.
"Kalian kenapa sih kok pada melow pagi-pagi gini...?"seru Meri sembari saling berpelukan.
__ADS_1
"Ini nih Aira ngomngnya nyentuh banget...ita akan berpisah setelah lulus .."
"Masih lama kali Lin...Kita aja baru kelas 2."
"Iya tetep aja aku sedih kalo ingat bakalan pisah..smoga kita tetap bersahabat.jangan lupa sering kontekan ya..."
"Iya besti....kalian memang terbaik buatku..."seketika itu juga Arsyad and the genk datang.mereka melihat Aira dan temannya berpelukan merasa ada yang menyedihkan yang membuat keempatnya
saling tanya lewat mata mereka.
"Ada apa sama mereka ya Syad?
"Iya...kaya nya habis ada acara tangis jeritan hati deh..."seru Hendra sambil melirik Arsyad
"Iya kali...apa jangan jangan ada kejadian lagi yang nimpa Aira?
"Nanti aja istirahat kita tanyain langsung.sekarang waktunya nanggung tinggal 5 menit lagi bel masuk."Arsyad menjawab dengan tegas karena melihat jam sudah hampir masuk kelas.
.
.
.
🥀🥀🥀🥀🥀
__ADS_1