
Keesokan harinya
" Tik..... aku harus bicara sama kamu...ayo kita ke mobilku..," ucap Rafael sepulang dari kampus.
" Kenapa El...
" Tik.... hari ini kak Marvel pulang dan sekarang aku harus menjemputnya di bandara. "
" Terus rencana kamu apa El..." ucap Putri
" Aku belum tahu Tik, tapi sementara ini kamu nggak usah ikut jemput kak Marvel ya.... kamu aku antar ke kafe aja... terus terang aku belum siap kalau kamu harus ketemu kak Marvel."
"Ya...... tapi apa kita bisa terus seperti ini..El.... aku rasa nggak mungkin... apa sebaiknya kamu cerita aja apa yang sebenarnya terjadi... mungkin sekarang dia akan kecewa tapi aku rasa ini lebih baik daripada nanti dia malahan tau dari orang lain El... itu akan membuat dia tambah sakit hati lagi.," ucap Putri
" Ya aku ngerti Tik..... tapi sekarang ini aku belum bisa mengatakan yang sebenarnya kita harus cari waktu yang tepat Tik...
"Tapi El.... gimana kalo dia menanyakan keseriusan aku.... dia pasti akan menanyakan itu padaku El..... aku harus gimana ?" tanya Putri.
" Aku juga bingung Tik., apa kita bersandiwara aja dulu.," ucap Rafael
"Maksud kamu,"?
" Ya sementara ini kamu bilang ya aja dulu.,
" Nggak... apa kamu sudah gila El...." ucap Putri dengan nada emosi " Apa kamu pikir aku bisa semudah itu... kamu pikir aku ini apa El... aku nggak bisa.... aku nggak mau.... kamu pikir perasaan itu bisa di permainkan.," ucap Putri lagi
__ADS_1
" Tik........ aku juga nggak mau Tik..... aku juga nggak mau kehilangan kamu Tik... aku sayang dan cinta sama kamu Tik.... aku juga nggak mau kamu bermesraan dengan laki-laki lain.. meskipun itu kakakku sendiri.... tapi ini untuk sementara waktu aja Tik.... sampai saatnya nanti kita punya waktu dan kesempatan untuk mengatakan yang sebenarnya pada kak Marvel.
" El... aku nggak tahu lagi mesti gimana... aku nggak mau melakukan ini El...." ucap Putri
" Tik.... percaya sama aku.... aku akan berusaha untuk mencari waktu yang pas untuk mengatakan yang sebenarnya kepada kak Marvel tapi bukan sekarang..,ok ," ucap Rafael
" Baiklah aku percaya sama kamu El.."
" Ok kalo gitu aku antar kamu ke kafe ya.... habis itu aku mau jemput kak Marvel .," ucap Rafael
Di Bandara...
"Halo adikku yang ganteng gimana khabarmu...? " Ucap Marvel sambil menepuk bahu Rafael
" Ya beginilah.... baik....
.o ya.. calon kakak iparmu mana El...kok kamu nggak ngajak dia....Eh...kok kamu tega sih . udah setahun kakak nggak ketemu sama dia apa kamu nggak tahu kalau kakak kangen banget sama dia.," ucap Marvel
" Sorry kak... dia hari ini lagi kerja... jadi nggak bisa ikut.. " ucap Rafael sambil memasukkan traveling bag ke bagasi mobil.
" Sudahlah kak... besok- besok kan masih bisa ketemu. " ucap Rafael lagi
" No....no..... sekarang kakak harus ketemu Putri... kakak nggak bisa nunggu... pokoknya kamu harus antarkan kakak sekarang kesana ok...." Ucap Marvel sambil masuk ke mobil.
" Kakak baru aja datang. apa kakak nggak capek sudah melakukan perjalanan jauh., sebaiknya kita pulang dulu aja kak..... kakak istirahat dulu...... besok kan kakak bisa ketemu sama Putri. ," ucap Rafael
__ADS_1
" Nggak El.... justru kalau kakak ketemu sama Putri capek kakak hilang... pokoknya kamu harus anter kakak ketemu sama Putri ok ,"
" Ya terserah kakak aja.," ucap Rafael lagi
(Begitu antusias banget kak Marvel pingin ketemu Putri... bagaimana mungkin aku harus mengatakan yang sebenarnya... Ya Tuhan aku harus gimana ? )
" El.... mama bilang kamu sudah punya kafe sendiri ya.... Gimana kafemu lancar ?," ucap Marvel
" Ya kak. Alhamdulillah ... lancar...itu semua berkat Putri juga..," ucap Rafael
" Putri........ maksud kamu, El...
" Oooo eeee gitu Kak.... maksud aku... Putri sekarang kerja ditempatku....," ucap Rafael terbata-bata
"Lho kok bisa.... bukankah dia bekerja di kafenya Mama ?" ucap Marvel
" Ya...... awalnya kan memang disitu. tapi aku minta sama mama untuk memindahkan Putri ke tempatku kak.....kan aku baru buka jadi aku minta putri untuk membantu usahaku...Oya Putri kan sudah cukup pengalaman
..gitu kak.... lagian aku kan bisa ngawasin putri kak...... katanya aku disuruh ngawasin putri selama kakak nggak ada... Apa kakak sudah lupa ," ucap Rafael
" Ooooo gitu....ya sih...bagus juga kalo gitu... kamu memang adikku yang bisa diandalkan dan dipercaya.
" Makasih kak.," ucap Rafael
" Seandainya kakak tahu kalau aku sudah mengkhianati kakak.... pasti kakak akan sangat marah dan membenciku.... maafkan aku kak... aku bukan adik yang baik buat kakak.... aku ini jahat kak.... jahat banget aku sudah menyalahgunakan kepercayaan kakak maafkan aku kak. ," pikir Rafael dalam hati.
__ADS_1