Catatan Kelam Gadis Malang

Catatan Kelam Gadis Malang
Rencana Berharga Batal Begitu Saja!


__ADS_3

Di dalam ruangan pribadinya, Zack menggenggam cincin pemberian mendiang ibunya. Senyum terlukis di bibirnya yang tipis. Beberapa waktu lalu, ia memutuskan bahwa setelah semua kejadian ini, dirinya akan melamar Amanda dan menjalani hidup yang normal dengan sang pujaan hati. Serta meninggalkan dunia gelap yang selama ini ia jalani. 


Zack memasukkan kembali cincin berlian indah itu ke dalam kotak. Tepat saat itu terdengar ketukan pintu, disusul dengan kemunculan Richi yang datang dengan wajah tegang, seperti telah terjadi sesuatu yang buruk. 


"Ada apa?" tanya Zack, setelah berhasil membaca raut wajah Richi. 


"Tuan, sesuatu yang buruk telah terjadi." Nada lelaki itu terdengar takut-takut. 


"Ada apa, cepat katakan!" 


Richi masih mengatur napas yang terasa memburu. Ia tidak berani membayangkan akan seperti apa reaksi tuannya jika mendengar kabar yang akan ia sampaikan. 


"Nona Shara berhasil melarikan diri." 


Sepasang manik mata Zack membeliak mendengar informasi itu. Richi dapat melihat kemarahan yang tergambar dalam tatapan tuannya, juga dari tangannya yang mengepal.  


"Bagaimana dia bisa lolos sementara ada beberapa polisi yang menjaganya? Apa saja yang mereka lakukan?" teriaknya murka. 

__ADS_1


"Menurut laporan, Nona Shara berhasil melarikan diri setelah berhasil mengelabui para polisi. Dia mengaku sakit dan akhirnya pingsan di kamar mandi, sehingga polisi memberinya izin untuk istirahat. Saat melihat polisi lengah, dia memanfaatkan keadaan itu untuk melarikan diri." 


Tidak tahu harus berkata apa sekarang, yang ada di pikiran Zack hanyalah keselamatan Amanda. Meskipun sebenarnya Amanda bukanlah sosok wanita yang lemah, tetapi terkadang ia sedikit ceroboh. Zack harus benar-benar mengawasinya dengan ketat.


"Cari wanita itu sampai tertangkap walaupun kalian harus ke ujung dunia. Bila perlu lenyapkan saja dia," perintah Zack kepada anak buahnya itu. 


"Baik, Tuan." 


Zack menyandarkan punggungnya di kursi. Dia melirik kotak perhiasan tadi. Rasa kesal kembali menjalar ke hati. Sudah dipastikan kejadian ini akan membuatnya batal untuk melamar Amanda. Tidak mungkin ia memberi Amanda kejutan ini di saat yang tidak tepat, bukan? Dan Richi dapat melihat raut wajah tuannya yang sedikit frustrasi.


"Apa ada sesuatu yang mengganggu Anda, Tuan?" Dia melirik sebuah kotak perhiasan di meja. Sedikit banyak Richi tahu bahwa tuannya itu adalah penggemar rahasia Amanda sejak lama. Bahkan Zack membutuhkan kerja keras untuk bisa sekedar  berteman dengan wanita itu. 


"Tidak ada. Oh ya, buatlah penjagaan untuk Amanda dan Emely. Tapi ingat, tidak boleh mencolok dan jangan sampai mereka curiga kalau kita melakukan pengawalan khusus untuk mereka." Selama ini seperti ini lah cara Zack melindungi Amanda, diam-diam dan sangat hati-hati.


"Baik, Tuan." Richi mengangguk patuh. 


"Dan soal perintahku yang kemarin ... tunda saja dulu," tambah Zack.

__ADS_1


"Kenapa harus ditunda? Bukankah dengan menikah Anda bisa mengawasi Nona Amanda dan Nona Emely dengan lebih leluasa?" 


Bukannya senang, ucapan Richi malah membuat Zack naik pitam. Tatapan menghujamnya saja mampu membuat lelaki di hadapannya bergidik.


"Apa kamu sudah gila? Aku tidak mungkin menikahi dua wanita secara bersamaan, kan?" 


Richi pasti sudah meledakkan tawa jika tidak mengingat bahwa bosnya itu adalah lelaki yang sangat galak dan mengerikan saat sedang marah. Jika membicarakan Amanda, kinerja otaknya menjadi lebih lamban bak kura-kura. 


"Maksud saya, Nona Amanda saja, Tuan. Bukankah Nona Emely masih berstatus istri Glen Wayne?" 


Detik itu juga Zack terdiam dan memasang sikap dingin seperti biasa. Tidak ingin terlihat bodoh di hadapan Richi. 


"Kenapa kamu tidak mendekati Emely saja dan berusaha merebutnya dari si Bodoh Glen?" Sekarang dia malah melemparkan kebodohannya kepada Richi. 


Membuat Richi menahan senyum. "Saya akan memikirkannya, Tuan. Ehm, apa ada perintah lain?" 


"Tidak ada. Pergilah sekarang juga! Keberadaanmu hanya mengurangi kadar oksigen di ruangan ini!" 

__ADS_1


...***...


__ADS_2