
Setelah mendapat informasi dari Emely, Zack memutuskan untuk mendatangi tempat Glen di tahan, dengan harapan bahwa Glen dapat memberikan petunjuk atau mungkin tahu di mana tempat persembunyian Shara.
Begitu dua orang petugas kepolisian membawa Glen ke sebuah ruangan, Zack langsung berdiri dan hendak menghampiri laki-laki itu. Tetapi, Richi tahu benar bahwa Zack sedang dalam keadaan marah. Sehingga berusaha untuk menenangkan tuannya.
"Lebih baik kita bicara sambil duduk supaya lebih tenang."
Zack mengikuti saran Richi. Ia memilih duduk berhadapan dengan Glen.
"Di mana Shara bersembunyi?" tanya Zack tanpa basa-basi.
"Aku tidak tahu!" jawab Glen acuh tak acuh.
"Kamu Kamu pasti tahu di mana tempat yang paling memungkinkan untuk Shara bersembunyi! Cepat katakan atau hukumanmu akan semakin berat!"
"Sekalipun aku tahu, aku tidak akan memberitahumu." Ancaman Zack sama sekali tak membuat Glen gentar. Malah pria itu terkekeh.
Kedua tangan Zack terkepal sempurna. Jika saja tidak butuh informasi dari Glen, ia pasti sudah menghujamkan kepalan tinjunya ke wajah laki-laki itu. Zack berusaha untuk tidak terpancing dan tetap menekan amarah sebisa mungkin. Sebab keselamatan Amanda adalah hal paling penting baginya.
"Shara menculik Amanda."
Informasi yang baru ditangkap oleh indera pendengaran Glen itu memaksa sepasang matanya melotot. Setahunya, tidak mungkin Shara bisa menculik Amanda, karena Amanda adalah wanita cerdas. Selain itu, ia memiliki kemampuan bela diri yang sangat baik, sedangkan Shara sama sekali tidak.
"Kamu pikir aku akan percaya? Shara tidak mungkin bisa menculik Amanda."
Kehilangan kesabaran, Zack mencondongkan tubuhnya dan mencengkram leher kemeja yang digunakan Glen.
__ADS_1
"Aku tidak peduli kamu percaya atau tidak. Yang kubutuhkan hanya informasi keberadaan Shara karena dia bisa saja mencelakai Amanda!"
Melihat amarah yang terpancar jelas dalam tatapan Zack, Glen baru percaya bahwa dia tidak sedang membohonginya. Rasa khawatir perlahan menjalar ke hati. Sebab ia yang paling mengenal Shara. Dia adalah wanita yang bisa nekat melakukan apapun demi mencapai tujuannya.
Glen yang sudah terlanjur jatuh hati kepada Amanda tentu saja tidak rela jika Shara sampai menyakiti Amanda.
"Tuan, saya rasa percuma bertanya kepadanya. Dia tidak akan mau memberi informasi sekali pun dia tahu," ucap Richi yang masih setia berdiri di belakang tuannya.
Zack tak banyak bicara. Ia bangkit dan hendak meninggalkan ruangan itu. Tetapi baru saja Richie membuka pintu, panggilan Glen sudah terdengar.
"Sebenarnya ada satu vila milik keluarga Golden yang mungkin ditempati Shara. Aku yakin Shara ada di sana."
*
*
*
Anggota kepolisian dan anak buah Zack langsung berpencar mengepung vila tersebut.
"Shara pasti ada di dalam," ucap Glen setelah melihat beberapa lampu ruangan menyala terang.
Tanpa menunggu lagi, mereka mendobrak pintu yang terkunci rapat dan menggeledah ruangan satu persatu. Glen harus berjalan dengan kedua tangan diborgol, demi menghindari agar ia tak melarikan diri.
Ia berjalan dengan tergesa-gesa menuju sebuah ruangan yang ia yakin menjadi tempat Shara menyekap Amanda.
__ADS_1
Tetapi, setibanya di ruangan tersebut ternyata kosong. Hanya ada beberapa benda tak terpakai yang tergeletak begitu saja di lantai.
"Apa mungkin mereka ada di tempat lain?" Zack menyorot Glen dengan tajam. "Jangan coba-coba mengelabui kami!"
"Vila ini adalah satu-satunya tempat paling aman untuk Shara bersembunyi. Kalau bukan di vila ini, aku tidak tahu lagi," balas Glen.
Zack menghembuskan napas panjang. Ia dan beberapa anggota kepolisian hendak keluar dari ruang. Tetapi sesuatu yang berkilau di lantai mengalihkan perhatian Zack. Laki-laki itu berjongkok dan meraih benda yang baru ia temukan. Hal yang berhasil membuat sepasang manik biru miliknya membulat penuh.
"Ini anting Amanda!" pekik Zack.
Richi langsung mendekati Zack dan ikut memerhatikan benda kecil di tangan Zack. Anda yakin itu milik Nona Amanda?"
"Aku pernah melihatnya memakai anting ini!"
"Berarti sebelumnya Shara memang membawa Nona Amanda ke vila ini."
Pandangan Zack berotasi di ruangan itu demi mencari petunjuk lain. Segelas kopi yang ada di atas meja menjadi pertanda bahwa seseorang baru saja berada di sana.
"Di sini ada kopi yang masih hangat, artinya mereka belum jauh dari sini!"
Sesaat setelah Zack menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba terdengar suara mobil melaju, disusul dengan suara dentuman keras.
...**** ...
...Halo teman-teman. Maafkeun, Aku baru muncul. Aku baru selesai berbenah setelah banjir yang melanda wilayah Makassar-Gowa dan sekitarnya. Jadi baru bisa up....
__ADS_1
...Selamat tahun baru 2023. Semoga tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. ...
...Dan semoga teman-teman sehat selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. ...