
***Jangan percaya dengan apa yang lo lihat. Kadang apa yang lo lihat gak sesuai sama keadaan yang sebenarnya terjadi.***
-oOo-
“Thanks, Kean,” kataku lemah.
Entah kenapa saat bersama Kean mencari perlengkapan drama tadi aku sama sekali tidak bersemangat. Aku terus saja memikirkan Vino, padahal seharusnya aku bahagia, kan? Kean sudah mulai menjauh dengan kak Rizkha, dan kesempatan demi kesempatan mulai membawaku dekat dengan Kean, membuat peluangku untuk mendapatkan perasaan Kean semakin besar. Tapi tidak bisa ku tolak, bahwa hatiku merasa begitu gelisah melihat Vino yang selalu bersama dengan kak Rizkha.
“Lo gak nawarin gue masuk dulu?”
“Lo mau masuk? Tumben,” jawabku seraya menutupi rasa tak enakku.
Kean mengangguk. Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan hidupku saat ini. Kenapa Kean harus bersikap seperti ini lagi? Tahu gitu aku kan tidak perlu meminta Vino untuk mendekati kak Rizkha.
“Ya sudah masuk.”
“Lo tinggal sendirian aja, Xie?” tanya Kean saat aku sudah kembali dengan minuman rasa jeruk di tanganku.
Pertanyaan Kean membuatku kebingungan. “Kata siapa?”
Ia menggeleng, “Enggak, nebak aja.”
“Enggak, gue gak sendirian kok, yang lain lagi di luar aja,” kataku membuat Kean mengangguk.
Tak berselang lama, ku dengar deru motor dari samping rumahku. Aku segera melarikan diri mengintip dari jendela. Mataku membelalak hebat dengan mulut sedikit termangap ketika melihat Vino sedang membonceng seorang perempuan dengan motornya yang mulai menjauh.
Apa mungkin itu kak Rizkha? Apa hubungan Vino begitu serius dengan kak Rizkha sampai-sampai ia mengenalkan kak Rizkha dengan bunda? Aku teringat akan Kean, dalam situasi seperti ini mungkin aku bisa sedikit mencari informasi darinya.
“Siapa?”
“Vino,” jawabku membuatnya mengangguk.
Di lingkungan SMA Samudera siapa yang tidak tahu tentang kedekatanku dengan Vino? Semua orang tahu tak terkecuali Kean. Dan aku yakin, dengan sikap tenangnya Kean saat ini, dia pasti sudah tahu terlebih dahulu kalau rumahku bersebelahan dengan Vino.
“Kean, gue boleh nanya sesuatu?”
“Nanya apa? Tentang perasaan gue ke elo?” tembak Kean membuatku membeku!
Kean tertawa ketika melihat reaksiku yang tak bisa apa-apa, “Gue bercanda, Xie, gue tahu lo gak mau bahas itu. Nanya apa?”
Dengan ragu aku membuka suara, aku takut jika Kean benar-benar tahu bahwa aku menyukainya. “Emmm … Akhir-akhir ini hubungan lo sama kak Rizkha gimana?”
“Baik,” jawabnya singkat. Dari ucapannya aku dapat mendengar ada ketidakjujuran dari sana.
“Gue beneran nanya Kean, jadi jawab yang jujur.”
“Ya baik gue bilang, Xie, kenapa?”
“Emmm … Gak apa-apa, cuman gue gak sengaja aja dengar, katanya kak Rizkha lagi dekat sama cowok, iya?”
__ADS_1
Kean memutar tubuhnya 90 derajat menatap ke arahku, kemudian mengunci mataku dengan lekat. “Kenapa memang? Lo ngerasa kalau perubahan sikap gue ke lo sekarang karena itu?”
Kean masih mengunci tatapanku, tiba-tiba tangannya meraih tanganku, kemudian ia melakukan elusan pelan disana. Lagi-lagi aku terhipnotis dengan Kean, seperti dulu.
“Jangan percaya dengan apa yang lo lihat, Xie. Kadang apa yang lo lihat gak sesuai sama keadaan yang sebenarnya terjadi. Ngerti?”
Aku mengangguk pasrah, aku masih saja terhipnotis dengan pesona Kean. Ah, dadaku sudah berdetak tak karuan lagi.
Kean terkekeh menatapku, ia mengacak-acak rambutku membuat aku kembali tersadar dengan apa yang baru saja terjadi. “Isshh, Kean!” kataku menjauhkan tangannya dari rambutku, sementara ia tak berhenti terkekeh.
“Gue mau pulang, Xie.”
“Sekarang?” tiba-tiba saja kata itu keluar dari mulutku, membuat Kean dan juga aku sendiri terkejut.
“Lo mau nahan gue lebih lama lagi?”
“Eh, enggak! Ya sudah, sana lo pulang, gih!”
Lagi-lagi Kean terkekeh melihat aku yang salah tingkah. Duh, kenapa hatiku rasanya tentram banget ya kalau lagi sama Kean seperti ini? Apalagi Kean tidak menyebalkan lagi. Bisa-bisa makin besar rasa suka ku ke dia.
“Gue pulang, ya!” katanya.
-oOo-
Mataku sudah terlelap beberapa jam yang lalu, namun tiba-tiba saja tidur nyenyakku diganggu oleh nada dering ponselku sendiri. Dengan mata yang masih tertutup rapat, aku meraba-raba meja yang ada di samping ranjang tempatku tidur. Ketika ku dapatkan ponselku dengan mata yang masih tertutup aku mencoba menerima panggilan itu.
“Halo?” tanyaku dengan suara khas orang bangun tidur.
“Xie, coba lo ke balkon bentar!”
“Buka deh, ada yang mau gue omongin ke lo.”
“Lo udah ganggu tidur gue, Vin. Nanti aja ah besok,” jawabku malas.
“Gak bisa, pokoknya sekarang, Xie, pleeeeeeaaassseee …”
“Jalan pintu depan aja ya, Vin.”
“Enggak, jalan balkon aja. Ayo, Xie! Nanti gue beliin lo boneka hello kitty, Xie.”
Mendengar iming-iming Vino seperti itu tentu saja mataku langsung segar bugar. “Bener ya, Vin? Awas kalo lo bohong!”
“Iya, Xie. Giliran di kasih boneka hello kitty aja lo semangat,” cibir Vino dari seberang sana.
Aku tertawa sebentar, “Ya sudah, gue nyuci muka dulu bentar, biar gue bisa fokus dengerin lo. Oke?”
“Wokeh, jangan lama-lama tapinya.”
“Aaaassshhhiiiaaaaapp.”
Dengan segera aku turun ke lantai dasar untuk mencuci mukaku sebentar, setelahnya aku segera menaiki anak tangga menuju lantai dua rumahku. Entah kenapa aku jadi bersemangat ketika mendengar Vino akan membelikanku boneka Hello Kitty, memang sih, mood boosterku itu ya boneka Hello Kitty.
__ADS_1
“Vin?” panggil ku ke Vino yang saat itu sudah ada di balkonku.
Vino ini mungkin titisan Spider-Man, dia selalu aja melompat dari balkonnya ke balkonku hanya untuk menemuiku. Apa gunanya pintu depan rumahku dibuat, kan? Kalau Vino keluar masuk lewat balkon.
Vino tersenyum lebar ke arahku, tiba-tiba ia menggenggam kedua tanganku dengan begitu erat. “Xie, gue udah jadian sama Rizkha!”
BOOOMMM!!!
Kata-kata itu Vino sampaikan dengan wajah yang begitu sumringah, tanpa ia ketahui ada perasaan yang menggelegar di lubuk hatiku. Vino menyampaikannya seperti tanpa beban sedikitpun, Vino terlihat begitu girang menyampaikan berita ini denganku. Mungkinkah Vino saat ini bahagia? Apa mungkin dia benar-benar suka dengan kak Rizkha?
“Lo … Lo bilang apa, Vin?” Ah, bodoh! Seharusnya suaraku tidak terdengar bergetar saat ini. Mataku pun harusnya tidak perlu memanas seperti ini.
Vino mengangguk senang, “Gue jadian sama Rizkha,” ulangnya. “Nih lihat, Xie.”
Tanpa ada beban sedikitpun Vino menunjukkan isi pesannya dengan kak Rizkha. Aku tidak melihat adanya kata-kata Vino meminta kak Rizkha untuk jadi pacarnya, tapi di sana sudah terlihat dengan jelas di mataku Vino dan kak Rizkha saling berbalas pesan dengan menggunakan panggilan sayangnya.
Ya tuhan … Apa saat ini aku sedang bermimpi? Jika aku sedang bermimpi, aku mohon bangunkan aku dengan segera.
Aku ingin menangis saat itu juga, tapi aku tidak ingin bisa menangis di depan Vino, aku sadar hubunganku dengan Vino sebagai apa? Lagian ini semua rencana ku dari awal kan? Tapi aku juga tidak bisa membohongi perasaanku. Aku tidak bisa melihat Vino berstatus sebagai pacar orang lain. Jangankan pacar orang lain, Vino di dekati Rere sama Dewi aja aku sudah mencak-mencak tak jelas ke dia, aku bahkan mendiamkan dia. Jadi bagaimana aku bisa melalui hari-hariku jika Vino sungguh menjadi pacarnya kak Rizkha?
“Kapan jadiannya, Vin?” tanyaku meminta penjelasan seraya menutupi rasa sesak yang sudah menyeruak di dadaku.
“Tadi siang,” jawabnya singkat.
“Kenapa lo baru ngasih tahu gue sekarang?”
Vino nyengir kuda, “Heheee, gue lupa, Xie.”
Lupa? Segitu mudahnya Vino mengatakan ia lupa? Bukankah sejak awal rencana ini aku yang membangunnya? Lalu kenapa Vino lupa memberitahuku?
“Gue gak suka lo kayak gini, Vin,” ucapku berterus terang. Ucapanku ternyata berpengaruh besar pada Vino, tiba-tiba saja tubuhnya mendadak kaku sambil menatap ke arah ku dengan tatapan yang tak bisa ku terjemahkan.
“Gak suka gimana maksud lo, Xie?”
“Gue gak suka lo lupa sama gue karena kak Rizkha. Gue rasa lo gak perlu lagi deh, Vin ada hubungan sama kak Rizkha. Lagian Kean juga udah mulai dekat sama gue,” jawabku berterus terang.
“Maksud lo gimana, Xie? Jangan buat semuanya terasa ambigu.”
Dengan berat hati aku berterus terang mengungkapkan sesuatu yang begitu ku ingini saat ini.
“Gue mau lo putusin kak Rizkha!”
-oOo-
Cuap-cuap Author:
Sabar ya guys, jangan ngegas!!!!
HAHAHAAAA
SEE YOU NEXT PART ...
__ADS_1
Saranghae,
Emahsuka💕