
Cairan bening semakin deras mengalir dari sepasang mata Amanda ketika mendongakkan kepala dan menatap sosok yang tengah mendekap tubuhnya. Hampir saja ia tak percaya dengan penglihatannya sendiri dan mengira sedang berhalusinasi.
Amanda bahkan tidak tahu lagi sejak kapan Richie dan Emely keluar dari ruangan dan meninggalkan mereka berdua.
“Zack?” Suara Amanda terdengar gemetar. Ia menatap laki-laki itu sambil mengerjapkan mata berulang-ulang. Hendak memastikan bahwa ia memang tidak sedang bermimpi. “Ini benar dirimu?”
“Kau pikir siapa? Hantu?” Bukannya menjawab serius, Zack malah membalas dengan candaan. Tertawa sambil mengacak rambut panjang Amanda hingga sedikit berantakan.
“Kamu selamat dari kecelakaan itu?” Amanda melepas pelukan. Kedua tangannya menyentuh tubuh dan wajah Zack demi memastikan tidak ada luka serius. Zack terlihat baik-baik saja, meskipun di tubuhnya ada banyak luka lecet dan lebam di beberapa bagian.
“Apa kamu tidak senang aku selamat?”
Amanda menggeleng cepat. Hatinya sekarang dipenuhi rasa lega dan bahagia sampai tak dapat menggambarkan perasaannya. “Bukan begitu.” Ia kembali berurai air mata ketika mengingat kejadian mengerikan tadi. “Aku melihat mobilmu terbakar di dasar jurang. Aku benar-benar takut terjadi sesuatu yang buruk kepadamu.”
“Aku tidak ada rencana mati lebih awal. Setidaknya aku harus punya umur yang panjang untuk mewujudkan banyak rencana yang tertunda.” Sebelah tangan Zack mengusap air mata yang membanjiri pipi Amanda. Lantas merapikan helai rambut yang menutupi sekitar wajah dan menyelip ke belakang telinga.
Untuk beberapa saat, Amanda terpaku. Embusan napas Zack terasa hangat menyapu wajahnya. Belum lagi tatapannya yang seolah mampu menghipnotis. Amanda benar-benar merasa bodoh, mengapa baru menyadari perasaan istimewa yang ia miliki untuk lelaki itu.
“Aku minta maaf. Seharusnya aku tidak melakukan kecerobohan malam itu. Seharusnya aku sendiri yang datang menjemputmu dan bukan menyuruh sopir. Seandainya aku lebih berhati-hati, mungkin semua ini tidak akan terjadi,” ucap Zack penuh sesal.
"Bukan salahmu. Sebenarnya aku juga ceroboh karena kurang berhati-hati."
Zack menuntun tubuh lemah Amanda untuk duduk di sofa. Kemudian menuang air putih ke dalam gelas dan memberikannya kepada Amanda. Sebab wajah Amanda tampak sangat pucat. Tubuhnya juga lemah akibat beberapa hari berada dalam penculikan. Zack memeriksa dan memastikan tak ada luka serius yang dialami wanita itu.
__ADS_1
“Apa ini sakit?” Ia menekan pergelangan kaki Amanda yang tampak memar dan lecet.
“Tidak!”
Perhatian Zack berpindah ke lengan. Di sana juga ada memar. “Dan yang ini?”
“Tidak!”
Sekarang perhatiannya ke wajah. Sudut bibir Amanda terlihat lebam, karena Syara sempat memukulinya beberapa kali. “Bagaimana dengan ini?”
“Tidak juga!” jawabnya cepat. "Oh ya, Zack. Bagaimana kamu bisa selamat?"
"Aku lompat sebelum mobilnya terbakar dan terperosok ke dalam jurang." Sekarang Amanda dapat bernapas lega. Zack benar-benar dalam keadaan baik. Tanpa sadar ia membenamkan tubuhnya ke pelukan laki-laki itu. Rasanya tak pernah puas memeluk dan menghirup aroma tubuh Zack.
"Maaf, aku tidak bermaksud terus memelukmu. Aku hanya senang kamu tidak apa-apa," ucap Amanda, sambil berusaha menyembunyikan semburat merah di pipi.
"Tidak apa-apa, Amanda." Aku juga senang dipeluk olehmu. Kapan lagi, kan? tambahnya dalam hati.
“Oh ya, tadi kamu bilang punya banyak rencana yang belum terpenuhi. Memangnya kamu ada rencana apa?” tanya Amanda, bermaksud menghilangkan kecanggungan yang tiba-tiba hadir di antara mereka.
“Sangat banyak!” jawab Zack singkat.
“Salah satunya?”
__ADS_1
Zack mengulas senyum tipis yang sialnya mampu membuat hati Amanda jedag-jedug. Untuk kali ini ia tak dapat membantah pesona seorang Dokter Zack. Laki-laki itu meraih jemari Amanda dan menggenggamnya.
“Menikah dan punya banyak anak yang lucu.”
Amanda tergugu. Tak pernah menyangka bahwa rencana kehidupan Zack sesederhana itu. Dipikirnya Zack masih ingin mengejar karier sebagai seorang dokter dan melanjutkan pendidikan lagi.
“Apa kamu sudah ada calonnya?” tanya Amanda sedikit kecewa. Zack dikelilingi banyak wanita. Tentu saja ia akan memilih seorang wanita spesial. Siapalah Amanda yang hanya seorang bekas anak panti asuhan? Begitu pikir Amanda.
“Ada.”
“Siapa?”
**
**
Halo teman-teman semua.
Ini adalah puncak season 1. Jadi season 1 itu berfokus pada pembalasan Amanda kepada orang-orang yang sudah menjahati saudara kembarnya. Ditutup dengan Zack dan Amanda yang saling mengungkapkan perasaan.
Musim ke 2 nanti akan berfokus kepada hubungan Amanda dan Zack.
Akan ada perang batin dan konflik manis yang membuat hati jedag jedug.
__ADS_1
Tapi sebelum memasuki musim ke 2, komen dulu yaa, siapa yang setuju kalau ceritanya disambung ke musim ke 2?