
Putri benar- benar kaget mendengar pembicaraan antara kedua kakak beradik tadi
"Aku tidak pernah menyangka.... kalo semua ini adalah rencananya Pak Johan... " pikir Putri dalam hati
"Eh Tik.... kamu kok bengong sih...., kamu udah pesan belum...," ucap Trisna mengagetkan Putri
" Eh kamu Tris.... gimana aku bisa pesan kamu kok lama banget sih...," ucap Putri
" Sorry... tadi aku ketemu sama teman lamaku... ya jadi ngelantur deh....ok kita pesan sekarang.," ucap Trisna
Akhirnya mereka pun menikmati makan malam berdua di kafe itu.
Disisi lain Rafael. pun memperhatikan perbicaraan antara kedua kakak beradik tadi... tapi dia tidak melihat keberadaan Putri disana karena lampu pencahayaan kurang... dan dia hanya fokus pada makhluk yang sangat dia benci itu.... tapi sayangnya dia lupa merekam pembicaraan mereka berdua dia hanya bisa memfoto saja
"Ah....sial... kenapa aku sampai lupa merekam pembicaraan mereka ya... bagaimana caranya aku membuktikan pada Putri... ah sial...," Kesal Rafael dalam hati sambil dia pergi meninggalkan mereka berdua.
Setelah dua hari dari kejadian itu.... Putri tidak pernah menghubungi Rafael... begitu pun dengan Rafael sendiri... karena dia masih belum yakin kalau Putri bisa memaafkan dirinya karena dia belum punya banyak bukti untuk bisa menjelaskan kepada Putri.
" Tik... tolong keruangan saya sekarang.," ucap pak Johan.kepada putri. setelah selesai rapat pertanggungjawaban semua karyawan.
"Baik pak..," ucap Putri sopan
__ADS_1
" Selamat pagi pak..." ucap Putri pada pak Johan setelah dia berada di dalam ruangan pak Johan
"Tik... hari ini saya ada pertemuan dengan klien.... saya minta kamu menemani saya... karena kebetulan hari ini sekretaris saya tidak bisa hadir.,"
" Maaf kenapa mesti saya pak.," ucap Putri
' Ya ini perintah dari atasanmu... lagian ini ada hubungannya dengan bagian pembayaran... jadi saya rasa kamulah yang pas untuk menemani saya.
" Baik kalo begitu pak.."
" Ok...sejam lagi kamu harus siap... kamu tunggu saja diruanganmu.. sebentar saya akan mampir ke ruanganmu.
"Baik pak... saya permisi dulu.," ucap Putri
Akhirnya siang itu pun Johan dan Putri mengadakan pertemuan di sebuah restoran dengan klien seperti yang sudah dijanjikan oleh Johan.
"Baiklah saya rasa... pertemuan kita kali ini cukup sampai disini... dan saya senang bisa bekerjasama dengan anda bapak Johan.," ucap orang itu
"Saya juga senang bisa bekerjasama dengan anda.," ucap pak Johan
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu.."
__ADS_1
" Baik silahkan." ucap pak Johan
"Tik.... kamu mau pesan apa, ini sudah jam makan siang.," ucap pak Johan
" Tidak pak terimakasih..
"Kalo diluar jam kerja kamu jangan panggil aku pak... kamu panggil aja kakak... aku belum begitu tua.kan.. dan lagian aku juga belum menikah.
"Maaf.... saya tidak bisa... karena biar bagaimanapun bapak adalah pimpinan saya..
" Kamu harus terbiasa...ini perintah...
" Baik....pak....eh maaf kak.,"
" Baik kalo begitu.... aku akan pesan makan siang untuk kita dan aku minta kamu tidak boleh menolaknya.
" Tik... maaf kalo ini sifatnya sedikit pribadi... gimana hubunganmu dengan Rafael.," ucap Johan
" Maaf pak saya tidak mau membicarakan masalah itu sekarang..
" Maaf Tik... saya mengerti dengan perasaanmu... tapi kamu tidak perlu khawatir.. aku akan bersedia menjadi teman curhatmu... karena kamu sudah aku anggap sebagai temanku.... jangan pernah kamu merasa risih kalo ingin curhat sama aku Tik.
__ADS_1
" Baik kak.... terimakasih... tapi maaf untuk kali ini saya belum bisa.
" Tidak apa-apa....ayo kita makan.," ucap Johan