Catatan Kelam Gadis Malang

Catatan Kelam Gadis Malang
Operasi Plastik Di Korea


__ADS_3

Sementara Glen terpaku di tempat. Dia tidak berani lagi mengeluarkan suara setelah serangan bertubi-tubi yang diberikan Emely kepada Shara, yang terdengar seperti sindiran halus. 


Bahkan dirinya pun terkadang dibuat tak berkutik oleh wanita itu. Tak ingin Emely curiga perihal hubungan gelapnya dengan Shara, Glen pun memutuskan untuk mengamankan diri. Dia melirik arloji mahal yang melingkari pergelangan tangannya. 


"Maaf, Shara, Emely ... sepertinya aku harus segera kembali ke kantor," ucap laki-laki itu. 


"Kamu mau ke kantor? Bukannya sudah mau jam pulang, ya?" tanya Amanda, menoleh kepada Glen. 


"Iya, Sayang. Aku masih ada beberapa pekerjaan yang tertunda." 


Rasanya, Shara semakin kesal saja mendengar panggilan sayang yang disematkan Glen untuk Emely. Tetapi, ia tidak dapat berbuat apa-apa untuk sekarang ini, karena masih harus menyembunyikan hubungan gelapnya dengan Glen. Jika tidak, ia pasti sudah mencakar mulut Glen karena berani memanggil sayang kepada wanita yang sangat ia benci.


"Baiklah kalau begitu. Hati-hati di jalan dan selamat bekerja, Suamiku!" 

__ADS_1


Seolah tak ingin melewatkan kesempatan baik ini untuk membuat Shara semakin frustrasi, tanpa pikir panjang Amanda mendekati Glen dan menempelkan pipinya dengan pipi laki-laki itu, meskipun rasanya sangat menjijikkan bagi Amanda. 


"Aku akan menunggumu di rumah malam ini."


"Ehem ... baiklah, sampai jumpa di rumah nanti," ucap Glen dengan jantung yang sudah bergetar hebat. Ia merasa seakan terhipnotis oleh pesona Emely sampai Shara pun kini tak berharga di matanya. 


Amanda hanya melambaikan tangan sambil menatap punggung laki-laki itu yang kemudian menghilang di balik pintu. Gestur tubuhnya terlihat seperti seorang istri yang sedang dimabuk cinta. Berbanding terbalik dengan wajahnya yang kusut. 


"Apa yang sudah kulakukan? Sepertinya aku harus mencuci wajahku dengan pasir setelah ini," gerutu Amanda dalam hati. 


"Kenapa kamu tidak pergi juga?" ucap Shara bermaksud mengusir.


Amanda terkekeh, lalu memilih duduk santai di sofa. "Apa kamu tidak butuh teman di sini? Aku bisa menemanimu bila perlu. Oh ya, Shara, apa kata dokter? Apa luka di wajahmu itu bisa sembuh?" 

__ADS_1


Ingin sekali Shara menjambak rambut wanita di hadapannya. Emely berhasil meruntuhkan kepercayaan dirinya hanya dengan sebuah pertanyaan mematikan. 


"Itu sama sekali bukan urusanmu! Lagi pula kalau bekasnya tidak bisa hilang, aku bisa menjalani operasi plastik dan akan cantik seperti Shara yang sebelumnya" 


"Benarkah?" Amanda melipat tangan di depan dada. "Apa kamu tahu, operasi plastik itu tidak selamanya berhasil. Ada yang melakukan operasi plastik tapi akhirnya gagal juga." 


Shara tampak mulai ragu. Tetapi tak ingin menelan mentah-mentah ucapan saudara tirinya itu. Jika memang operasi plastik kerap gagal, lalu mengapa banyak wanita melakukan operasi untuk mempercantik diri?


"Aku akan melakukannya di Korea!" pekik Shara semakin ragu.


"Ottoke, gwenchanaeseyo?" tanya Amanda dengan mata membulat. 


Perkataan itu membuat Shara semakin kesal, sebab ia tidak tahu apa arti ucapan Amanda yang terkesan seperti meledek. Tetapi, jangan coba tanyakan kepada Amanda, karena sebenarnya ia pun tak tahu apa artinya. 

__ADS_1


Semua ia lakukan hanya untuk membuat Shara kesal. Bahasa Korea itu pun ia pungut dari Drama Korea yang sering ditontonnya. 


...****...


__ADS_2