BURUNG DALAM SANGKAR

BURUNG DALAM SANGKAR
#Episode 19


__ADS_3

..."Malam pertama itu indah KATANYA: Lantas bagaimana dengan LUKANYA?"...


Bulan tampak berseri dengan lembut menyendiri tanpa ada yang mengganggu singgah tahta. Sisa-sisa pesta semalam masih terngiang dengan ramai mengembara di setiap sudut telinga para tetangga. Begitulah tradisi pernikahan di kampungku walau, sudah selesai pernikahan tapi, tetap saja pesta diselenggarakan 3 hari 3 malam.


Seperti yang kalian duga semua orang bersemarak dengan bangga merayakan hari pernikahan yang dirasa bahagia, bagi seluruh keluarga.


Lucunya di dalam kamar seorang pengantin, terdengar sedikit amarah yang menggunjing membisikan, tentang hal yang seharusnya tak didiskusikan saat malam pertama. Ayman berkata sambil melihat jendela.....


"Lihatlah di luar sana ada Abah baru mu" ledeknya sambil menyingkap sedikit korden


"Ini malam pertama kita jangan membuat ku kesal" sinis ku sambil membersihkan makeup


"Tapi benar kan sayang dia Abah baru, lihat lah keluarga mu, menerima dia dengan suka cita bahkan, embah yang aku kagumi menghaturkan nya dengan lapang dada sambil tertawa bersama" ucapnya meledek

__ADS_1


"Ini malam pertama dan aku tak ingin membahas itu. Intinya fokus saja pada keluarga kita" jawabku


"Keluarga kita? kalau begitu....." liriknya penuh makna


Aku menoleh mengetahui maknanya aku pun tersipu malu lantas, dengan santai dia mendekat dan terjadi lah sunnah dalam rumah tangga. Aku tak ingin bercerita, karena rasanya sakit sampai tak bisa jalan normal dalam waktu 7 hari, lebih bahkan, hampir 1 bulan aku masih belum terbiasa.


...****...


Bagaimana menurut mu?


Apakah aku hanya berperasangka?


Atau jangan-jangan semua yang di duga benar adanya?

__ADS_1


Aku terus merasa resah, gelisah, marah, bahkan bahagia dalam satu waktu. Pikiran ku campur aduk sampai tak tahu harus bersikap apa dalam satu malam.


Dunia ku tak karuan seakan tak mengizinkan senyum bersemayam dalam lamunan. Lantas aku diam dan menatap pada kaca hitam yang memantulkan cahaya bulan 🌙 kami diam.


Malam pertama, malam kedua, malam ketiga di isi dengan amarah meledek dari pengantin pria. Aku tak tahu yang mana yang salah bahkan aku tahu apa yang harus aku rasa.


Semua terasa menyakitkan bahkan genderang dangdut tampak sendu dalam telinga. Air mata mengalir deras di dalam kamar mandi aku, menangis sambil membiarkan air bersih membasahi seluruh tubuhku. Ku keras kan kran sampai deras hingga tak lagi terdengar suara dalam kamar mandi lantas, aku menghapus kan air mataku dan mengetes senyum lebar ku.


Saat pintu terbuka aku sudah baik-baik saja seakan aku tak apa-apa aku kembali bercanda, tertawa, dan juga menjalankan Sunnah rumah tangga.


Dalam hati aku bilang "AKU BAIK-BAIK SAJA" mantra ajaib yang terus aku baca dalam hati dan doa. Semua sakit terasa bahkan untuk bercerita dengan detail dalam kisah hari ini aku tak bisa, rasanya, aku ingin menangis atas semua rasa yang tertimpa dan berteriak apa salah ku? Mengapa hidup begini. Tak pantaskah aku bahagia?


Jejeran pohon pisang melambai di malam terang di temani alunan lagu dangdut yang bersenggama dalam gelapnya malam yang membisu lantas sedikit senyum dari sang pria mengisahkan permintaan yang harus di laksanakan. Begitu cerita dalam kisah saat ini.

__ADS_1


__ADS_2