
"Richi, kalau terjadi sesuatu tolong segera bawa Amanda pergi dari sini!"
Perintah itu membuat Richi menautkan kedua alisnya. Ia baru saja menebak bahwa Zack akan melakukan sesuatu yang sangat berbahaya.
"Jangan gila, Tuan! Anda mau apa?"
Tanpa menjawab pertanyaan Richi, Zack menurunkan kecepatan, kemudian membuka pintu mobil samping dan langsung mendorong Richi keluar. Richi bahkan harus tersungkur di jalan karena ulah tuannya itu.
Sesaat setelahnya, Zack melesatkan mobil di kegelapan malam. Ia tak lagi peduli dengan akibat yang akan diterimanya. Yang ada dipikirannya sekarang hanya menyelamatkan Amanda. Apapun caranya, meski harus mengorbankan dirinya sendiri.
Secepat embusan angin, Zack telah mendahului mobil yang dikemudikan Shara. Dari sana ia dapat melihat posisi Amanda berada tepat di belakang wanita jahat itu. Amanda yang tak bergerak membuat Zack yakin bahwa sang pujaan hati dalam keadaan tak sadarkan diri.
Keadaan yang mendesak memaksa Zack untuk mencari cara tepat dan aman tanpa harus melukai Amanda. Akhirnya, ia memilih membanting setir ke kanan demi menghalau mobil tersebut agar tak sampai jatuh ke jurang.
Hal yang membuat mobil Zack harus terseret sejauh beberapa meter hingga berada tepat di ujung jurang.
Suara debuman keras pun menggema di udara malam itu. Mobil yang dikemudikan Zack harus terguling di jurang beberapa kali dan akhirnya meledak di dasar jurang.
Kepulan asap hitam menyatu dengan udara.
Sementara Shara masih tampak shock setelah kepalanya membentur setir akibat mengerem secara mendadak. Ia baru sadar dari keterkejutan saat mendengar suara lenguhan Amanda di belakang. Wanita itu pun bergegas keluar dan membuka pintu bagian belakang.
__ADS_1
"Cepat keluar!" pekik Shara, memaksa Amanda yang baru tersadar untuk turun dari mobil.
Kondisi fisik Amanda kini sangat lemah akibat disekap tanpa diberi makan ataupun minum. Membuatnya nyaris tak bertenaga dan tak berdaya untuk sekedar melawan. Ia bahkan pasrah saja saat Shara menyeretnya ke ujung jurang.
"Kamu lihat, Amanda? Kekasihmu Dokter Zack sudah mati terbakar di dalam mobilnya," bisik Shara.
Detik itu juga sepasang mata Amanda tergenang cairan bening. Melihat mobil Zack terbakar di dasar jurang.
"Zack!" gumamnya dengan suara nyaris tak bertenaga.
Shara menjambak rambut Amanda. "Bagaimana rasanya melihat orang yang kamu cintai mati di depan matamu? Sakit, kan? Itulah yang kurasakan saat aku kehilangan ibuku. Dan sekarang giliranmu yang akan mati, jadi bersiaplah."
Baru saja Shara akan mendorong Amanda ke jurang, sudah terlihat beberapa mobil yang berhenti tak jauh dari mereka. Disusul dengan kemunculan beberapa polisi yang langsung menodongkan senjata. Sementara beberapa anak buah zack menuruni tebing untuk mencari tuannya.
"Turunkan senjata kalian atau aku tusukkan belati ini ke lehernya!" ancam Shara.
Suasana panik pun mendominasi. Richi berada dalam dilema besar. Mencari tuannya yang jatuh ke jurang kah, atau menyelamatkan Amanda seperti pesan Zack tadi.
Glen yang paham seperti apa Shara memberi isyarat kepada para polisi untuk menurunkan senjata.
"Shara, tolong lepaskan Amanda!" bujuk lelaki itu.
__ADS_1
Teriakan Glen mengalihkan perhatian Shara. Wanita itu refleks menoleh ke sumber suara.
"Wah, selamat datang, Sayang. Kamu ke sini untuk melihat wanita pujaanmu ini mati, kan? Aku akan melenyapkannya tepat di hadapanmu."
"Tidak, Shara! Jangan, aku mohon. Ayo, kita bicara baik-baik!"
"Aku tidak mau bicara denganmu lagi. Hanya karena aku sekarang buruk rupa kamu meninggalkanku dan jatuh cinta dengan wanita ini. Kamu tahu, Glen. Aku jadi seperti ini karena dia. Sekarang lihat apa yang akan kulakukan kepadanya!"
Shara hendak membenamkan belati ke leher Amanda, tetapi salah satu polisi bergerak cepat dengan melesatkan timah panas, yang tepat mengenai telapak tangan Shara. Wanita itu pun harus meringis kala rasa panas dan nyeri menembus kulitnya.
Melihat kesempatan yang ada, Glen berlari cepat mengamankan Shara. Sementara Richi menyelamatkan Amanda yang hampir terjatuh ke jurang.
"Lepaskan aku! Biarkan aku membalas kematian ibuku!" Shara memberontak, menghantam dada Glen dengan sisa tenaga yang dimilikinya.
Kala Shara menyerang bertubi-tubi, tanpa sengaja salah satu kakinya terperosok, hingga membuat keduanya kehilangan keseimbangan.
"Aaa!" teriakan Shara menggema.
Tebing curam itu pun kembali menelan korban, sebab Shara dan Glen jatuh bersamaan.
Amanda seolah kehilangan akal sehatnya atas kejadian ini. Ia melirik ke dalam jurang di mana masih terlihat kobaran api dari mobil Zack.
__ADS_1
Wanita itu pun menjerit histeris, hingga akhirnya tak sadarkan diri lagi.
...****...