
Zack, Richi dan beberapa polisi langsung berlari keluar setelah mendengar suara benturan keras yang berasal dari bagian belakang vila tersebut. Tanpa pikir panjang, mereka semua berbondong-bondong menuju taman belakang.
Mereka pun harus dikejutkan dengan keadaan pagar besi yang hampir roboh. Sepertinya, sebuah mobil baru saja menghantamnya keras.
"Ini pasti Shara yang membawa Amanda pergi!" pekik Zack.
Meskipun tak melihat pengendara, tetapi ia yakin itu adalah Shara. Secepat kilat lelaki itu berlari menuju gerbang depan tempat Richi tadi memarkir mobil.
Gerakan cepat Zack membuat Richi tak memiliki waktu untuk berpikir. Dia hanya melirik ke arah sebuah pintu belakang yang terbuka lebar, tempat mobil tadi keluar.
"Apa kau sengaja tidak memberitahu tentang adanya ruang bawah tanah di vila ini agar Shara bisa melarikan diri?" Richi bertanya sambil mencengkram kerah kemeja Glen.
Glen menggeleng cepat. Ia sendiri tidak mengetahui tentang adanya ruang rahasia di vila tersebut.
"Aku sama sekali tidak tahu kalau di vila ini ada ruangan yang langsung terhubung ke gerbang belakang."
__ADS_1
"Kau tidak mungkin tidak tahu!"
"Kalau memang aku sengaja membiarkan Shara melarikan diri, aku tidak akan memberitahu tentang vila ini kepada kalian!"
Richi melepas cengkraman. Kemudian segera menyusul Zack yang sudah berlari lebih dulu. Semua orang menuju mobil masing-masing. Glen tetap dilibatkan dalam pengejaran tersebut karena dirinyalah yang paling tahu apapun tentang Shara.
*
*
Amarah Shara semakin tak terkendali. Mobil yang berada di bawah kendalinya melesat cepat di kesunyian malam. Beberapa menit lalu ia mendapati banyak polisi mengepung vila tempatnya menyekap Amanda.
Namun, keberadaan Glen menjadi jawaban atas pertanyaan Shara itu. Ia masih ingat dengan jelas pernah menghabiskan waktu liburan di vila tersebut bersama Glen, beberapa Minggu sebelum pernikahannya dengan Emely.
Tak ingin tertangkap sebelum ambisi balas dendamnya tercapai, Shara akhirnya membawa pergi Amanda melalui pintu ruang bawah tanah yang langsung terhubung ke gerbang belakang.
__ADS_1
"Glen benar-benar sudah mengkhianatiku. Demi menyelamatkan Amanda dia sampai memberitahu polisi tentang tempat ini," gumamnya dalam hati.
Shara membelokkan mobilnya menuju sebuah kawasan sepi. Tidak ada pencahayaan di sana selain yang berasal dari lampu mobil. Sisi kanan jalan dibatasi oleh dinding beton tebal, sementara sisi kiri adalah jurang yang curam.
"Sekarang aku akan melenyapkanmu di hadapan Dokter Zack dan Glen. Kita lihat apa yang bisa mereka lakukan untukmu," ucapnya, seraya melirik ke kursi belakang di mana Amanda terikat tali dalam keadaan tak sadarkan diri.
Senyum licik mengembang di sudut bibir Shara saat melihat beberapa mobil mengikuti dari belakang. Kakinya bergerak menekan pedal gas semakin dalam, yang membuat mobil melesat jauh.
Sementara Zack yang ada di belakang terus berusaha mengejar. Dia yakin mobil di depan adalah mobil yang ditumpangi Shara, setelah melihat plat kendaraan yang sama persis seperti yang pernah dilaporkan dicuri Shara dari jasa penyewaan mobil.
"Saya mohon berhati-hatilah, Tuan. Anda bisa mencelakai pengendara lain." Wajah Richi tampak tegang. Ia memberanikan diri membuka suara di tengah kepanikan tuannya.
Tetapi, Zack sama sekali tak peduli. Baginya sekarang yang terpenting adalah bisa membebaskan Amanda dari kegilaan Shara.
"Tuan, mobil itu belok ke arah jalan buntu. Di sana ujungnya hanya jurang yang terjal!" pekik Richi menunjuk ke arah mobil di depan.
__ADS_1
Jantung Zack berdegup sangat cepat. Terlebih, mobil di depan seperti sengaja ingin menerobos jurang.
...****...