
" Ayo kak masuk..," ucap Rafael sesampainya mereka di kafe
" Kak Marvel......" ucap Putri kaget
" Halo... cantikku....... aku kangen sama kamu sayang..." Ucap Marvel sambil memeluk Putri
Putri nggak bisa menghindari tangan Marvel dengan terpaksa dia harus menerima pelukan Marvel.
Melihat itu Rafael langsung pergi masuk ke dalam kafe, dia benar-benar tidak kuat melihat semua itu hatinya benar-benar perih...
" Kak Marvel... sudah..... Putri malu kak dilihat banyak orang.," ucap Putri melepaskan pelukan Marvel.
" Maafkan kakak Tik.... kakak terlalu terbawa perasaan...kakak kangen banget sama kamu Tik., kamu gimana... kamu baik -baik aja kan." ucap Marvel lagi
" Ya kak Putri baik-baik aja....ayo kak kita duduk.," ucap Putri lagi
" O ya...kakak sampe lupa.... sebentar Tik...kakak punya sesuatu untuk kamu... sebentar kakak ambilkan ya..." ucap Marvel
" Ini kakak beliin spesial untuk kamu..." ucap Marvel lagi
"Apaan nih kak....?'"
" Udah nanti kamu buka dirumah aja," ucap Marvel
" Makasih ya kak....
" Ya sama-sama...
" O ya kakak mau minum apa ... sebentar Putri ambilin...
" Nggak usah Tik..... nanti suruh pelayan yang lain aja.... aku masih kangen sama kamu..... kamu duduk disini dulu temenin kakak....," ucap Marvel sambil memegang tangan Putri
" Ya kak....
__ADS_1
Tik... kuliah kamu gimana ?" ucap Marvel
" Ya baik kak... nggak ada masalah kok.," sahut Putri
" O ya Tik... gimana jawabanmu ... kamu udah bisa jawab sekarang kan Tik.., aku sudah nggak sabar nunggu jawaban kamu Tik,," ucap Marvel sambil memegang tangan Putri
" Apa........ kakak...... sudah memikirkan semuanya.... gimana dengan orang tua kakak.," ucap Putri berusaha untuk menenangkan pikirannya.
" Tik... apa maksudnya...... kamu takut kalau orang tua kakak tidak setuju dengan hubungan kita..... kamu nggak usah takut Tik... semua keputusan ada ditangan kakak. mereka semua baik... mereka tidak pernah mempermasalahkan dengan siapa anak-anaknya berpacaran.... mereka percaya semuanya sama kita anak-anaknya... jadi kamu nggak perlu khawatir Tik....
Baiklah.kalo kamu nggak percaya..... Kakak akan memperkenalkan kamu dengan orang tua kakak... biar kamu yakin. ok " ucap Marvel lagi
" Bukan.... bukan begitu maksud putri kak.......
" Kak....ini sudah malam apa kakak tidak mau pulang sekarang, nanti mama khawatir sama kakak " ucap Rafael memotong pembicaraan mereka
" Ah kamu El.... ganggu kakak aja....
" Sorry kak... bukan bermaksud mengganggu.... tapi kan ini sudah malam kak ," ucap Rafael lagi.
O ya Tik.... besok kakak jemput kamu..di kampus...ya ," ucap Marvel
" kakak masih kangen sama kamu... sayang" ucap Marvel lagi sambil mencium kening Putri Da.... sayang... " ucap Marvel
Putri hanya terdiam sambil memandang dua laki-laki yang mencintainya berlalu dihadapannya.
" Aku tidak mengerti kenapa ada dua orang laki-laki yang mencintaiku....kalo mereka bukan kakak beradik mungkin bisa aku putuskan langsung .... aku tidak mau memberikan harapan kepada mereka tapi ini mereka bersaudara.... aku nggak bisa gara--gara aku mereka jadi berantem dan bermusuhan aku harus gimana ya Tuhan... berikan aku petunjuk... apa yang harus aku lakukan....." pikir Putri dalam hati.
Setelah kurang lebih satu jam
" Tik......" sapa Rafael setelah dia sampai lagi di kafe. dan kafe sudah dalam keadaan sepi... karena sudah malam semua karyawan sudah pada pulang tinggal mereka berdua yang masih berada di sana.
" Ya El...." ucap Putri
__ADS_1
" Aku dengar apa yang kalian perbincangkan tadi, apa kamu sudah siap bertemu dengan kedua orang tuaku sebagai pacar kakakku Tik." ucap Rafael
" El.... aku mohon tolong hentikan semua ini aku nggak bisa berpura- pura jadi pacar kakakmu El..... aku nggak bisa..." ucap Putri
" Aku ngerti perasaanmu Tik... aku juga sakit hati melihat kak Marvel cium kamu... apalagi mulai besok kalian akan pergi berdua terus..... aku nggak bisa melihat ini semua Tik.... Ahhhh aku benar-benar sakit hati melihat ini semua.... kenapa harus aku yang merasakan ini... kenapa..? " ucap Rafael kesal
" Terus aku harus gimana El...." ucap Putri
" Aku juga nggak tau .....Tik ijinkan malam ini aku bersamamu disini..," ucap Rafael sambil memeluk erat tubuh Putri.
" Tik.... aku nggak mau kehilangan kamu sayang.... aku sangat mencintai kamu sayang....." ucap Rafael sambil terus memeluk tubuh Putri seakan tidak ada kesempatan dia untuk memeluk tubuh mungil itu lagi.
" Aku juga begitu El.... aku sangat mencintaimu.," ucap Putri
Rafael perlahan lahan mulai melepaskan pelukannya lalu dia mencium bibir mungil Putri dengan penuh kasih sayang dan melumatnya....
Mereka pun melakukan adegan ciuman panas itu.berkali - kali.... entah berapa kali mereka melakukan adegan itu.... hanya itu yang ingin mereka lakukan saat ini. untuk melupakan sesaat masalah yang harus mereka hadapi.
" Sayang.... aku bahagia sekali bisa bersamamu seperti ini.... disaat kita berdua seperti ini... kita harus lupakan masalah kita .. aku nggak mau merusak suasana seperti ini," ucap Rafael sambil terus memeluk Tubuh Putri dari belakang
" Ya sayang...
Mereka terdiam sejenak....dan lagi- lagi Rafael mulai mendekati bibir mungil Putri dan melumatnya lagi..... lagi dan lagi...
" Sayang.... bibir. kamu ini milik aku... kamu harus jaga ya.... hanya aku saja yang boleh menyentuh bibir kamu... sayang," ucap Rafael sambil mencium bibir mungil Putri lagi sekilas
" Ya sayang.... kamu juga harus janji sama aku kalo kamu nggak bakalan macam- macam ," ucap Putri
" Sayang..... disini di hatiku cuma ada kamu... nggak mungkin ada gadis lain bisa masuk ke hatiku sayang.... disini sudah penuh nama kamu ... aku nggak bisa mencintai orang lain selain kamu sayang," ucap Rafael
" Ah gombal... kamu...
Ah... sudahlah kita pulang yuk...El....
__ADS_1
. ini sudah malam nanti ibuku khawatir kalau aku pulang terlalu malam.," ucap Putri
" Ok. ayo...," ucap Rafael sambil menggandeng tangan Putri dan mereka pun pergi meninggalkan kafe itu