Can You See Me?

Can You See Me?
Empat Belas | Ini Perasaan Apa?


__ADS_3


***Andai saja kita tidak terjebak dalam persahabatan***


-oOo-


Sekarang, Xien sudah mulai tidak canggung lagi ke Vino karena perihal kejadian konyolnya yang seakan-akan meminta Vino menjadi pacarnya. Kini, Xien bersikap seperti hari-hari biasanya ke Vino.


Satu alisnya tiba-tiba terangkat saat Vino membawa motornya ke parkiran salah satu rumah makan. "Ngapain kesini? Kita kan gak lapar?"


"Kita? Yang benar aja, lo gak tahu dari tadi cacing-cacing perut gue sudah pada demo. Ayo!"


Lagi, Vino menggenggam tangan Xien, menuntunnya untuk memasuki rumah makan itu. Juga untuk kesekian kalinya, entah kenapa Xien merasakan ada yang berdesir di dalam tubuhnya ketika menyadari genggaman itu.


Mungkinkah selama ini tanpa disadari ia telah jatuh cinta dengan Vino?


Buru-buru Xien menggeleng tegas, membuang jauh-jauh pemikirannya. Ia tahu jika Vino memperlakukannya seperti itu karena mereka adalah sahabat dan sejak dulu selalu bersama. Tidak ada perasaan yang lebih dari hubungan persahabatan di antara mereka, jika ada pun maka Vino menganggap Xien sebagai adik kesayangannya. Dan selama ini pun, segala yang dilakukan Vino tidak pernah membuatnya terbawa perasaan, tidak pernah!


Xien tiba-tiba tercengang saat Vino memesan makanan dengan dua porsi.


"Vin, gue gak makan."


Vino mengangkat satu alisnya. "Kenapa?"


Xien mendekat ke arah Vino. "Duit gue sudah habis," bisiknya pelan.


"Lo sudah kenal gue berapa lama sih, Xie?" katanya membuat Xien berdehem pelan. "Udah mbak, itu aja pesanannya," katanya kepada sang pelayan.


"Thanks ya, Vin. Kan, gue jadi enak."


Vino terkekeh mendengar ucapan Xien barusan, Xien memang selalu seperti itu. "Lo mau bilang apa?"

__ADS_1


“Gue mau ke toko boneka," kata Xien.


"Ngapain? Mau ngasih gue kejutan? Gue gak suka boneka."


Xien segera memutar bola matanya malas membaca pesan balasan dari Vino. Tapi ia tak bisa untuk tidak membalas pesan itu. "Tingkat kegeeran lo gak pernah turun deh, Vin. Gue mau ke toko boneka ya pengen beli boneka buat gue aja."


"Jomlo sih jomlo, Xie, tapi jangan terlalu diperlihatkan juga ngenesnya."


Xien segera memanyunkan bibirnya. "Apanya yang ngenes, sih? Orang cuman mau beli boneka juga, di mana letak ngenesnya?"


"Lo beli boneka sendiri, kelihatan banget gak ada yang beliin."


"Ya sudah, kalau gitu lo aja yang beliin gue. Oke, fix! Gue gak suka cowok yang cuman omong doang.”


Vino menggeleng seraya terkekeh, tangannya pun dituntun untuk mengusap wajah Xien dari dahi sampai ujung dagunya. "Bilang aja mau dibeliin, Xie," katanya seraya mencubit pipi Xien dengan gemas.


"Vino, gue bisa beneran jatuh cinta sama lo kalau kayak gini caranya."


"Kalau gini sakit gak?" kata Vino yang kini tangannya sudah berganti profesi menjadi mengelus pelan pipi Xien.


Sungguh, Xien ingin menangis saat itu juga karena tak bisa mengontrol detakan jantungan yang begitu cepat. Xien bahkan berani bertaruh, pasti saat ini pipinya sudah memerah, dan Vino pasti mengetahui hal itu. Setelahnya Vino tertawa seraya menjauhkan tangannya dari pipi Xien.


"Kenapa ketawa?" tanya Xien yang entah kenapa terdengar kesal saat Vino menjauhkan tangannya.


"Gue takut kalau gue bersikap manis lo bakalan baper ke gue."


"Siapa yang baper? Gak deh, Vin!" elak Xien.


"Bagus deh, Xie. Jadi gue gak capek-capek ngingetin lo kalau bagi gue hubungan pacaran gak ada apa-apanya dibanding persahabatan."


"Tuh, kan. Hati, lo jangan baper-baper ke Vino, sudah ditegasin tuh!" batinnya Xien ke hatinya.

__ADS_1


-oOo-


Dua pasang kaki dari anak manusia yang berlawanan jenis tengah melangkah puluhan bahkan ratusan kali di sebuah toko boneka. Xien dan Vino, mereka kini tengah mencari kesana-kemari boneka Hello Kitty yang diinginkan Xien, tapi sedari tadi tidak kunjung dapat-dapat pula.


"Xie, cari boneka yang lain aja bisa? Kita sudah berapa kali mondar-mandir dari tadi," katanya Vino dengan nada malas.


"Gak bisa, gue mau nya Hello Kitty, Vin!"


"Hello Kitty kan banyak, Xie. Tinggal pilih satu, selesai."


"Tapi bukan model yang gue mau."


Vino menghela napasnya gusar. "Tapi sama aja, kan? Sama-sama Hello Kitty," Vino menggelengkan kepalanya.


Untuk waktu yang cukup lama Vino menatap punggung Xien yang tengah asik melihat satu persatu boneka. "Xie, gue capek," ucap Vino tiba-tiba, membuat Xien menghentikan langkahnya untuk berbalik menatap Vino.


"Ya sudah, lo tunggu gue di depan, ya!" jawab Xien enteng yang kemudian melanjutkan aktivitasnya.


Vino tersenyum getir seraya memperhatikan pergerakan Xien yang sibuk mencari satu persatu boneka Hello Kitty yang makin membuatnya jauh dari titik Vino berada sekarang. Sungguh, bukan capek itu yang sebenarnya dimaksud oleh Vino.


“Xie, gue suka sama lo!”


-oOo-


Cuap-cuap Author:


Hayoloh ...


TBC GUYS!!! ^_^


Saranghae,

__ADS_1


Emahsuka💕


__ADS_2