
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya telah tiba. Setelah mempersiapkan berbagai dekorasi, acara persembahan dan yang lainnya, akhirnya beberapa menit lagi acara HUT SMA Samudera yang ke-25 akan segera dimulai.
Semua yang berpartisipasi dalam acara ini terlihat tengah sibuk, para orang tua dan wali siswa sudah mulai berdatangan satu persatu, anak-anak kelas XII-MIPA 3, Xien dan kawan-kawannya pun terlihat tengah menggunakan kostum untuk persembahan dramanya. Xien sangat menunggu-nunggu acara ini, tapi entah kenapa ia malah merasa gugup yang luar biasa.
"Apa ini dampak dari gue harus beradu akting dengan Kean?"
"Xienna!"
Panggilan itu membawa arah pandang Xien berubah. Matanya menyipit dan dadanya makin terasa dag-dig-dug saat mengetahui orang yang memanggilnya itu. "Kok nenek ada disini?"
Ya, orang itu adalah neneknya Xien! Tiba-tiba saja neneknya ada di belakang panggung pula. "Yang semangat ya, sayang!"
Xien mengangguk senang. "Terima kasih nek, tapi nenek kesini ada apa? Mau ketemu sama Xien?"
"Iya sayang, mau ketemu siapa lagi nenek? Nenek cuman mau bilang, nanti habis selesai acara kamu temui bu Rita, ya!"
Xien spechless mendengar ucapan dari neneknya itu. Dia tahu maksud ucapan neneknya. Xien berusaha keras untuk tetap tersenyum ceria di hadapan neneknya seraya mengangguk. "Iya nek, nanti Xien kesana."
"Ya sudah, nenek ke depan dulu ya sayang."
Setelah neneknya tidak ada lagi, Xien terdiam dalam posisi berdiri. "Apa gue benar-benar bisa pindah sekolah? Apa gue benar-benar harus ninggalin Vino dan semua tentangnya?"
Satu tarikan napas yang dalam Xien ambil. "Tapi gue harus! Gue gak boleh halangin hubungan Vino sama kak Rizkha, gak boleh!"
Ah, matanya Xien sudah mulai memanas, ia mengibas-ngibaskan tangan ke arah wajahnya sendiri, sekuat tenaga Xien berusaha agar air matanya tak menyeruak keluar, bisa-bisa nanti make up-nya luntur, padahal sebentar lagi mereka akan tampil.
__ADS_1
"Ayo! Ayo! Semuanya siap-siap, setelah kelas XII-IIS 1 selesai, kita yang akan tampil!" ucap Wiky sedikit berteriak.
"Jangan lupa cek mic kalian juga pasangan kalian, jangan lupa apa aja yang diperlukan dalam drama juga jangan sampai ketinggalan!"
Sebagai seorang penanggung jawab, wajar saja jika Wiky memerintah seperti itu. Sebenarnya itu bukan perintah, tapi lebih pantas dikatakan bahwa Wiky sedang mengingatkan teman-temannya.
Xien menghembuskan napasnya gusar seraya membalik badannya, ia berniat untuk menuju ke cermin untuk memastikan bahwa keadaannya terlihat baik-baik saja. Namun ia hampir saja menabrak seseorang.
"Omoooo!!!" Xien terpekik cukup nyaring, sadar akan apa yang baru saja ia lakukan, refleks kedua tangannya menutup mulut. Sementara orang yang tadi hampir ditabraknya celingak-celinguk ke kanan kiri memastikan situasi tidak terganggu karena Xien. Dengan cepat Xien berusaha menuju ke cermin, namun baru saja kakinya melangkah, pergelangannya ditahan oleh orang itu.
"Keaann ..." lirih Xien pelan ke orang itu yang tak lain adalah Kean, seolah ingin agar Kean melepaskan pegangannya.
Bukannya melepaskan pegangannya, Kean justru membungkukkan sedikit tubuhnya, jarak mereka semakin ditepis oleh Kean, wajah mereka begitu dekat membuat Xien membelalakkan mata seraya memundurkan diri. "Ke... Kean mau nyium gue?"
"Ke ... Kean?" panggilnya.
"Mic," ujar Kean akhirnya.
Xien cengo! Sungguh! Xien mencak-mencak pada dirinya sendiri. Kenapa ia bisa bersikap bodoh dan berpikiran mesum seperti tadi? Padahal Kean hanya meminta Xien untuk mengaitkan mikrofon di telinganya.
Dengan susah payah Xien mengatur mimik wajahnya agar tidak terlihat kesal. Entah kenapa dia jadi kesal sekarang, juga dengan sedikit ragu Xien memasangkan mikrofon Kean.
"Thanks ya, Xie," ucap Kean setelah Xien memasangkan mikrofonnya. Seraya mencubit gemas pipi Xien yang sudah tidak bisa beraksi apa-apa.
Kean melakukan hal itu di saat teman sekelasnya sedang berkumpul? Bagaimana bisa Xien mengatur perasaan yang membludak di hatinya? Buru-buru ia mendekat ke arah panggung melihat penampilan dari kelas XII-IIS 1, meskipun Vino tidak kut andil dalam pertunjukkan kelas mereka, tapi Xien tetap memperhatikan penampilan musik anak-anak IIS 1 dengan tujuan menghilangkan rasa malu dan juga gugupnya.
Oh iya, ngomong-ngomong soal Vino, sedari tadi Xien tidak melihat Vino!
__ADS_1
"Vino ke mana?" Tiba-tiba Xien berekspektasi yang 100 persen ia yakini benar. "Palingan lagi sama kak Rizkha."
"Guys! Itu lagu terakhir mereka, jadi kalian siap-siap. Oke?" ucap Wiky yang diberikan anggukan oleh teman-teman sekelasnya.
"Lebih baik kita baris dulu aja, siap-siap. Baris sesuai urutan masuk."
Takdir memang sepertinya sedang mempermainkan Xien atau bahkan sedang memberikan kesempatan padanya agar bisa berdekatan dengan Kean. Lagi-lagi dalam urusan masuk pun Xien harus bersamaan dan bersebelahan dengan Kean. Dan sungguh, Xien sudah tidak bisa menyembunyikan rasa gugupnya di hadapan Kean. Kean melirik ke sebelahnya, terlihat dengan jelas Xien yang sedang menarik dan menghembuskan napas dengan cepat, wajahnya sedikit tertunduk dan tangannya sedikit terkepal. Ia tahu Xien sedang gugup sekarang, sebab itulah ia tak segan menyenggol lengan kanan Xien dengan siku kirinya, membuat gadis itu sedikit menengadah untuk menoleh ke arahnya. Kali ini Xien mengerti maksud dari tindakan Kean, dan dengan ragu ia mengangkat tangannya untuk dikaitkan ke lengan kiri Kean. Namun bukannya gugup yang dirasakan Xien berkurang, justru rasa gugupnya semakin bertambah, itu karena yang sekarang lengannya tempat Xien gantungi tangan adalah milik Kean.
Riuh panjang dari tepuk tangan sudah terdengar di luar, pertanda jika penampilan anak-anak kelas XII-IIS 1 telah usai, dan kini giliran kelasnya Xien -XII-MIPA 3-yang tampil.
"Lo siap kan, Xie?"
Xien menghembuskan napasnya dengan kasar, dan dengan sedikit melirik ke sampingnya ia kemudian berusaha untuk tersenyum dan mengangguk, memastikan pada Kean juga pada dirinya bahwa ia siap untuk tampil.
"Kalau penampilan kita sukses, lo bakalan punya pacar, Xie."
-oOo-
Cuap-cuap Author:
Hayooo ... Maksud ucapan Kean, apa? Ada yang bisa nebak wkk
Terima kasih sudah bersedia membaca di lapakku sejauh ini :'))
Saranghae,
Emahsukađź’•
__ADS_1