
Akhirnya malam itu pun Putri tiba di kediaman Bapak Mathew
" Malam bi
" Malam non ayo masuk non... semua sudah menunggu non di dalam.," ucap bibi
" Makasih ya bi..,"
" Halo.... sayang...." ucap Rafael sambil mencium pipi Putri
" Ehmmmm.... sepertinya ada yang sudah nggak sabaran untuk nikah nih..." ucap ibu Erika menghampiri mereka
" Ya donk ma....," ucap Rafael
" Halo sayang.... mulai sekarang kamu harus panggil mama... ya... mama sangat senang... sekali kamu mau memaafkan Rafael dan mau menerima dia... lagi....mama bahagia sekali.," ucap ibu Erika sambil memeluk Putri
" Ya...Ma.... Putri juga senang...," ucap Putri
" O ya El.... sekarang kamu harus antar Putri ke kamar ya.... tapi ingat kamu belum boleh menyentuh dia dulu... tunggu 1 hari lagi..ya." ucap ibu Erika
" Ah mama.... jangan gitu ah..." ucap Rafael
" Ma.... putri permisi mau ke kamar dulu.." ucap Putri
__ADS_1
" Ya silahkan nak " ucap Ibu Erika
"Ayo sayang.... biar aku yang bawa tasmu" ucap Rafael
" Makasih ya El.
" Sayang... gimana sama bosmu itu... apa sudah beres urusannya.?' ucap Rafael setelah mereka sudah berada di dalam kamar.
" Ya.... dia belum tahu sih El.... tapi semua sudah aku serahkan pada Trisna temanku... besok dia pasti akan kaget dan datang marah-marah padaku.... " ucap Putri
" Terus apa yang akan kamu lakukan sayang... apa yang bisa aku bantu... aku tidak mau kamu menanggungnya sendiri..." ucap Rafael lagi
" Tenang El.... kamu tidak perlu melakukan apa-apa... kamu sudah banyak menderita dan berkorban untuk cinta kita... sekarang giliran aku yang akan melakukan itu semua..." ucap Putri
" Ya...El.. aku mau... aku juga mencintaimu.." ucap Putri
Rafael pun mencium bibir Putri dengan lembut..." aku sangat merindukan bibirmu ini sayang..." ucap Rafael sambil mencium bibir Putri lagi.
.. awalnya ciuman biasa... tapi lama kelamaan dia mulai m*********t bibir itu.
Rasa rindu yang amat sangat dan rasa bahagia yang mereka rasakan berdua tidak bisa membendung hasrat mereka untuk melakukan lebih dari sekedar ciuman. Rafael pun mulai meraba setiap inci tubuh Putri.... dengan desahan yang keluar dari mulut Putri... membuat adegan panas itu semakin memanas...
" El....tahan... kita belum boleh melakukan ini ... tunggu sampai kita resmi menikah dulu..." ucap Putri menahan gerakan Rafael yang hampir saja dia melakukan itu
__ADS_1
" Maafkan aku Tik.... aku jadi tidak bisa mengontrol diriku.... tapi biarkan aku memelukmu seperti ini... aku sangat merindukanmu sayang dan hari ini aku sangat bahagia... aku sudah tidak sabar menunggu hari besok sayang.
" Aku juga El.... tapi kita harus bisa menahan diri sampe besok.." ucap Putri lagi
" Ya...sayang..." ucap Rafael sambil mencium kening pipi dan mulut Putri bertubi tubi
" I love you....more...more..more," ucap Rafael
"Sudahlah El.... aku nggak bisa nafas kalo kamu terus mencium aku." ucap Putri
" Siapa suruh kamu punya muka cantik dan imut...
" Iiiiiihhhh apaan sih El...kok jadi nyalahin aku.
" Ya donk.... gara-gara.. muka kamu yang imut dan cantik... aku jadi doyan nyium kamu..." ucap Rafael
" Tok....tokkkk...
Siapa " tanya Rafael
" Saya bibi...den.maaf den saya mengganggu.. makan malamnya sudah siap den.," ucap bibi lagi
" Baik....bi...10 menit lagi kami akan keluar... makasih ya bi" ucap Rafael lagi
__ADS_1
" Ya den.