
"Siapa wanita yang duduk di kursi roda itu?"
Tatapan Glen berpindah kepada sosok pria yang mendorong kursi roda bersama istrinya. Ia kembali dibuat terkejut oleh apa yang baru saja ditemukan nya di sana.
"Bukankah dia adalah laki-laki yang datang ke restoran dan membawa Emely pergi? Jadi dia seorang dokter?" gumam Glen ketika melihat pakaian yang dikenakan laki-laki itu. "Sebenarnya siapa dia dan ada hubungan apa dengan Emely?"
Glen berencana untuk turun dari mobil dan menemui istrinya untuk mencari tahu. Dia akan menanyakan langsung apa hubungan Emely dengan laki-laki asing itu. Sebagai seorang suami Glen merasa masih memiiki hak mutlak atas Emely. Tetapi, baru akan membuka pintu, ia sudah menyadari sesuatu yang berbahaya.
Ternyata dua mobil yang berada tidak jauh darinya adalah mobil para pengawal. Glen baru menyadari saat melihat salah satu pria yang memukulinya semalam turun dari mobil. Niat nya untuk menemui Emely pun urung.
Glen masih beruntung karena melihat para pengawal itu lebih dulu. Namun, sepertinya mereka tidak menyadari keberadaan Glen di tempat itu.
"Aku harus lebih berhati-hati. Sepertinya dokter itu bukan sembarang orang."
Akhirnya, Glen memilih diam di mobil dan mengawasi dari jarak aman. Dia masih bertanya-tanya siapa wanita yang duduk di kursi roda. Glen tak dapat melihat wajahnya dengan jelas karena menggunakan masker.
Tak lama berselang, mobil yang ditumpangi Amanda dan Dokter Zack melaju. Glen memilih untuk berhati-hati dan mengikuti dari jarak aman agar pengawal dan pria asing tadi tak menyadari keberadaan nya.
Di titik ini, Glen pun semakin yakin bahwa Emely telah menyembunyikan sesuatu.
*
*
*
"Zack, apa kamu yakin Emely akan aman di rumahmu?" tanya Amanda di sela-sela perjalanan.
__ADS_1
Setelah membicarakan semuanya, mereka sepakat untuk membawa Emely ke rumah pribadi Dokter Zack.
"Tentu saja. Aku akan membuat penjagaan ketat untuk Emely. Selain itu akan ada dua perawat yang akan menjaganya secara bergantian. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan."
Amanda bernapas lega. Dia dapat mempercayakan Emely dalam pengawasan Zack.
"Terima kasih, Zack. Aku sudah sangat banyak merepotkanmu."
"Tidak apa-apa. Aku senang bisa membantumu," jawab Zack, lalu melirik sang sopir yang tengah asyik mengemudi. "Mauren, apa kamu sudah meminta Lara menyiapkan kamar untuk Emely?"
"Sudah, Tuan," jawab Mauren, sambil menggerutu dalam hati. Kapan tuannya itu bisa memanggil namanya dengan benar.
"Apa kamu butuh sesuatu yang lain, Emely?" Amanda melirik adik kembarnya.
Emely hanya menjawab dengan gelengan kepala. Sejak terbangun dari koma, ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk melamun. Kejadian nahas malam itu menyisakan trauma berat, yang membuat nya sering ketakutan dan bermimpi buruk.
Kedatangan mereka pun disambut oleh dua orang perawat yang sudah menunggu sedari tadi.
*
*
*
Amanda memutuskan untuk segera pulang ke rumah keluarga Golden setelah memastikan keadaan Emely baik-baik saja. Setidaknya ia bisa tenang karena Zack benar-benar melakukan penjagaan ketat untuk Emely.
Awalnya Amanda tidak menemui sesuatu yang aneh sepanjang perjalanan pulang. Semuanya tampak biasa saja. Malam itu jalan cukup lengang. Hingga akhirnya, Amanda menyadari sebuah mobil sedang mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
"Siapa mereka? Apa jangan-jangan orang suruhan ibu tirinya Emely lagi?"
Bukannya panik, Amanda malah mengurangi kecepatan, membuat mobil di belakang menyalip dan menghadang di depan, sehingga Amanda harus menekan pedal rem secara mendadak.
"Jadi mereka mau main-main dulu, ya?"
Amanda menatap tiga orang pria berbadan besar yang baru saja turun dari mobil dan kini sedang berjalan ke arahnya. Mereka lumayan menyeramkan dari segi fisik. Amanda menduga ke-empat orang ini sengaja dikirim oleh orang-orang jahat itu untuk melenyapkan dirinya.
"Turun!" perintah salah satu pria setengah berteriak.
Amanda masih bersikap tenang. Dia membuka pintu mobil dan segera turun.
"Ada apa ini? Siapa kalian?" tanya Amanda seraya memasang wajah seolah takut terhadap empat pria tersebut. Terlebih, kini mereka tengah melirik Amanda dari ujung kaki ke ujung kepala.
"Lumayan cantik! Ayo, bawa dia?" Ketika salah satu pria bergerak maju, Amanda langsung mundur beberapa langkah dan memasang sikap waspada.
Perkelahian pun tak terhindarkan. Amanda yang menguasai beberapa jenis ilmu bela diri itu membuat mereka cukup kesulitan. Bahkan salah satu dari mereka langsung terkapar di jalan setelah menerima tendangan maut dari Amanda.
Menyadari tidak akan menang, ketiga laki-laki itu bangkit dan segera melarikan diri. Sementara Amanda masih terdiam di tempat.
Tanpa disadari oleh Amanda, Glen sejak tadi mengawasi dari jarak aman. Ia hanya melihat dari jauh. Glen ingin membuktikan sendiri kecurigaannya sehingga mengirim orang untuk menghadang wanita itu.
Benar saja, orang-orang kiriman Glen bahkan tak sanggup melakukan perlawanan terhadap istrinya itu. Sekarang Glen yakin bahwa tebakannya tentang Emely tidak salah lagi.
Ia menyeringai.
"Bukankah gadis ini sangat berbeda? Dia sangat menarik dan menantang."
__ADS_1
****