
Jantung Amanda terpompa cepat. Nalurinya berkata bahwa Glen sedang menaruh curiga terhadapnya. Sekarang ia harus benar-benar berhati-hati dan tidak melakukan sesuatu yang mencurigakan.
Beruntung, ia sudah membaca buku catatan kelam milik Emely. Sehingga Amanda tahu apapun tentang Emely, bahkan sampai rahasia terkecil yang selama ini disimpan Emely seorang diri. Setiap kata yang tertuang dalam diary itu menjadi kekuatan Amanda untuk membalas penderitaan adiknya. Tinggal selangkah lagi maka ia akan mencapai tujuannya. Membuat Glen, Shara dan ibu tiri Emely menderita dan menjebloskan mereka ke penjara.
"Apa maksud pertanyaanmu, Glen?" Amanda menatap laki-laki itu penuh selidik. Sepasang alis indahnya saling bertaut.
"Tidak apa-apa, Sayang." Glen terkekeh setelah melihat keraguan di wajah wanita itu. "Aku hanya merasa Emely yang sekarang bukanlah Emely yang dulu. Kamu yang sekarang sangat berbeda."
"Berbeda apanya?" Amanda berusaha untuk bersikap santai demi menutupi perasaan gugupnya. "Emely yang ada di hadapanmu sekarang hanya berbeda dari segi penampilan dengan Emely yang dulu. Seseorang tidak boleh jatuh pada lubang kesalahan yang sama. Bukankah begitu?"
"Ya, kamu benar."
"Dulu aku terlalu polos dan tidak bisa berbuat apa-apa saat Shara dan ibunya menindasku. Apa kamu tahu, mereka baik padaku hanya di depan ayahku. Tapi, setelah ayahku meninggal, mereka manjadi sangat jahat seperti penyihir."
Glen terpaku melihat bagaimana menakjubkannya Amanda membangun kepercayaan diri dalam sekejap. Bahkan saat Glen merasa berhasil menjatuhkan mentalnya.
"Baiklah. Maaf kalau pertanyaanku menyinggungmu. Kalau begitu kapan kamu akan memiliki waktu untukku?"
"Tunggulah sampai waktunya tiba. Tidak akan lama lagi."
Glen mendekat dan hendak mencium Amanda. Namun, wanita itu refleks menghindar.
__ADS_1
"Akan kuberikan semuanya di saat yang tepat. Tapi tidak sekarang. Kamu mengerti, kan?"
Sikap dan penolakan Amanda itu membuat Glen merasa semakin tertantang untuk memilikinya. Belum pernah sebelumnya Glen bertemu wanita semenarik ini.
"Baiklah, aku tidak akan memaksa. Kalau begitu istirahatlah malam ini."
Setelahnya, Glen segera keluar dari kamar itu. Amanda menjatuhkan tubuhnya di tepi ranjang sambil menghela napas panjang. Sekarang ia harus lebih waspada terhadap Glen maupun Shara.
*
*
*
Suara raungan terdengar menggema ke setiap sudut ruangan. Cairan merah segar mengalir di sudut bibir dua orang pria. Zack baru saja menghantamkan kepalan tinju ke arah perut laki-laki brandal yang telah berani menyerang Amanda.
"Ampun?" Zack berdecak geram. "Aku akan mengampunimu begitu nyawamu terlepas dari tubuhmu."
"Tidak, Tuan! Tolong ampuni saya."
Kala pria itu mengemis belas kasih, amarah dalam diri Zack semakin memuncak. Baru saja laki-laki itu mengeluarkan senjata miliknya, Richi sudah menepuk bahunya pelan.
__ADS_1
"Jangan kotori tangan Anda, Tuan. Untuk melenyapkan dua manusia tidak berguna ini serahkan kepadaku saja!" Richi berusaha meredam amarah tuannya. Sebab bukan perkara mudah menghadapi Tuan Zack jika sudah marah.
"Tidak! Aku sendiri yang akan memotong tangan orang yang sudah berani menyerang Amanda."
Richi mulai khawatir. Mengasah otak dan mencari cara agar tuannya berhenti. Tidak ada yang mampu menghalangi zack, kecuali satu orang, dan mungkin ia dapat menggunakan nama orang itu.
"Tapi ... kalau Nona Amanda tahu apa yang Anda lakukan, mungkin dia tidak akan senang."
Detik itu juga, kekejaman Zack seolah luntur hanya dengan mendengar nama Amanda. Apa yang diucapkan Richie memang benar adanya. Amanda tidak akan mau memiliki seorang suami kejam jika sampai ia tahu siapa Zack yang sebenarnya.
Menghela napas panjang, Zack lantas mendekat dan mencengkram kerah kemeja laki-laki di hadapannya.
"Siapa yang telah berani memberimu perintah ini?!" tanyanya.
Laki-laki di hadapannya itu sudah terengah-engah akibat rasa sakit luar biasa yang membekuk tubuhnya.
"Ampuni saya, Tuan. Saya hanya menjalankan perintah dari Tuan Glen Wayne." Ia menjeda ucapannya dengan tarikan napas. Sebab dadanya terasa berat. "Tuan Glen membayar saya untuk menyerang wanita yang sudah menyamar menjadi istrinya."
Dahi Zack berkerut dalam. Ia mencoba mencerna maksud laki-laki itu. Kemudian melirik Richi yang berdiri di belakang punggungnya.
"Bagaimana Glen bisa tahu tentang penyamaran Amanda?"
__ADS_1
...****...