
Usaha Johan untuk mendekati Putri hampir berhasil karena setiap kali Johan mengajak Putri untuk makan siang selalu tidak pernah ditolak oleh Putri... dan Putri pun mulai terbiasa dengan Johan... tidak lagi dia merasa canggung dengan bosnya itu.
Suatu ketika disela-sela Mereka sedang menikmati makan siang... tiba- tiba
" Eh..... berani-beraninya kamu mendekati Putri dasar laki-laki pengecut." ucap laki-laki itu sambil memegang kerah kemeja Johan
" Rafael... apa yang sedang kamu lakukan." ucap Putri histeris
"Kamu tidak perlu membela laki-laki pengecut ini..Tik... dia yang telah menghancurkan hubungan kita..
ayo kalo kamu memang seorang laki-laki.... ayo hadapi aku." ucap Rafael sambil mencoba memukul kepala Johan... tapi kemudian ditahan oleh Putri
" El.... jangan lakukan ini... kamu tidak berhak ikut campur urusanku." ucap Putri
"Apa maksud kamu Tik...." ucap Rafael dengan nada marah dan sambil melepaskan tangannya
__ADS_1
"Kamu tahu....dialah laki-laki yang sudah merusak hubungan kita... kenapa kamu malah percaya sama dia ketimbang aku..." ucap Rafael
" Cukup....El.... aku bilang cukup... aku sudah bilang sama kamu bahwa kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.... dan jangan pernah kamu campurin urusanku lagi.... aku sudah muak dengan kamu... dan sudah berapa kali kamu menyakiti perasaanku....dan sekarang aku tidak mau lagi berurusan dengan kamu...... jangan pernah temui aku lagi.... aku benci sama kamu... mari kak Johan kita pergi saja dari sini.," ucap Putri sambil memegang tangan pak Johan dan pergi meninggalkan Rafael
" Tapi...Tik.... dengarkan aku dulu.... kamu tidak boleh percaya dengan orang itu Tik.... kamu harus percaya sama aku..." ucap Rafael teriak... tapi percuma saja Putri sudah pergi meninggalkannya.
"Ahhhhh.... kenapa harus begini..." ucap Rafael kesal
" Dasar laki-laki pengecut..... aku harus mencari bukti lagi biar Putri bisa percaya padaku.... aku tidak bisa tinggal diam...." ucap Rafael sambil pergi meninggalkan kafe itu.
"Kamu kenapa El...." ucap Ibu Erika
"Nggak ma.... Rafael capek aja.... Rafael mau kekamar dulu...
"Ya sudah.....o ya tadi Papa mu sudah jemput Kevin ya... karena kamu tadi nggak angkat telepon ... tadi guru sekolahnya yang nelpon mama.
__ADS_1
" O ya .ma... sorry tadi di kafe ramai jadi Rafael nggak dengar ada telpon makasih ya
ma..." ucap Rafael
" Terus Kevinnya dimana sekarang ma " ucap Rafael lagi
" Dia ada di kamarnya... tidur... baru saja mama datang dari sana
" Makasih ya mama udah ngurusin Kevin....maafin Rafael ya ma... sudah membuat mama susah... dan belum bisa membahagiakan mama," ucap Rafael sambil memeluk ibu Erika.
" Sudahlah El kamu nggak boleh bicara begitu.... mama sayang sama kamu dan Kevin...ini sudah kewajiban mama... kamu nggak usah berpikiran seperti itu mama percaya kamu pasti akan melakukan yang terbaik untuk dirimu sendiri dan anakmu Kevin. Kamu tidak boleh putus asa... kamu harus berdoa Nak... agar apa yang kamu inginkan bisa kamu dapatkan....dan mama percaya kamu tidak bersalah... kamu harus perjuangkan semuanya ya.... dan mama yakin kamu bisa sayang. ": ibu Erika
" Makasih ma.... mama sudah membela dan mendukung Rafael.....kalo begitu Rafael ke kamar dulu ya ma..." ucap Rafael lagi
" Ya sana... kamu istirahat dulu." ucap ibu Erika lagi
__ADS_1