
Rafael mengikuti Sherly... dia curiga dengan gerak gerik mantan istrinya.
Setelah Sherly mengantar Kevin ke sekolah akhirnya dia menemui seseorang di rumah yang sangat besar. Penghuni rumah itu pun keluar setelah dia mendengar suara bel rumahnya.
" Kak... aku mau numpang disini dulu ya...," ucap Sherly
" Ya....ayo masuk..," ucap Johan
Rafael pergi meninggalkan tempat itu setelah sekian menit Sherly tidak lagi keluar dari rumah itu.
Disiang harinya Rafael berencana pergi menjemput Kevin tetapi dari kejauhan dia melihat Sherly sudah dulu menjemput anaknya... jadi dia mengurungkan niatnya... dia pun berencana untuk balik ke kafe... tetapi karena perjalanan satu arah jadi otomatis dia mengikuti Sherly dari belakang.... tetapi kali ini Taksi yang ditumpangi Sherly dan Kevin tidak menuju ke rumahnya.... terpaksa dia mengikuti arah taksi itu...
Akhirnya taksi itu pun berhenti di sebuah kafe..
" Hai....kak...," ucap Sherly
" Hai....halo Kevin how are you,? " ucap Johan
"Fine.....om
"Kevin mau pesan apa,?
" Spaghetti om....
" Ok..... kamu Sher......
" Apa aja deh.... pokoknya yang enak.,"
" Ok......
" Sher..... gimana hari pertama kamu disana.?"
"" Ahhh... membosankan.... aku nggak bisa berpura- pura terus Kak.... kalo nggak demi kakak aku nggak mau melakukan ini... aku mendingan balik ke Amerika aja.," ucap Sherly
__ADS_1
" Kamu itu yang sabar donk....kakak minta tolong sama kamu.... kamu ikuti kemauan kakak.....kakak itu cinta sama Putri....kakak nggak mau Putri jatuh ke tangan mantan suami kamu..... apa sih hebatnya dia....kaya nggak.... sudah duda lagi....ah Putri itu memang bodoh....
" Kak......kakak itu ganteng...kaya....apa yang kurang sih....kakak itu gampang nyari cewek... kenapa harus Putri sih.... apa sih hebatnya Putri kak..
" Sher..... kakakmu ini sudah mengenal banyak cewek.... tapi semua hanya mengejar hartanya kakak... tidak seperti Putri... dia ramah polos cantik...dan sederhana...itu yang membuat kakak cinta sama dia Sher....Ah sudahlah kamu tidak perlu tahu... yang jelas kamu harus jalankan rencana kakak.... nanti kalo kamu sudah berhasil....kakak akan berikan sebagian asset kakak... pokoknya tenang aja ini pasti berhasil...dan kamu bisa bebas kembali ke Amerika.
Tanpa mereka sadari percakapan mereka semua didengar oleh seseorang yang memang sengaja menguping pembicaraan mereka.
Akhirnya Rafael pun meninggalkan kafe itu dengan perasaan kesal.... dia memang sengaja tidak melabrak mereka berdua karena dia ingin tahu apa rencana yang mereka akan lakukan.
Sesampai di kafe... dia pun menghubungi Putri... dan menceritakan semua yang dia dengar barusan....
" Baiklah.... El.... ok aku akan berhati-hati.," ucap Putri di seberang
Di malam harinya...
" El.... aku bosan diam dirumah... bisa nggak kamu anterin aku ke mall atau kemana gitu... sudah lama kita tidak pernah pergi bersama... aku juga pingin membelikan baju untuk Kevin.... karena aku lihat baju Kevin sudah kecil-kecil. semua dan sudah tidak layak lagi " ucap Sherly
" El..... masak kamu tega membiarkan aku pergi sendiri....
' Biasanya kemana mana kamu juga sering pergi sendiri..
" El.... ini kan beda... kita pergi untuk keperluan Kevin bukan keperluan aku...
" Kok tumben kamu perduli dengan Kevin.
," Aduh sudahlah El.... aku hanya sebentar saja disini.... tolonglah El.... aku ingin membelikan sesuatu untuk dia.... itu saja kenapa sih kamu tidak pernah perduli dengan aku
" Ya.....ya ok aku malas berdebat lagi dengan kamu... untuk hari ini saja aku mau... tetapi untuk hari berikutnya tidak.
"( Ya..... lagian aku juga nggak perduli lagi dengan kamu... setelah ini ") pikir Sherly dalam hati
" Ok aku siap-siap dulu ya " ucap Sherly
__ADS_1
" Emmmmmm" ucap Rafael
Mereka pun akhirnya berangkat ke mall berdua setelah mereka berpamitan dengan Ibu Erika dan Bapak Mathew.
" El..... aku rasa semua keperluannya Kevin sudah aku beli... gimana kalo kita beli minum dulu... aku haus sekali..." ucap Sherly
" Ya boleh lah aku juga haus karena dari tadi kita sudah muter-muter.," ucap Rafael
" Ok El tunggu sini... aku pesan minuman dulu. sekalian aku mau ke toilet dulu..o ya. kamu mau pesan apa...
" lemon tea aja. ," ucap Rafael
" Ok
Akhirnya 2 gelas lemon tea yang dibawakan oleh waitress pun datang
" Ini pak pesanannya datang...
Tanpa adanya rasa curiga lemon tea yang dipesan oleh Sherly pun diminum oleh Rafael... karena dia melihat kedua lemon tea itu sama warnanya dan tidak ada yang mencurigakan... lagian dia sudah sangat haus sekali
Setelah sekian menit akhirnya Sherly pun datang ... dia memang sengaja kedua gelas minuman itu sudah diisi sesuatu oleh Sherly agar tidak kelihatan menjolok dan tentunya dibantu oleh pelayan tadi.. dan dia sengaja membayar lebih pada pelayan itu...
" Ayo kita pulang...El...." ucap Sherly
" Ayo........ tapi kayaknya kepalaku sedikit pusing... kamu aja yang nyetir ya.," ucap Rafael.
" Pusing.... kamu pusing El...kok bisa ya.. mungkin kamu kecapean ya El..... sorry... kalo aku sudah memaksa kamu.... baiklah biar aku aja yang nyetir." ucap Sherly pura-pura sambil memegang lengan Rafael dan pergi meninggalkan mall itu
Akhirnya Sherly membawa Rafael meninggalkan mall itu Dia bukannya langsung pulang ke rumah tetapi dia mengajak Rafael ke rumah kakaknya
Sesampainya di rumah kak Johan mengangkat tubuh Rafael yang sudah tidur karena pengaruh obat... akhirnya dia pun menidurkan tubuh itu disebuah kamar kosong milik Johan....dan akhirnya Sherly pun tidur disebelahnya dengan sedikit berpose seolah- olah mereka telah melakukan adegan suami istri.... Semua itu pun difoto oleh Johan... setelah dirasa cukup... akhirnya Rafael pun diangkat kembali ke mobil dan diantar pulang oleh Sherly.
Sesampainya di kediaman keluarga pak Mathew Sherly meminta bantuan orang dirumah untuk membawa Rafael ke kamarnya... karena Sherly mengatakan kalau Rafael tidak apa-apa karena dia hanya kecapean dan mengantuk saja.
__ADS_1