Catatan Kelam Gadis Malang

Catatan Kelam Gadis Malang
Aku Membutuhkan Bantuanmu


__ADS_3

"Kami hanya berteman, Emely. Tidak ada yang lebih," kilah Amanda seraya berusaha menyembunyikan semburat merah di pipi. "Lagi pula, aku bukan siapa-siapa. Sedangkan Zack adalah seorang dokter. Meskipun dia sedikit culun, tapi aku rasa dia bisa mendapatkan wanita yang layak." 


"Tapi kamu layak dan sangat cocok dengannya." 


Semakin merah saja pipi Amanda. Sampai saat ini Zack memang hanyalah seorang teman biasa baginya, tetapi entah untuk alasan apa hatinya selalu menghangat jika dekat dengan lelaki itu, atau sekedar membicarakannya. 


"Aku lihat Dokter Zack juga menyukaimu," tambah Emely. 


"Kamu pasti salah lihat. Zack memperlakukan semua orang dengan sama." 


Emely hanya membalas dengan senyuman. Setelah melihat reaksi Amanda, ia yakin antara Zack dan Amanda ada cinta tersembunyi. Mungkin Emely harus melakukan sesuatu untuk membantu keduanya. Sebab saat ini Zack dan Amanda terlihat seperti sedang bermain kucing-kucingan. 


*


*


*


Dua bulan berlalu .... 


Kehidupan berlanjut dengan normal. Emely sudah menunjukkan banyak kemajuan, meskipun masih harus duduk di kursi roda karena kakinya belum pulih sepenuhnya.


 


Berkat dorongan Amanda dan Zack, perlahan-lahan ia mulai sembuh dari trauma akibat kecelakaan beberapa waktu lalu. Ia juga rutin menjalani psikoterapi.


Dan hari ini, Emely memberanikan diri untuk hadir sebagai saksi sekaligus korban di sidang pertama Glen. 


Kehadiran Emely pun membuat Glen terkejut luar biasa dan nyaris tak percaya. Pasalnya Glen melihat sendiri mobil yang dikemudikan Emely terjun bebas dan hanyut ke sungai. Dia yakin bahwa Emely tidak mungkin selamat dalam kecelakaan itu, apalagi mobilnya dalam keadaan rusak parah saat diangkat dari dasar sungai. 


"Emely ... Emely yang asli masih hidup?" Glen terbelalak di tempat duduknya. 


 


Melihat Glen yang tampak sangat terkejut, Emely meliriknya. 


"Kenapa, Glen? Kamu terkejut karena aku masih hidup?" ucap Emely, mengulas senyum tipis. "Kamu tidak menyangka bahwa usaha kerasmu dalam melenyapkanku akan gagal, kan?"

__ADS_1


Detik itu juga wajah Glen memucat, tubuhnya gemetar. Emely yang saat ini masih duduk di kursi roda itu terasa sangat berbeda. Tatapannya menyala memancarkan kemarahan dan dendam. Bukan lagi sosok penakut yang selalu gagap saat berbicara. 


"Bersiaplah dengan hukuman atas semua dosa-dosa yang kamu lakukan. Kepadaku, dan kepada ayahku."


Glen menundukkan kepala. Tidak pula membalas setiap perkataan pedas Emely.


Sepanjang sidang berlangsung, Glen harus beberapa kali terkejut karena semua bukti kejahatannya bersama Shara dan Ibu Liana terbongkar tanpa dapat dibantah.


Sama sekali tidak pernah terpikir oleh Glen bahwa Amanda dan Zack mampu mengumpulkan semua bukti-bukti terkecil sekalipun. Apalagi kehadiran Emely yang menjadi saksi korban dari kejahatannya.


Sekarang Glen harus bersiap-siap dengan kemungkinan pengadilan akan menjatuhkan hukuman berat dan mungkin ia akan menghabiskan seluruh sisa hidupnya di balik jeruji besi.


*


*


*


Baik Amanda maupun Emely dapat bernapas lega setelah menghadiri persidangan tadi. Semuanya berjalan lancar tanpa perlawanan berarti dari Glen. Sekarang tinggal menunggu sidang putusan dari pengadilan.


Meskipun begitu, Amanda belum dapat lega sepenuhnya, sebab Shara masih belum ditemukan. Hingga dua bulan pencarian, keberadaan Shara masih menjadi misteri. Dia menghilang bak ditelan Bumi. 


Sore itu ....


Amanda sedang menikmati waktu santainya ketika ponsel miliknya berdering. Sejenak perhatian wanita itu teralihkan pada layar ponsel. Ada nama Zack tertera di sana.


"Halo Zack!" ucap Amanda sesaat setelah panggilan terhubung.


"Hai Amanda. Apa malam ini kamu sedang sibuk?" tanya laki-laki itu tanpa basa-basi.


"Tidak. Kenapa?"


"Aku sedang membutuhkan bantuanmu. Dan aku rasa hanya kamu yang bisa membantuku dalam urusan ini."


Kedua alis Amanda saling bertaut mendengar ucapan Zack. Biasanya Zack tidak pernah meminta bantuan Amanda. Malah Amanda lah yang selalu meminta bantuannya.


"Bantuan apa?" tanya Amanda penasaran.

__ADS_1


"Tolong temani aku malam ini!"


"Temani? Ke mana?"


"Aku tidak bisa bilang di telepon. Kamu akan tahu nanti. Tapi kalau bisa dandan yang cantik, ya." 


"Kenapa harus dandan cantik?"


Di sana Zack menghembuskan napas panjang. Entah Amanda yang kurang peka atau dirinya yang kurang frontal.


"Kamu akan tahu nanti. Ingat, datang sendirian saja. Mauren akan datang menjemputmu nanti." 


Baru saja mulut Amanda akan terbuka, nada panggilan berakhir sudah terdengar.


"Aneh sekali."


...***...


Hai Gengs, sambil tunggu Amanda, yuk mampir ke Karya teman aku dulu.


Di bawah ini.


1. Judul : Belenggu Hasrat Bujang Lapuk


Author : Oktavia Hamda Zakhia




Judul : Mengejar Cinta Mantan



Author : Rini Sya


__ADS_1


Jangan lupa mampir, ya! 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2