Catatan Kelam Gadis Malang

Catatan Kelam Gadis Malang
Temukan Amanda Meskipun Harus Ke Ujung Dunia!


__ADS_3

"Ups tidak!" Shara menjauhkan pecahan kaca dari wajah Amanda. "Aku tidak akan melakukannya sekarang. Itu tidak seru. Aku akan melakukannya di depan kekasihmu. Dokter Zack itu. Bagaimana menurutmu?" 


Shara tertawa setelah mengucapkan kalimat bernada ancaman itu. Kemudian membuang pecahan botol di genggamannya ke sembarang arah. 


Membuat Amanda bernapas lega. Setidaknya, Shara tidak melanjutkan kegilaannya barusan.


"Aku akan membuatmu merasakan bagaimana sakitnya ditinggal orang yang kau cintai, hanya karena memiliki wajah yang cacat." 


"Kamu tidak lebih dari seorang wanita gila, Shara!"


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Amanda hingga meninggalkan tanda kemerahan.


"Akan kuperlihatkan kepadamu segila apa aku nanti. Tunggu saja, Sayang. Kamu pasti akan suka!"


Setelahnya, Shara meraih kain untuk menutup mulut Amanda kembali. Wanita itu pun keluar dari ruangan setelahnya, meninggalkan Amanda seorang diri. 


Amanda hanya dapat menggeliat. Berusaha melepaskan diri dari jeratan tali yang membelenggu tubuhnya. Tetapi semua usahanya sia-sia, karena tubuhnya terlilit tali dengan kuat.


"Aku harus bisa keluar dari sini, tapi bagaimana caranya?" 


Akhirnya, Amanda memilih untuk menghemat energi sebisa mungkin. Karena wanita yang ia hadapi sekarang adalah wanita gila dan nekat melakukan apapun, sehingga ia harus punya taktik dan tenaga yang cukup untuk menghadapinya.


Kesunyian malam pun menemani Amanda malam itu. Ia hanya terbaring di lantai yang dingin dengan tubuh terikat tali. Entah akan semurka apa Zack jika tahu apa yang dilakukan Shara terhadap Amanda.


"Zack tolong selamatkan aku."

__ADS_1


Untuk pertama kalinya Amanda merasa ketakutan. Entah mengapa hati kecilnya sangat merindukan Zack. 


Tak terasa air mata lolos begitu saja di ujung mata.


*


*


*


Zack tak dapat membendung amarah akibat kelalaian para pengawalnya dalam menjaga Amanda. Sekarang ia berdiri kokoh tepat di hadapan beberapa pria bertubuh tinggi menjulang. Sebuah senjata api berada di tangannya seolah siap menghunus tubuh masing-masing mereka. 


"Apa saja yang kalian lakukan kenapa Amanda menghilang dan kalian tidak tahu?" bentaknya. 


Tak ada yang berani mengeluarkan sepatah kata pun. Para pengawal itu hanya menundukkan kepala. Mauren yang berdiri di belakang punggung tuannya pun sudah merinding luar biasa. 


Tak lama berselang, Richi pun datang dengan membawa berita terbaru. Laki-laki itu bahkan tampak sangat ketakutan di hadapan tuannya. 


"Saya sudah mengumpulkan rekaman CCTV yang ada. Nomor plat kendaraan yang membawa Nona Amanda juga sudah terlacak pemiliknya. Menurut laporan mobil tersebut dicuri dari jasa penyewaan mobil." 


"Lalu?" 


"Selain itu, ponsel Nona Amanda juga ditemukan tidak jauh dari salon. Sepertinya pelaku penculikan sengaja membuangnya karena takut terlacak." 


Zack menghela napas panjang. Sebelah tangannya terkepal kuat. 

__ADS_1


"Tutup perbatasan kota dan sisiri setiap sudut kota ini bahkan ke daerah paling terpencil sekalipun. Kerahkan orang sebanyak mungkin untuk mencari! Dia pasti belum pergi jauh!" perintah Zack. 


"Baik, Tuan." 


*


*



Di sisi lain, Emely tak henti-hentinya menangis setelah mendengar apa yang baru saja disampaikan oleh Richi. 


Baru saja ia merasa tidak sendiri lagi setelah bertemu saudara kembarnya, kini ia harus kehilangan lagi. 


"Tolong temukan Amanda, shara adalah orang yang sangat berbahaya. Dia bisa saja mencelakainya," lirih Emely. 


"Tentu saja, Nona. Semua orang-orang kami sedang berusaha melacak keberadaan Nona Amanda." Richi berusaha menenangkan. "Oh ya, apa Nona tahu suatu tempat yang mungkin menjadi tempat persembunyian Nona Shara? Vila milik keluarga atau rumah yang lain misalnya?" 


Emely terdiam sebentar sambil berusaha mengingat-ingat beberapa vila atau pun rumah milik mendiang ayahnya. 


"Aku hanya tahu beberapa saja. Tapi ada satu orang yang pasti tahu di mana Shara bersembunyi." 


"Siapa itu?" tanya Richi, kedua alis tebalnya saling bertaut.


"Glen! Dia pasti tahu di mana Shara sekarang."

__ADS_1


****


__ADS_2