
"Menyingkirkan Nona Shara? Apa Anda yakin?" Seseorang di seberang sana kembali bertanya demi memastikan tuannya tak salah dalam menyebutkan nama.
"Apa aku perlu mengulang perintah yang sama?"
"Ti-tidak, Tuan," jawabnya gelagapan.
Menghembuskan napas panjang, Glen menuang minuman ke dalam gelas. Kemudian menghabiskan dalam sekali teguk.
"Aku tidak membutuhkan Shara lagi dalam rencanaku. Lagi pula, siapa yang mau menghabiskan seumur hidup dengan seorang wanita buruk rupa? Bukankah lebih baik aku menyingkirkannya saja?"
"Anda benar sekali. Baiklah, saya akan mengerjakan perintah Anda tanpa meninggalkan jejak."
"Bagus. Lakukan dengan sangat hati-hati. Selain itu, tetaplah mengawasi Dokter Zack dan laporkan apapun kepadaku."
"Baik, Tuan."
Sambungan terputus. Glen meletakkan ponsel ke meja dan menikmati kesendirian di ruangan itu. Meneguk beberapa gelas minuman dengan nikmat.
__ADS_1
"Tidak ada yang boleh memiliki Amanda selain aku," ucapnya pelan, lalu terkekeh.
Tanpa disadari oleh Glen, sepasang telinga sejak tadi mendengarkan pembicaraannya di telepon.
Shara membeku di tempatnya berdiri. Untuk beberapa saat ia seperti kehilangan kemampuannya untuk berpikir. Bagaimana mungkin ia tidak mengenali jika yang ada di rumahnya selama ini adalah Emely palsu? Bahkan wanita itu menjalankan perannya sebagai Emely dengan sangat baik. Sedangkan Glen, kekasih yang dicintainya dengan sepenuh hati itu justru berkhianat dan sedang berencana untuk menyingkirkan dirinya demi mendapatkan Amanda.
Mengetahui semua kenyataan itu, seluruh tubuh Shara bergetar hebat. Amarah, ketakutan dan kecewa menyatu di hatinya.
"Hanya karena wajahku sekarang cacat kamu mau membunuhku, Glen?" gumam wanita itu dengan tatapan tajam menghujam ke arah laki-laki yang tengah duduk santai di sofa. Jangan lupakan air matanya yang mengalir deras.
Tiba-tiba teringat semua kenangan yang ia lalui bersama Glen. Shara menyesal telah menyerahkan semua miliknya kepada laki-laki pecundang seperti kekasihnya itu. Dan dengan bodohnya ia percaya begitu saja dengan semua bujuk rayu Glen.
Tak ingin Glen menyadari kehadirannya di sana, Shara bergegas meninggalkan ruang baca dan menuju dapur. Dalam keadaan dikuasai amarah, Shara menarik sebilah pisau tajam dan menggenggamnya erat.
Perlahan kakinya melangkah menuju ruang penyimpanan. Ia yakin Amanda mengunci pintu kamar, karena itu dia butuh kunci cadangan.
Dan setelah menemukan apa yang dicarinya, Shara bergegas menuju lantai atas. Ia merasakan sesak di dadanya yang semakin lama seolah mampu membunuhnya. Hanya satu keinginan Shara sekarang, yaitu melenyapkan Amanda dan membuat Glen menyesal telah berkhianat kepadanya.
__ADS_1
"Aku tidak peduli kalau harus berurusan dengan hukum. Aku akan menghabisi kalian semua tanpa sisa!"
Dengan berbekal kunci cadangan yang ia ambil dari ruang penyimpanan, Shara berhasil membuka pintu kamar Emely. Pandangan nya meneliti ke setiap sudut kamar dengan pencahayaan temaram itu. Dari tempatnya berdiri, ia dapat melihat sosok yang tengah terbaring di bawah selimut.
"Jadi selama ini kamu telah menipu kami dan berpura-pura menjadi Emely? Baiklah, aku akan mengirimmu untuk menyusul saudara kembarmu ke neraka."
Melangkah dengan mengendap-endap, ia mendekat ke arah pembaringan. Shara tersenyum licik melihat Amanda begitu lelap. Hanya ujung kepalanya saja yang terlihat karena wajahnya tertutup selimut.
Sebelah tangan Shara terangkat tinggi dengan menggenggam pisau tajam. Hasutan setan menuntunnya untuk menghunuskan pisau ke tubuh wanita itu.
"Matilah kamu, wanita jal@ng!"
Berulang-ulang Shara menghujamkan pisau kepada sosok yang terlelap itu. Ia sempat memberontak dengan sisa tenaga tatkala Shara menyerang membabi buta. Tetapi tenaga Shara cukup besar dan tak memberi celah untuk melakukan perlawanan. Shara bahkan sempat mendengar suara erangan lirih, yang kemudian disusul dengan cairan merah mulai memenuhi selimut putih itu.
Wanita jahat dan licik itu baru berhenti menghujamkan pisau saat tak ada lagi perlawanan dari Amanda.
"Pergilah ke neraka dan sampaikan salamku untuk Emely!" bisiknya pelan.
__ADS_1
...****...