
..."Burungpun tertangkap: Ia harus masuk kandang"...
Sore itu jejeran pohon terus berdansa, bersama mentari dengan para burung yang bernyanyi riang sambil, berlarian tampak senang bahkan, para tupai dan hewan lainnya ikut menari dengannya dan berdendang.
Cukup asik bukan dunia luar sampai, ada seorang pemburu yang mencoba merayu salah satu burung indah disitu. Burung itu terbang tak ingin digenggam namun, sang pemburu mengarah kan senapan. Sang burung tak punya kekuatan untuk melawan akhirnya, ia berakhir di dalam kandang. Begitula kisah sederhana dari sang burung dalam sangkar yang tak punya pilihan selain masuk dalam sangkar.
...***...
Sound sistem berteriak memanggil bala bantuan dan para rombongan kini semarak merayakan. Dia (sang pengantin wanita) yang berada di kamar sedang di dandani dengan tenang sembari berharap semua akan berakhir membahagiakan.
Dekorasi terlihat memenuhi setiap sudut rumah dengan para sanak saudara yang membantu penyelenggaraan pesta. Para pedagang kaki lima berdesak-desak membangun tenda dan tentunya terop terbentang dari timur sampai utara sungguh pesta yang sangat luar biasa semua sangat bahagia kecuali, senyum bohong dari pengantin wanita.
"Saya terima nikahnya............." terdengar remang-remang ucapan dari luar
Saat itu kamar pengantin wanita di hias dengan dekorasi putih dan bunga-bunga yang indah, sembari di dandani lantas tersenyum manja, dengan para wanita yang memberikan selamat pada sang pengantin wanita yang terlukis dari senyum manisnya dengan sebaran hujan yang terjadi hanya di hatinya.
Ia tampak bahagia walau itu hanya pura-pura kata sah mengganjal hatinya namun, ia terus berusaha tersenyum ikhlas dengan tatapan nanar sedikit kecewa.
__ADS_1
Sejujurnya, bukan pernikahan itu yang menyakitkan tapi badai melihat bapak baru di depan kamar.
Bukan tak tahu adanya orang itu tapi dia hanya pura-pura lugu. Baginya saat ini kabur dari rumah adalah hal yang menyenangkan tapi tak bisa di lakukan.
Diatas panggung pernikahan aku duduk bersama Ayman dan mencoba terlihat bahagia memberikan sapaan ramah nan hangat penuh kebahagiaan yang tak pernah terlintas.
Tingkah Ayman mulai menjengkelkan saat ia turun, lantas berada di depan pintu masuk sedangkan, kami tak bisa mencegat dan tak di berikan pernyataan apapun sungguh menyebalkan! tapi aku tetap tersenyum seakan tak ada yang di ragukan
"Kenapa kau turun?" tanya ku padanya
Mendengar ucapannya sungguh mengiris hatiku ingin rasanya aku berteriak dan berkata"AKU BUKAN DUKUN YANG HARUS TAHU SEMUA PIKIRAN ANEH MU" teriak ku yang terjadi dalam hati benar hanya dalam hati.
Pesta yang terjadi di desa memang sangat meriah membuat aku ingin berkata aku ingin tidur saja, aku lelah seharian suntuk terus berada di pelaminan bersama pasangan yang dari awal sampai akhir terus menggerutu karena bedanya budaya
Di depan ku saat ini ada fotografer dan para biduan yang bergoyang dengan rok pendeknya lantas para lelaki berputar sambil memperlihatkan uang 50 ribuan dan sebelah dengan kumis tebal memamerkan yang 5 ribuan lantas bergoyang tanpa merasa malu mereka terus bergoyang. Para biduan pun tak kalah asiknya sambil menerima uangnya mereka terus bergoyang menggoda sesekali memanggil nama kami, namun, disampingku terus terdengar istighfar dengan pujian pada sang Rob dan berpura-pura tak mendengar apapun.
Jujur aku sedikit merasa terkesima dengan tingkah nya yang tak ingin menatap wanita lainnya terasa senang dan aku pupuk dengan bahagia aku berusaha menjadikan nya sebagai cinta seumur hidupku.
__ADS_1
"Tak apa Bella toh yang punya hati adalah Allah pasti lama kelamaan kau akan mencintai Ayman" doaku dalam hati dan hanya dalam hati
...***...
Tak terasa ini adalah gaun ke tiga sedang kan kepala ku lelah menggunakan berbagai mahkota namun, terasa mubazir jika tak aku gunakan sedang ini sudah di sewa.
Saat aku ingin menyantap hidangan sebelum semua di lanjutkan tiba-tiba ada jarum yang hampir tertelan dan sungguh aku kaget mengetahui nya lantas tak jadi kami makan namun, kami tetap menyembunyikan hal yang barusan terjadi.
Hal itu adalah rahasia pertama aku dan Ayman. Ia menyuruh ku membuangnya dan terlihat sangat kuatir atas ku. Tatapan nanar itu terlihat sangat menenangkan dan merasa spesial seakan aku menjadi ratu di kerjaan.
"Kau tak apa-apa bukan?" tanyanya dengan lembut
Saat itu aku mulai jatuh cinta lagi serasa dunia milik berdua dan aku kira ini adalah happy ending dari kisahku dan semoga begitu
Jangan tanya apakah adalah buruk dari jarum pentul di dalam nasi? aku terus positif thinking bahwa itu hanya kebetulan semata walau lucunya keesokan harinya terjadi hal serupa dengan biji staples di dalam jelly dan kejadian aneh lainnya yang tak masuk akal di nalar.
Aku harap ini kisah akhir yang bahagia namun, ini adalah permulaan semata saksikan kisah ku selanjutnya......
__ADS_1