
HAI, AKU BALIK LAGI BUAT NEPATIN JANJIKU UPDATE CYSM?
JADI, HAPPY READING ... ❤
-oOo-
Sebuah motor yang beberapa hari lalu pernah terparkir di halaman rumah Xien hari ini kembali terparkir lagi. Ya, motor itu adalah motor Kean. Xien dan Kean sudah sepakat bahwa sore ini mereka akan mengunjungi toko kue kenalan bundanya Vino, dan sebelumnya tentu saja Xien sudah meminta bantuan ke bundanya Vino untuk mengubungi temannya itu.
"Pergi sekarang?" tanya Xien ke Kean yang lagi-lagi membuat dadanya berdegup dengan kencang.
"Terserah. Kalau mau nahan gue dulu gak apa-apa."
Xien terkekeh karena jawaban Kean. "Sekarang aja deh, nahannya nanti aja, takut keburu tutup tokonya."
"Oke, My Princess."
Pipi Xien bersemu merah saat Kean memanggilnya dengan kata itu, seolah-olah ia adalah putrinya Kean. Baru saja Xien ingin mengambil helm yang sudah disediakan Kean, tapi Kean lebih dulu mengambil helm itu dan memasangkannya pada Xien.
"Lo kenapa bersikap manis kayak gini, sih?" gumam Xien yang terdengar samar oleh Kean.
Ia menggigit bibir bawahnya menahan rasa gugupnya. Kean yang baru selesai memakaikan Xien helm menyadari hal itu dan langsung bereaksi. "Jangan digigit, nanti berdarah."
"Kenapa? Lo bukan vampir kan Kean?"
Pertanyaan Xien membuat Kean menautkan kedua alisnya, kebingungan. "Maksud lo apa, Xie?"
"Kalo lo vampir kan bahaya, gak bisa liat darah langsung diisep. Seram dong kalau bibir gue berdarah, lo ngisepnya di-"
Trak!
Kean menurunkan kaca help Xien. "Gue baru tahu kalau lo mesum, Xie."
Xien membuka kembali kaca helmnya. "Haha gak deh, bercanda, Kean. Ayo yuk, nanti keburu kesorean." Kean segera mengangguk, menuruti permintaan Xien.
Saat menaiki motor Kean, entah kenapa Xien jadi teringat bercandaannya barusan, terlalu vulgar menurutnya, tapi yang jadi permasalahannya sekarang, kenapa dalam keadaan gugup ia bisa memberikan candaan seperti itu? Entah lah Xien bingung memikirkannya.
Sekitar 25 menit menahan sesak di dadnanya karena dipenuhi rasa bahagia, kini kedua insan itu sudah berada di depan sebuah toko kue 'Nadhira'.
"Benar, ini alamatnya?" tanya Kean setelah meletakkan helmnya. Ia memandangi toko itu seraya tersenyum-senyum kecil.
Xien mengangguk menjawab pertanyaan Kean barusan. "Iya, kenapa Kean?"
__ADS_1
Kean tak menjawab, namun segera memasuki toko kue itu bersamaan dengan Xien yang kini tangan mereka saling berpegangan. Tunggu, berpegangan?
"Ke ... Kean?"
Langkah Kean terhenti, ia segera menoleh ke arah Xien.
"Lo bisa lepasin tangan gue dulu? Gue belum siap-siap," katanya membuat Kean terkekeh.
"Gak bisa, Xie. Ayo."
"Dasar ya Kean, gak tahu apa kalau jantung gue udah mau copot!"
Dengan terpaksa ia mengikuti langkah kaki Kean yang menuntunnya untuk masuk ke toko itu. Tapi Xien merasa keheranan, kenapa malah ia yang dituntun masuk? Bukannya ia yang harusnya menuntun Kean, karena yang minta bantuan 'kan Kean, bukan dirinya?
"Selamat datang, mbak, mas, ada yang bisa dibantu?"
"Anu mbak, kita mau lihat-lihat kue dulu, mau pesan," ucap Xien.
Tiba-tiba saja seorang perempuan yang ditaksir seumuran dengan bundanya Vino mendekat ke arah mereka. "Oh ... Jadi ini anaknya si Lita? Ya tuhan cantik banget ... Kenalin, tante sahabatnya bunda Lita, Melin."
"Anak?" Xien menautkan kedua alisnya. "Hehe iya, tan, aku Xienna. Mohon maaf sebelumnya ya tan, aku bukan anak kandungnya bunda Lita, tapi-"
"Iya iya, tante tahu kok, nanti juga bakalan jadi anaknya Lita, iya?"
"Kenalin, tante Melin," ucap tante Melin ke Kean membuat lelaki itu mengubah ekspresinya menjadi senyaman mungkin.
Dengan tangan yang masih menggenggam tangan Xien, Kean terpaksa melepaskan genggamannya untuk menyambut ajakan jabat tangan dari tante Melin. "Kean tante."
"Pacarnya Xien?"
Mata Xien melotot sekilas, tak terkecuali dengan Kean yang terkejut dengan pertanyaan tante Melin.
"Eh, bu ... bukan tan," jawab Xien cepat, disertai senyuman oleh Kean yang sudah melepas tangannya dari jabatan tante Melin.
"Bukan tan, aku teman sekelasnya Xien," jawab Kean.
"Oh, tante kirain pacaran, habisnya tadi tante lihat tangannya pegangan."
Damn! Xien jadi malu sendiri. Benar apa kata tante Melin barusan. Harusnya ada batasan diantara mereka berdua yang tidak punya hubungan selain hanya sebatas teman. Sebatas teman juga gak sebebas itu buat pegangan tangan.
Melihat dua orang di hadapannya yang salah tingkah karena ucapannya, tante Melin itulangsung mengubah topik pembicaraan. "Mau langsung liat-liat kue nya atau mau ngobrol sama tante dulu, nih?"
__ADS_1
"Eh, mau sih ngobrol sama tante, cuman nanti keburu kesorean pulangnya, soalnya ada yang mau dikerjain lagi di rumah."
"Oh ya sudah kalau gitu, ayo ikut tante!"
-oOo-
Kean sudah pamit pulang sejak beberapa menit lalu, tapi dada Xien tak henti-hentinya berdegup dengan kencang. Perasaan yang ia pendam untuk Kean semakin dalam dan menggebu, tak kuasa ia untuk menahan histerianya sehabis jalan dengan Kean. Xien berjingkrak-jingkrak di kamarnya sambil memegangi area dada, merasakan detakan yang tak kunjung normal juga.
"Gimana? Senang bisa jalan bareng sama Kean?" Suara itu tiba-tiba saja mengagetkan Xien.
"Vino, ish! Ngagetin aja."
Xien baru sadar bahwa ia lupa mengunci pintu pembatas antara balkon dan kamarnya itu sebelum berangkat bersama Kean tadi, alhasil sekarang sosok Vino ada di depan matanya. Lelaki itu pasti juga melihat dengan jelas bagaimana reaksi gilanya sesaat setelah kepulangan Kean. Ah, Vino menghancurkan suasana hati Xien saat ini juga. Xien tahu lelaki itu sudah tak sabar ingin mendengarkan ceritanya. Xien tersenyum simpul melihat wajah penasaran Vino terlihat begitu menggemaskan di mata Xien. Kini dengan sahabatnya itu, Xien benar-benar menceritakan semuanya dari A sampai Z, dari awal sampai akhir, tanpa ada unsur pengurangan atau pun melebihkan kata, termasuk bagaimana rasa gugup dan bahagianya ia saat Kean memperlakukannya dengan special dan pastinya tak lupa ia menceritakan tentang bercandaan vulgarnya ke Kean.
Mendengar penjelasan Xien tentang bercandaan yang dilontarnya kepada Kean, lagi-lagi hati Vino terasa diremas kuat-kuat. "Apaan, lo bercandanya kelewatan, Xie! Jorok!"
"Sialan lo ya, Vin! Pikiran gue mah bersih kali, Vin."
"Bersih bersih dari Hongkong. Kalau bersih gak bakalan lo bisa bercanda kelewatan gitu ke Kean. Ingat lah Xie, lo sama Kean gak ada hubungan apapun yang mengikat, jadi kalau senang ya biasa aja senangnya, jangan berlebihan."
"Iya prince Vino yang bawel, yang cerewetnya ngalahin nenek gue."
"Gue serius, Xie."
"Iya ah, gue juga serius kali, Vin."
-oOo-
Cuap-cuap Author:
Semoga kalian makin suka sama Xien, Kean, dan Vino.
Btw,
Xien lebih cocok sama siapa?
A. Vino
B. Kean
Saranghae,
__ADS_1
Emahsuka💕