Can You See Me?

Can You See Me?
Tiga Belas | Informasi dari Meira


__ADS_3

Happy Weekend!!!


SELAMAT MEMBACA CAN YOU SEE ME? 🎉🎉🎉


-oOo-


“Xie, Xie, Xie.”


Panggilan itu membuat langkah kaki Xien terhenti, ia menoleh ke sumber suara dan mendapati Meira yang sedang berlari ke arahnya.


“Mei? Lo belum pulang?”


Bukannya menjawab, Meira justru menstabilkan napasnya yang masih terengah-engah, setelahnya ia malah tersenyum salah tingkah, seperti orang yang habis bertemu dengan sang pujangga hati.


“Lo kenapa, Mei? Kesurupan?”


“Ish, Xie. Omongan lo gak bisa dijaga, ya!”


“Habisnya gue tanya lo malah senyum-senyum gak jelas gitu.”


“Gue lagi happy nih, Xie,” katanya Meira. “Xie, mau tahu sesuatu gak?” tawar Meira.


“Gak mau kalau susah,” balas Xien.


“Lo tinggal dengerin juga, apa yang susah? Percaya deh, lo pasti pengen tahu berita ini, sangat-sangat pengen tahu.”


“Apaan memang?”

__ADS_1


Meira mengambil napasnya sebentar, melihat kanan-kiri daaaann ...


“Gue sudah dapat kejelasan info Kean!” pekiknya cukup nyaring.


Untung saja saat itu suasana SMA Samudera sudah sepi, jadi tidak ada yang mendengar pekikan dari Meira. Meski begitu tetap saja Xien dengan refleks membekap mulut Meira.


"Jangan kencang-kencang, Mei!" beritahunya. “Tapi bener lo dapat informasinya, Mei?” tanya Xien antusias, ia begitu senang karena Meira sudah mendapatkan informasi tentang Kean seperti yang ia pinta beberapa hari silam.


Meira mengangguk. “Sini sini sini kita duduk dulu,” ucapnya seraya membawa Xien duduk di kursi yang ada di koridor di depan kelas X-5. Dengan cepat Xien menurut untuk duduk, mencari posisi ternyaman untuknya mendengarkan penjelasan dari Meira.


“Jadi, Kean sama si pelatih panah itu satu kelas waktu TK sampai SD, dan sekarang mereka beda tingkatan, kan? Kean SMA sedangkan Febri kuliah? Dan lo ingat, kan? Kean tuh tempat tanggal lahirnya di Banjarmasin.” katanya membuat Xien mengangguk membenarkan.


“Nah, itu tuh bukan karena Kean pernah gak naik kelas, ataupun si Rizkha yang loncat kelas, tapi karena saat Kean pindah kesini, Xie!”


“Apa hubungannya? Memangnya ada hal apa waktu Kean pindah kesini?” tanya Xien.


“Selama gak sekolah, sifat manusiawinya Kean datang, yaitu ngerasa bosan. Jadi, selama kurang lebih setahun gak sekolah, dia memutuskan untuk ikut berbagai pelatihan. Seperti latihan basket, main musik, futsal, renang, panah, dan lain-lain. Makanya dia sekarang jadi multitalent, karena saat dia sudah sekolah pun, Kean tetap latihan.”


“Tapi bukannya Kean gak populer waktu SMP?” ucap Xien to the point dengan apa yang pernah diucapkan Meira.


“Ya memang, Kean waktu SMP gak populer. Sumpah, gue aja gak tahu ada sosok bernama Kean waktu SMP.”


Xien mengangguk, “Mungkin karena semangat belajarnya waktu itu kurang, Mei. Jadi dia lebih fokus ke pelatihannya daripada sekolah.”


“Maybe,” jawab Meira seraya mengangguk mantap.


“Jadi, Kean pernah istirahat sekolah? Makanya dia gak satu tingkatan lagi sama kak Rizkha?” balik Xien ke topik pembicaraannya.

__ADS_1


“Ya … yang dari gue tangkap sih kata informasinya gitu.”


Xien mengangguk-angguk. “Bay the way, thanks ya, Mei, sudah nyari tahu tentang Kean.”


“Gak masalah,  Xie,” jawab Meira.


“Jadi gimana? Lo sudah punya alasan buat berhenti suka sama Kean, kan?”


Xien nampak menimbang-nimbang ucapannya. Mungkinkah ia akan mematikan rasa sukanya terhadap Kean? Tapi, bukankah Rizkha juga menolak Kean? Artinya, Kean bahkan tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan seseorang yang ia cintai, sama sepertinya saat ini. Meskipun begitu, Kean bahkan tetap memperjuangkan Rizkha, tetap memberikan yang terbaik untuk Rizkha. Lalu, mengapa ia juga tidak seperti itu untuk memperjuangkan Kean?


“Kita lihat nanti, Mei.”


-oOo-


Cuap-cuap Author:


Aku harap kalian akan suka dengan cerita ini. Terima kasih karena sudah berkunjung ...


Jangan lupa!


Like, Vote + Komentar + Share


Oke?


Saranghae,


Emahsukađź’•

__ADS_1


__ADS_2